nhk

Kawasaki Boikot Seri II IRS Sentul

 

 

ManiakMotor – Ngambek, mutung atau dikenal dengan walk out jalan terakhir dipilih Kawasaki di kelas kejurnas 250 cc. Mempan, pesertanya didominasi Kawasaki yang tiga tahun ikut OMR-nya di Sentul. Honda, hanya ada lima pembalap. Peserta seluruhnya 23. “Dengan berdebat, pembuat peraturan selalu merasa benar. Lebih baik gak ikut seri 2,” jelas Fredyanto Basuki yang memimpin rombongan Kawasaki ke medan laga IndoSpeed Race Series (IRS), Sabtu dan Minggu atau 21 – 22 April 2012, di sirkuit Sentul Internasionl.

Dikira kelas ini primadona di balapan IRS. Ronde pertama ini, pecandu menunggu persaingan tegang. Maklum, 250 cc naik pangkat adanya Moto3 yang 4-tak. Kapasitasnya tepat sebagai penjenjangan di Indonesia. Motornya tersedia, pabrik mendukung. Harapan kian melambung, Honda sebagai pendatang baru lengkap dengan tim pabrik.

Tetapi, itu tidak terjadi. Garing! Sungguh, kering kerontang! Honda CBR 250 cc sangat jauh memimpin. Dua pembalapnya becanda mengasapi lawan-lawannya. “Tidak imbang akibat regulasi mengkebiri Ninja 250 RR. Disebut kelas standar melawan tune-up. Honda leluasa men-tune. Untuk apa ikut seri 2,” dukung Hendry Suandy dari Kawasaki Greentech Riau (KGR) yang menurunkan dua joki di kelas tersebut. Bisa ditebak, keok! 

KGR harus beli dua batang palu masing-masing 10 kg. Bukan untuk menghantam CBR. Juga bukan untuk siap-siap tawarun. Itu pun masih ditambah dengan dua buah palu kecil. Itu untuk menggenapi, supaya bobot Ninja 250 RR bisa mencapai 157 kg. Jika tidak, dipalu ulang sampeyan. Maksudnya, didiskualifikasi, brur

Tanpa beban itu di Sentul besar, Ninja jarang cetak 1 menit 50 detik. CBR sekali ikut bermain 1 menit 50 detik, saat lintasan kering. Sabtu,  hasil QTT direvisi berkali-kali. Maka keluar aturan tambahan. Tetap saja, Kawasaki menganggap berat sebelah. Masing-masing merek berkurang 5 kg dan Honda boleh ganti pelek. Kawasaki, tidak!

Muncul aturan itu, berdasarkan Ninja 250 RR bermesin dua silinder.  Wajib naikkan bobot sampai 157 kg dari berat standar 132 kg. CBR dengan satu silinder, cukup 135 kg. “Kapasitas sama. Apa pernah dihitung setiap dk harus menanggung berapa kg? Lalu, dikonversi lagi pada jumlah silinder?” tanya Ibnu Sambodo, mekanik Kawasaki Manual Tech yang tak lain tim pabrikan Kawak.

Tidak ada hitungan CBR pakai injeksi yang setara dengan dua silinder karbu. Yang aneh lagi, CBR boleh ganti klep dan throttlle body. Kira-kira sama dengan memperbesar diameter karbu. Sedang Ninja 250 RR standar abis dan masih deiberi beban. Pantas, Ninja kembali ke unsur api, seperti film-film silat Mandarin soal Ninja yang wajahnya ditutup kain. Separuhnya pada ngebul.

Benny Djatiutomo, manajer Astra Motor Racing (AMR) atau tim pabrikan Honda, awalnya  beranggapan para tunner Ninja 250 RR kaget. Mereka bingung setelah aturan diperketat adanya kejurnas. “Tahun sebelumnya mereka bermain OMR tanpa pengetatan regulasi. Ini hanya sementara,” kira Benny saat kisruh QTT.  

Tetapi ketika Minggu, motornya jauh di depan saat race day. Benny mengaku bekerja dituntun regulasi. Dia bangun CBR berdasarkan aturan tertulis. “Regulasi itu telah disetujui dua pabrikan yang terlibat. Yakni Kawasaki dan Honda. Ada tanda tangan persetujuan dari kedua belah pihak. Saya tidak hadir dalam pertemuan tersebut,” jelas Benny yang tahun ini direkrut Honda. 

Bambang Gunardi selaku kepala departemen olahraga PP IMI sulit dihubungi. Pak Bambang yang juga otak IRS cuekin bbm. Mungkin, dia ketiduran. Kecapean! “Saya yang tanda tangan wakil Kawasaki. Saat itu mendapat desakan dan sulit dibantah. Saya, iya-iya saja. Silakan! Lihat sekarang. Imbang gak? Kan dibilang tadi, di Indonesia harus ngambek berhadapan dengan orang yang sangat mengerti!” seru Freddyanto Basuki yang juga Kepala Pemasaran Nasional PT Kawasaki Motor Indonesia itu.

Koh Apeng atau Edwin Bongso menyangkan aturan yang buru-buru. Komunitas dari Kawasaki yang terlanjur terbentuk akan cerai berai. “Model seperti ini biasanya peserta perorangan yang  menghilang duluan. Kemudian akan diikuti pabrikan. Apalagi Kawasaki yang tidak sebesar Honda dan Yamaha. Sayang juga, Honda yang sebenarnya serius jadi kena imbasnya. Ini hanya aturan,” wanti pentolan Champion Motor Sport yang kembali aktif setelah diadakan kelas sport menengah di Sentul.

Cari jalan terbaik. Ini kelas menjanjikan. Kelas harapan. Kelas yang bisa dijangkau. Kelas yang motornya dijual bebas di Indonesia. Kelas impian, ada jenjangnya.  Don Miolo

BERITA TERKAIT:
IRS 250 cc Seri 2, Senjata Ninja Shuriken-Jutsu..!
Catatan MotoGP, Harga Diri Rossi Dicolek..!
 IRS Seri 2 Sentul, Balap Bebek Adalah Warisan
Tim Dan Pembalap IndoPrix 2012, Lengkap..!
Revisi Bobot Kejurnas 250 cc, Adil Kah????
Modifikasi Honda Blade, Pemenang IndoPrix Kenjeran
ARRC Sentul QTT Underbone, Malaysia Bikin Catatan Baru Di Sentul..?
ARRC Sentul, Gengsinya Di Supersports 600 cc

HASIL JUNIOR SBK

 

HASIL NINJA 150

 

HASIL OMR NINJA 250

 

PREMIUM ROOKIES 110 cc

PREMIUM ROOKIES CUP 125 cc

 

BAGIKAN