nhk

Kejurnas 250 cc Diminati, Ada Barang

ManiakMotor – Kejurnas 250 cc sebenarnya punya pondasi. Sosok motornya dijual umum, purna jual siap. Pebisnis komponen racing boleh jualan. Balap tumbuh, bila ada transaksi di situ. Sebaliknya, jika dibatasi, gera’annya sempit. Justru yang ramai balap liar. Sama saja menunjang geng motor. Atau malah toko bangunan, tempat beli palu pemberat Ninja 250RR. Xixixi

GP Mono dan Supersports tidak berkembang di Sentul, kedua kelas ini tidak dijual di Indonesia. Supersport bertahan dengan hitungan 10 jari, karena program pabrikan. Tetapi tidak bisa menjangkau lebih luas lagi. Terbatas. Pebisnis variasi kompetisi ogah terlibat, lantaran nihil pembeli. “Ada motor dijual pun, harganya mahal,” kata Kerry Hutama dari Champion Motor Sport (CMS) yang kembali aktif adanya kelas 250 cc.  

Beda dengan Ninja 250RR dan CBR250R. Bahkan, dengan sport-tune 150 cc 2-tak yang pernah di Indonesia 15 tahun lalu. Kelas yang pernah membunuh tiga penonton di Lombok itu 1997 itu, timpang. Hanya Suzuki RGR150 yang dijual. Pesaingnya Yamaha TZM150, masih impor. Honda NSR150 dan Kawasaki Ninja150R, ketika itu pabrikannya boro-boro pikir balap.  

CBR250 dan Ninja 250RR, tukang ketok pinggir jalan pun boleh mengerjakan kenalpot. Yang penting suaranya ngebas. Abis kampas rem dan kopling, ada di toko sebelah. Peserta perorangan yang peramai dan penderita,  boleh ambil bagian. Wajar,, kejurnas 250 ditunggu di seri pertama. Sayang, “Regulasi kejurnas tanpa ada riset lebih dulu,” sebut Wariatno Pratna, bapaknya Imanuel Pratna yang ke-3 dengan Ninja 250RR di seri pertama kejurnas 250 cc, kemarin.

Lebih penting  – walau mimpi – dipertandingkan di MotoGP kategori Moto3 mesin 4-tak 250 cc. Persis Ninja 250 dan CBR250. Sssst… awas bangun dari mimpi! Siapa tidak mau mimpi pembalap Indonesia di sana? Moto3 adalah prototipe satu silinder, di Qatar kemarin 229 km/jam top speednya. “Karena mimpi itu, Honda terlibat di kejurnas 250 cc. Soal regulasi silakan dibicarakan ulang,” timpal Benny Djati, manajer Astra Motor Racing yang membawa dua CBR250R yang gempar itu.

Sama dengan mimpi orang tua, tim dan pembalapnya ke Moto3. “Mimpi ini ada di kelas 250 cc. Termasuk IRS di sirkuit asli permanen seperti Sentul,” jelas Bambang Gunardi, pencetus IRS dan kerap jadi president juri MotoGP. Ayo kurang mimpi apalagi? A, a, anunya pak…. rrrrrr, regulasinya pak! Iya, iya… Itu penulisnya yang jawab bos. Pak Bambang masih tidur.

Balap bebek ramai  terus, karena didukung semua faktor tersebut. Empat pabrikan, malah. Kejurnas 250 gempar, maunya seperti bebek di versi sport yang eksklusif di Sentul. Jadi antiklimaks  gara-gara aturan. Kabar terakhir, Kawasaki tetap memboikot seri dua IRS, jika aturan adil belum didapat. Seri dua belangsung 9 September 2012. Waaalah, masih jauh. Tidur dulu ah, mimpi asyik. Don Miolo

BERITA TERKAIT:
Kawasaki Boikot Seri II IRS Sentul
Regulasi 250 cc Yang Adil, CBR 56 Dk dan Ninja 65 Dk
IRS Sentul, Menghidar Dari 250 cc
Latihan IRS Sentul 250 cc, ‘Kawak’ Diasapi 3 Detik
IRS Seri 2 Sentul, Balap Bebek Adalah Warisan
IRS Seri 2 Supersports, Tumben Don…?
Revisi Bobot Kejurnas 250 cc, Adil Kah????
IRS Sentul, CBR 250 Jauh Sekali
CBR 250 Sikat QTT Kejurnas 250 cc Di Sentul
IRS Biasakan Balap Di Sentul Besar

 

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353