nhk

Kejurnas Balap Motor (KBM) 2015 Sentul: UB/IP125 Berhasilnya Z1 ECU Vortex, Knalpot R9!

 

 

ManiakMotor – Jupiter Z1 membuktikan performa terbaik di Sentul International Circuit (SIC) alias Sentul Besar. Ini sekaligus menjawab tantangan bahwa Z1 sanggup di semua model sirkuit Indonesia. Juga menjawab Ibnu ‘Pak De’  Sambodo pawang Kawasaki Manual Tech Rextor. Maklum saja, beberapa tahun sebelumnya Z1 memang dominan di sirkuit macam Sentul Kecil, Balipat, Binuang Kaltim atau Sekayu, Sumsel.

Hasil race 1 dan 2 UB125 pada Kejurnas Balap Motor (KBM) yang dulunya IndoPrix di Sentul Besar (10-11/10) lalu fakta justru  Z1 karya lokal yang bicara. Motornya sih nggak bicara, pembalap dan mekaniknya. Race 1 Z1 Fitriansyah Kete dari Yamaha Yamalube RPM NHK FDR R9 SSS memberi kejutan dengan podium kedua.

Dominasi berlanjut di race 2, bahkan mutlak setelah tiga podium dikuasai Z1 semua. Selain Z1 Kete yang finish terdepan, juga diikuti Z1 Syahrul Amin  (Yamaha Yamalube NHK IRCNissin NGK Bahtera) dan Z1 Richard Taroreh (YSS Yamaha Sakura IRC NHK Yonk Jaya).

Di antara ketiganya, Kete adalah pengumpul total point tertinggi di seri ini (45). Makin bermakna, lantaran ini juga bisa disebut come back-nya, Yamaha RPM, Kete dan Waskito Ngubaini alias Merit. Maklum saja, di beberapa seri sebelumnya nama mereka seolah ‘tenggelam’. Makanya, Merit coba beberkan kuncian settingan terkininya,

“Utamanya setelah setting ECU Vortex. Inilah yang sebenarnya jadi kendala utama, penah pakai ECU bawaan Z1 Jepang yang memang beda serial dibanding tim lain. Syukur Vortex berhasil,” beber Merit sembari menambahkan ditopang knalpot R9 yang khusus dirancang untuk injeksi.  Kalau cerita perangkat mekanikal macam porting, kem dan sebagainya, karya Merit tak meragukan. Artinya dari segi power dia memang sudah dapat.

Tantangannya justru pada setting ulang ECU Vortex yang aslinya buat KXF 250, “ECU ini sebenarnya untuk mesin water cooling alias sistem pendingin air. Sementara Z1 udara dan oli, jadinya harus kalibrasi ulang untuk sensornya. Padahal, titik didih air dan oli beda. Jadinya, ECU membanya sering overheat atau malah terlambat panas. Itu lantaran sensor membaca kurang tepat, semprotan bahan bakar dan pengapiannya pun nggak tepat,”jelas Merit yang punya background dosen teknik mesin itu.

Pastinya, proses cari settingan yang tepat pada kalibrasi itu butuh waktu, tapi sekali ketemu berani lawan tuh. Hehe..”Riset injeksi itu harus terukur, semua serba canggih dan data harus ke entry dengan benar. Bukan modal bejo, hari ini kenceng besok ilang lagi. Mekanik memang dituntut melek teknologi dengan bebrbagai macam literature,” yakin Yoshi selaku manager tim yang diangguki Supriyanto, Manager Motorsport Yamaha Indonesia. 

Buktikan kembali! Ardel

BACA JUGA

Hasil Kejurnas Balap Motor Seri-5 Sentul Besar, Bogor, Jabar 10 – 11 Oktober 2015

KBM 2015 Sentul; Greentech Akan Ganti Ninja 250 Fi, SS600 Masuk Target

Kejurnas Balap Motor (KBM) 2015 Sentul: Yamaha Juara Nasional Kelas 150cc dan 250cc

Kejurnas Balap Motor (KBM) Sentul; Underbone/Sport 150, Lagi MX King 150 Kepret DOHC!

Kejurnas Balap Motor (KBM) 2015: SS 600 Yudhis Juara Nasional, Memang Layak Bangat!

BAGIKAN