nhk

Kecelakaan Kawasaki ER6n Ustad Jefry Al Buchory, Kata Pembalap Profesional ‘Redaman Suspensi Kurang’

 

 

 

ManiakMotor – Kawasaki ER6n sesuai harganya moge ‘murah’, ada beberapa perangkat yang ‘dikurangi’ kencanggihannya. Untuk kelas moge 650 cc, ER6n ini masih pakai fork atau suspensi depan yang biasa dipasang pada  motor kapasitas 200 cc ke bawah. Makanya, kecelakaan yang menimpa Ustad Jefry Al Buchory pada 26 April 2013 dini hari di Bundaran Pondok Indah (BPI), Jakarta Selatan, memang bukan hanya suspensi penyebabnya, masih banyak kemungkinan lain. Tapi suspessi salah satu sebabnya.

Dalam kecepatan tinggi untuk menikung di BPI butuh suspensi berkelas jika dilihat dari hasil motor yang babak belur, yang jelas bukan dalam kecepatan rendah. Kecepatan sesungguhnya, portal ini nggak mau spekulasi. Yang jelas juga, menurut sumber keluarga, Pak Ustad hanya pakai helm half face atau helm yang tidak menutup seluruh wajah dan kepala.

Rata-rata moge 600 cc ke atas keluaran masa kini suspensi depannya sudah up-side down (USD). Itu bukan sekadar mengedepankan gaya atau style,  tapi USD memiliki kelebihan. “USD lebih stabil meredam guncangan. Kelebihan suspensi ini akan semakin menolong saat dapat guncangan hebat. USD dengan cepat meredamnya,” ujar M. Fadli, pembalap SuperSport 600 cc dari tim Kawasaki Beet Manual Tech yang biasa mengendarai Ninja 600 cc.

Itu didukung salah satu pembalap senior Indonesia. Katanya, guncangan bukan hanya saat melibas jalan bergelombang. Tapi juga datang dari pengendaranya sendiri. Misalnya, “Saat panik ingin mengembalikkan ke jalur yang semestinya. Ini yang disebut guncangan dari atas. Reaksi kaget itu salah satu yang bisa mengeleminirnya adalah suspensi. Samakin bagus suspensi, guncangan itu makin kecil,” jelas Petrus ‘Tobun’ Canesius, pembalap senior yang dimaksud dari Jakarta. 

BPI adalah jalur yang meggoda untuk ditikung. Siapa pun yang hobi kebut motor pasti ingin mencobanya di situ. Tetapi, dalam berita-berita Ustad Uje –  begitu Pak Ustad 40 tahun ini akrab disapa –  belum ada yang pasti penyebabnya. Saksi mata mengatakan, ER6n yang dikendarai Pak Ustad lebih dulu menghantam terotoar. Juga disebut pada pukul 1.30 WIB itu, terjadi kecelakaan tunggal dan menghantam pohon palem usai arah bundaran dari jurusan Pondok Indal Mall. Berarti, Pak Ustad berusaha kembali menikung setelah melewati bundaran, sayang gagal.    

Bisa jadi, sekali lagi hanya bisa jadi, suspensi dari ER6n telat menerima respon dari pengendara mengarahkan motor lebih dalam, ke  kanan. Suspensi malah ‘melawan’ keinginan untuk berbelok alias tetap lurus. Apalagi kondisi fisik dari Ustad Uje dikabarkan sedang kurang sehat. Itu membuat refleksnya lambat menghendling ER6n bertenaga 72 dk (bukan 73 dk seperti berita sebelumnya) pada 8.500 rpm.

“Kecelakaan terjadi karena motor sudah tidak mengikuti keinginan pengendara. Salah satu sebabnya kacaunya redaman suspensi, karena guncangan tadi, ditambah kecepatan, bobot, pengereman dan tenaga motor itu sendiri. Tetapi pengendara yang punya jam terbang tinggi, terlatih dan terbiasa, bisa menyesuaikan kemampuan suspensi motornya, kendati pakai teleskopik biasa. Feeling ini hilang jika pengendara sedang tidak sehat,” urai Tobun lagi.

USD memiliki performa lebih dibanding teleskopik konvensional. Secara teknis, tabung kompresi pada USD terletak di sisi atas. Juga memiliki dimensi yang lebih besar. Otomatis memuliki ruang yang lebih banyak untuk sirkulasi oli sebagai peredam untuk mengubahnya guncangan jadi halus dan teratur.  Juga tabungnya diam terikat pada segitiga fork depan. Begitu ada guncangan dari atas dan bawah, motor tetap stabil dan pengendara tidak akan panik.

Tapi apa pun itu, Inalilahi Wainalilahi Rojiun, semoga amal Ustad Jefry Al Buchory diterima di sisi-Nya. Adit

BERITA TERKAIT

Speksifikasi Kawasaki ER6n (650 cc) Tewaskan Ustad Jeffry Al Buchory, Mesinnya 73 Tenaga Kuda

Speksifikasi Ducati Sport 1000 S, Tewaskan Direktur Di Jalan Sudirman

SPEKSIFIKASI

FRAME

Suspensi Depan

41 mm Telescopic Fork

Suspensi Belakang

Monoshock Suspension

Rem Depan

Rem Cakram Twin Port

Rem Belakang

Rem Cakram Twin Port

Ban Depan

120 / 70ZR17M / C (58W)

Ban Belakang

160 / 60ZR17M / C (69W)

Panjang x Lebar x Tinggi

2.100 mm x 770 mm x 1.110 mm

Jarak Poros Roda

1.410 mm

Jarak ke Tanah

130 mm

Berat

204 kg

Kapasitas Bensin

16 Liter

Trail

110 mm

ENGINE

Tipe

4 – Langkah, 2 silinder sejajar

Maksimum Power

53kW (72.1 PS) / 8.500 RPM

Torsi Maksimum

64 N.m (6.5 kgf.m) / 7.000 RPM

Diameter

83 x 60 mm

Volume Silinder

649 cm3

Valve System

DOHC, 8 Valve

Sistem Bahan Bakar

Fuel Injeksi : diameter 38 mm x 2

Sistem Pengapian

Digital System

Sistem Pendinginan

Coolant

Perbandingan Kompresi

10.8 : 1

DRIVETRAIN

Jumlah Transmisi

6 – Speed

Primary Reduction Ratio

2.095 (88 / 42)

Rasio Gigi Ke-1

2.438 (39 / 16)

Rasio Gigi Ke-2

1.714 (36 /16)

Rasio Gigi Ke-3

1.333 (32 / 27)

Rasio Gigi Ke-4

1.111 (30 /27)

Rasio Gigi Ke-5

0.966 (28 / 29)

Rasio Gigi Ke-6

0.852 (23 / 27)

Final Reduction Ratio

3.067 (46 / 15)

Tipe System Final Drive

Chain Drive

Kopling

Wet Multi – Disc

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353