nhk

Jumpa Pers MotoGP Aragon-2 2020: Empat Teratas Klasemen Dihadirkan, Siapa Paling Tertekan???

ManiakMotor – Sebut empat pembalap di klasemen, mereka saling bergantian rebut kedudukan. Di Aragon-1 misalnya, Joan Mir (Suzuki) menggeser Fabio Quartararo (Petronas Yamaha) tadinya memimpin klasemen. Lalu Maverick Vinales (Yamaha) sebelumnya keempat, tukaran degan Andrea Dovizioso (Ducati) jadi ketiga, dan Dovi puas keempat.

Pada Kamis 22 Oktober 2020 menghadapi Aragon-2 tetap di Spanyol, keempatnya dihadirkan. Dengan empat balapan tersisa dalam waktu 5 minggu akan ketahuan juaranya. Mereka sampai ke-4 hanya selisih 15 point. Masing-masing sih merasa nggak punya tekanan, tapi akan teruji lewat tanya jawab saat acara jumpa pers ini. Selain empat di atas juga ada Alex Rins (Suzuki) dan Alex Marquez (Repsol Honda) yang Aragon-1 juara dan kedua.

Joan Mir yang ambil alih klasemen pertama kalinya di Aragon-1 diberi kesempatan pertama bicara, “Tekanannya sama, saat enam poin di belakang atau enam poin di depan. Tidak ada yang akan berubah dalam permainan. Yang terpenting konsisten dalam target dengan posisi yang baik seperti selama ini dilakukan,” terang Mir dari 7 balapan sebelumnya 5 di antaranya podium.

Dengan memimpin 121 point selisih 6 dari Quartararo, pantang mengubah cara bertempur, “Akan menjadi kesalahan besar, bila saya mengubahnya. Intinya,  saya terus balapan demi balapan, coba dapat poin sebanyak mungkin. Kemudian hari Minggu akan melihat di mana finishnya? Jika memiliki peluang untuk menang, coba direbut, kalau tidak, ya berusaha  podium atau lebih dekat,” tambah Mir dalam strateginya.

Sedang Quartararo yang di Aragon-1 hanya P18, melempar tekanan pada tiga musuhnya di klasemen, katanya tekanan itu harusnya pada mereka. “Ketiganya adalah pembalap pabrik yang punya tanggung jawab besar. Saya hanya pembalap tim satelit,” kata Quartararo yang omongannya memang menghujam lima pembalap  yang hadir di jumpa pers yang dia sendiri dari tim independen.

“Tekanan buat saya tidak terlalu tinggi. Pada akhirnya ronde MotoGP harus dilalui. Sekarang saya kedua di klasemen, sepertinya saya dikeroyok tiga orang pebalap pabrikan dan mereka juga perlu berjuang. Sejujurnya tekanan tidak benar-benar ada pada saya. Di situlah membuat saya lebih rileks, percaya diri dan dalam posisi yang bagus,” tambah Quartararo yang sebenarnya setiap balap dari pernyataannya menjaga si ini dan sana adalah gambaran tekanannya, tapi kali ini pintar membalik keadaan.

Sedang Vinales satu-satunya pembalap di empat besar yang belum pernah memimpin klasemen. Posisi terbaiknya dari 10 seri lalu ke-2. Vinales tetap pede bahwa Aragon dan Valencia adalah sirkuit kesukaannya. Bila tidak masalah teknis, bisa saja dirinya yang memimpin klasemen.

“Masalah mekanis, membuat saya kehilangan setidaknya 40 poin dalam tiga balapan. Itu adalah poin banyak. Makanya, terkadang saya tampil pas-pasan. Baru di Misano, saya kembali ke jalur kemenangan. Di Aragon coba dapat  mood dengan catatan waktu  yang baik, balap yang benar dengan racing line sempurna dan kemudian melihat hasilnya. Yakin isa melakukan pekerjaan dengan baik,” terang Vinales yang tetap berjuang untuk juara dunia.

Dovizioso tetap teguh peda pernyataannya sejak awal MotoGP 2020, adalah balapan aneh. Ya memang, selain serialnya dipersingkat yang padat dan hanya di Eropa akibat Covid-19, “Aneh kan, coba lihat lawan saya di klasemen. Dalam keanehan ini, saya tetap berada di lingkungan kejuaraan. Berarti saya memiliki kesempatan walau berat oleh anehnya. Saya memenangkan satu balapan, tetapi di balapan lain perasaannya  sulit untuk memperjuangkan. Tapi sekali lagi, saya ada di lingkungan kejuaraan dunia. Makanya, gunakan terus kesempatan,” harap pemain momor 04 yang tiga tahun berurutan hanya runner-up dunia di belakang Marc Marquez.

Dua pembalap lain yang hadir masih dipanasi untuk masuk ke jajaran 4 besar. Rins dalam kalkulator ketinggal 36 point sebenarnya masih bisa, “Walau mungkin, itu berat. Masih ada 100 poin dalam permainan, ya mari dicoba,” singkat Rins yang mengakui serial tahun diawali dirinya yang cidera. Tim ManiakMotor

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2020, Moto2 Dan Moto3

MotoGP Aragon 2020: Di Klasemen 5 Nakagami Terbaik Dari Honda, Dikontrak Lagi..!

MotoGP Aragon 2020: Teknologi Ohlins BDB50 Ban Suzuki Awet, Alex Marquez Baru Pakai.!

MotoGP Aragon-2 2020: Rossi Pertanyakan Peran Jorge Lorenzo Sebagai Tester


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353