nhk

Jumpa Pers MotoGP Belanda 2017: Rossi Nggak Diajak, ‘Diutamakan’ Dua Joki Ducati, Solusi Vinales

Jumpa Pers Belanda 2017

 

ManiakMotor – Sampai ronde ke-8 di sirkuit Assen, Belanda memang harus ‘mengutamakan’ Ducati. Belakangan, pembalapnya selalu berada di barisan depan. Ada dua pembalap intinya yang nongol di press conference atau jumpa pers wajib di Assen pada Kamis 22 Juni 2017. Keduanya lebih penting dari pada Valentino Rossi yang nggak diundang, hehe.

Selain Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo, ada Maverick Viñales (Movistar Yamaha MotoGP), Marc Marquez (Tim Repsol Honda),  Alex Rins (Tim Suzuki Ecstar), Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 3) dan Cal Crutchlow (LCR Honda). Hampir semuanya terwakili sih, kecuali Aprilia dan KTM yang nggak.

Vinales diberi kesempatan pertama bicara dan langsung tembak sana-sini soal Barcelona. Katanya dia tampil sangat buruk. Sulit baginya di sana mengembangkan kecepatan karena dirinya dan motor memang tak mampu. “Tapi sudah ada solusi pada tes sehari kemudian di tempat sama. Kebetulan cuaca dan suhu pada pengujian itu persis saat lomba. Jadi, persoalan motor sudah bisa diatasi. Saatnya mengambil poin banyak untuk klasemen,” sebut Vinales yang berbicara seolah menutup antara Assen dan Catalunya sebenarnya berbeda karakter sirkuitnya, bisa saja lebih mantap pakai sasis lama.

Beda lagi dentgan Dovizioso yang sekarang jadi kenyataan diberi kesempatan bicara kedua, karena itu jadi hak mutlaknya saat jumpa pers. Dia yang kedua di klasemen bro. Dovi ini memang luar biasa yang hanya dalam seminggu bisa menang dua kali. Akan tetapi Dovi merendah. “MotoGP 2017 agak aneh. Setiap balapan ada cerita yang berbeda. Tapi dari yang berbeda soal senyawanya dengan ban, Ducati sudah membuktikan mampu,” kata Dovi yang sambil merendah namun ada gertakan di sana.

Sekarang dengan Marquez yang biasanya tahun lalu diberi kesempatan bicara duluan, tapi tahun ini dari 7 seri lalu belum pernah memimpin. Jadinya bicara selalu belakangan dan sekarang ketiga. “Harus efisien sejak FP1. Di sesi ini, kudu segera mendapat kestabilan motor. Saya rasa akan lebih baik di Assen ketimbang Catalunya. Memang Yamaha oke di sini, Ducati juga baik. Tapi dengan spesifikasi mesin RC-213V sekarang, saya bisa dekat,” janji Marquez yang pernah menang di Assen 2014 dalam kondisi sirkuit campuran kering dan basah.

Langsung saja ke Lorenzo, sebab posisi 4 dan 5 di klasemen yang diduduki Dani Pedrosa dan Rossi ndak muncul pada temu wartawan ini. Lorenzo walau ke-7 tapi sosoknya masih dihitung. Oleh portal ini, Lorenzo kalau nggak ragu-ragu di Catalunya, bisa saja dia yang juara. Eh ternyata diakuinya. “Memang di tengah balapan di Catalunya itu sempat khawatir. Tapi kembali bangkit di akhir lomba. Dan sempat memimpin lima lap di Barcelona adalah indikasi kemajuan Ducati. Itu juga modal saya ke Assen,” jelas Lorenzo yang kembali bicara soal peluang, tapi bukan php. Miolo

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2017, Moto2, Moto3 2017

BAGIKAN