nhk

Kawasaki KX250F 2013, SE Injeksi Digital



ManiakMotor –  Efesiensi otot mesin, rangka dan suspensi adanya pada Kawasaki KX250F. Ini special engine (SE) pernah booming 2010 dan 2011. Pemicunya Ryan Vilovoto yang melejit di AMA Supercross walau bermain di MX1 atau 450 cc, tetapi efeknya ke Indonesia.

Pada 2010, hampir semua crosser Indonesia menunggang KX250F di kejurnas MX2 atau 250 cc. Kejurnas moto-x tahun itu, mirip OMR KX250F. Pada tahu itu juga motor ini dinobatkan special engine terbaik di dunia.  

Ketenaran KX250F tersaingi Honda CRF250R yang sama-sama memperbaiki tenaga lewat injeksi, rangka dan suspensi. “Saya coba dua-duanya. Ada perbedaan. Di SE jika tenaga membesar tanpa diimbangi hendling, rasanya kurang nyaman. Agak beda dengan versi tahun-tahun sebelumnya,” papar Agi Agassi, crosser Dumasari yang jelas sekarang pakai Honda.

Tenaga KX250F 2012 melonjak pada putaran tinggi adanya  teknologi digital fuel injenction (DFI). Jika ini digital berarti yang lain masih analog. Standar DFI ini jadi persoalan, lantaran tidak semua konsumen mampu memapping ECU-nya.

“Jika dimapping sesuai sirkuit masalah itu bisa diatasi,” sebut Teddy Gustiar, Manajer Kawasaki Denso Caspian Orca Motor yang diperkuat Adi Aprian Nugraha di kejurnas MX2 Indonesia.    

Maka pabrikan Kawasaki dunia memukul rata – nggak pake golok –  pada versi 2013. Anggap saja semua belum sanggup menyetel lewat program. Maka DFI yang bekerja dua tahap tersebut (mirip injeksi Kawasaki New Ninja 250) disesuaikan kembali. Misalnya posisi intake dipermak lebih tinggi, agar injeksi langsung mengarah ke ruang bakar. 

Istilah perubahan intake ini disebut downdraft. Maksudnya campuran udara dan bahan bakar tidak meliuk-liuk, tapi langsung sasaran. Ini ikut mengubah kepala silinder, bro. Termasuk dudukan payung klep. Pokoknya asupan bahan bakar lebih cepat 4 derajat. Kalau diceritakan di sini siang malam nggak bakal habis. Keburu ngantuk pembaca dan rambut penulisnya pada rontok, botak pak. 

Pendeknya, diimbangi saluran buang sampai konstruksi kenalpotnya benar-benar baru. Volume tabung kenalpot berkurang karena lebih pendek. Namun desibelnya masih sesuai syarat, 94 db. Di Indonesia mah, nggak pakai itu aturan. Nggak ada alatnya untuk mengukur, kok. Hahaha. “Tenaganya lebih rata ketimbang versi 2012 yang baru enak pada putaran medium ke atas,” jelas test rider Frankie Garcia pada Motorcyle USA.    

Sebenarnya loncatan besar SE Kawasaki 2013 soal pemetaan pengapian sesuai kondisi tanah. Akselerasi kuat, sedang dan lembut yang bisa disetel sendiri dari tombol di setang. Termasuk sokbreker depan dengan tabung udara khusus. Sayangnya, teknologi itu baru dipakai di MX1 atau 450 cc. Untuk KX250F hanya merampingkan 4 mm rangka yang berimbas jok dan tangki. Ergonomik lebih bagus pada selengkangan crosser. 

Satu lagi, ternyata  KX250F yang dijual Kawasaki Motor Indonesia (KMI) bukan langsung dari Amerika. Tapi versi Asia yang dirakit di Malaysia. Ada beberapa perbedaan speksifikasi. “Itu dulu, sekarang banyak protes sehingga semua harus sama,” tangkis Chris Thomas dari Kawasaki Junior Motor perpanjangan KMI menjual KX250F di Indonesia. 

Iya, yaya. Miolo

BERITA TERKAIT:

Jadwal Baru Kejurnas IRC Motocross Seri-4

Yamaha YZ250F 2013, Satu-satunya SE Karburator

Honda CRF250R 2013, Asli Penggaruk Tanah, Bro..!

Suzuki RMZ-250 Versi 2013, Dilupakan Di Indonesia

Husqvarna TC250 Versi 2012, Penggaruk Tanah Jempolan



 

 

Speksifikasi 2013

 

Engine                                 : DOHC, 4-valve, Liquid-cooled, 4-stroke Single
Displacement                     : 249cc
Bore x Stroke                     : 77.0 x 53.6mm
Fueling                               : DFI® with 43mm Keihin throttle body and dual injectors
Compression Ratio            : 13.8:1
Transmission                     : Five-speed with wet multi-disc manual clutch
Final Drive                        : Chain
Frame                               : Aluminum perimeter
Rake/Trail                         : 28.7 deg. / 5.0 in.
Front Suspension             : 48mm Showa SFF fork, 40-way spring preload adjustability, 22-position compression, 20-position rebound damping, 12.4 in. travel
Rear Suspension              : Uni-Trak® linkage system and Showa shock, 9-position low-speed and stepless high-speed compression, 22-position rebound damping,

adjustable preload, 12.2 in. trave
Front Tire                            : 80/100-21
Rear Tire                              : 100/90-19
Front Brake                        : Semi-floating 250mm petal disc, 2-piston caliper
Rear Brake                          : 240mm petal disc, 1-piston caliper
Overall Length                  : 85.4 in.
Overall Width                   : 32.3 in.
Overall Height                  : 50.0 in.
Wheelbase                        : 58.1 in.
Ground Clearance           : 13.0 in.
Seat Height                        : 37.2 in.
Curb Weight                      : 233.6 lbs. (claimed)
Fuel Capacity                     : 1.61 gal.
Color                                     : Lime Green

BAGIKAN