nhk

Kejurnas 250 cc IRS, Bekal Honda Di Asia Dream Cup

 

ManiakMotorKejurnas 250 cc di Sentul baru lalu, boleh jadi tolok ukur pembalap Honda Indonesia di Asia Dream Cup (ADC). Lomba ADC diputar bersama Petronas Asia Road Racing Championship. Itu lomba dikonsep TWMR (Two Whels Motor Racing) dan HRC Jepang. Tetapi, regulasi mesin di ADC jauh dengan kejurnas yang bikin CBR leluasa tune-up.

Hanya Denny Triyugo terdaftar di ADC yang turun di kejurnas kemarin. Wawan Hermawan yang melenggang bersamanya, tidak didaftarkan. Sementara, Iswandi Muis yang justru bersama Denny di ADC  dibalut cidera. Duet ini akan menghadapi 16 pembalap Asia, termasuk di dalamnya pembalap Jepang.

ADC adalah jejang mimpi ke Moto3. Model balap ini dijual TWMR – promotor ARRC –  ke Honda Asia. Maka, TWMR pula yang menjalankan seri ADC sesuai jadwal ARRC. Lihat jadwal ARRC di kanal lain. “Hasil kejurnas memang jadi patokan. Tetapi, keputusan Astra Honda Motor (AHM) tetap mengirim Iswandi,” tegas Anggono Iriawan, manajer motorsport AHM terhadap pembalap dari Ujung Pandang itu.

Tipe ADC adalah OMR (one make race) Honda CBR 250R. ADC diformat sekaligus academy. Juara di sini, janjinya ke Moto3. Maka, setiap lomba dikawal Makoto Tamada. Mantan pembalap MotoGP dan WSBK itu, jadi instruktur tetap ADC. Managemennya dikelola langsung HRC Jepang. Wuihhh… canggih, dong. Seri awal ADC  berlangsung 11 – 13 Mei di sirkuit Sepang, Malaysia 2012.

Jangan senyum dulu. Silakan manyun kembali, bahwa regulasi berbeda dengan kejurnas 250 cc di Indonesia. Motor CBR250 di ADC diundi. Setingannya sama rata, sama rasa. Dapat asin, asin saja. Walau buatan pabrikan, satu sama lain beda. Yakin itu dan sering terjadi dalam event sejenis. “Engine zero.  Tim hanya boleh setel sprocket dan suspensi. Mapping ECU juga bisa,” kata Ron Hogg, Direktur Utama TWMR lewat bbm.

Engine zero bisa diterjemahkan adalah, CBR itu tidak ada mesin. Lalu pembalapnya mendorong motornya. Kalau begitu, balap karung saja. Bukan, bukan itu! Maksudnya, mesin standar abis. Dilarang dipegang, apalagi dikorek. Lebih-lebih dipegang habis balap, melepuh tangan sampeyan. “Soal mapping saya tanya ulang pada HRC Jepang. Jawabannya, yang berhak melakukan mapping hanya mereka. Itu diseuaikan dengan sirkuit. Tim tidak boleh,” cerita  Ade Rachmat, manager teknik Astra Racing Team yang keahliannya soal kotak-katik ECU.

Bayangkan dengan kejurnas 250 cc Indonesia. CBR boleh ganti klep, racik ulang noken-as, pakai ECU Vortex full programmable dengan 10 mapping. Termasuk ganti kenalpot dan sebagainya dengan suspensi Ohlins. “Di ADC keterampilan pembalap yang menentukkan. Motor sama,” tambah Ron Hogg.

Wah, berat. Lebih lengkap baca; ‘IRS Sentul, CBR Jauh Sekali’, ‘Kawasaki Boikot Seri II IRS Sentul’, Kejurnas 250 cc Ramai, Ada Barang’. Don M

BERITA TERKAIT:
Regulasi 250 cc Yang Adil, CBR 56 Dk dan Ninja 65 Dk
Balap Motor Asia Dream Cup, Honda Indonesia Mendaftar
Kurcaci 11 Tahun Ikut Underbone 115 cc ARRC
ARRC Minggu Ini, Munculnya Singa Arena
 

 

BAGIKAN