nhk

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasik: Milik Rheza Dhanica, Z1 ‘Lokal’ 23,5 Dk!

 

 

ManiakMotor – Motor bila dibangun dari awal oleh mekanik itu sendiri, pengembangannya jelas dan terarah  olehnya. Itu menurut Haris Shakti Wibowo akrab disapa Mlethiz. Katanya, kalau bikin sendiri mekanik akan mudah menemukan solusinya. Itu dibanding hanya meneruskan dari tangan mekanik lain macam Z1 Racing dari Jepang tempo hari.

“Sebagai referensi teknologi, apalagi soal elektronik, memang harus Z1 Racing Jepang. Tapi sebagai mekanik harus bikin dari nol. Supaya bila ada penyakit, misalnya performanya menurun, akan cepat mengatasinya karena tahu sumber penyakitnya. Kan bikinan sendiri,” jelas Mlethiz, tunner dari  Yamaha Yamalube KYT TDR IRC Trijaya.

Z1 bikinannya itu kini sudah oke beibeh. Tuh mengantar Rheza Denica unggul di race 1 dan 2 di underbone 110 cc. Rheza dominan dalam 25 lap di sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya, Jabar (20/9). Coba kilk lagi, http://maniakmotor.com/index.php/roadraces/indoprix/9888-kejurnas-balap-motor-kbm-tasikmalaya-kualifikasi-ub-125-110-rheza-double-pole-pecah-rekor-dengan-z1.  

Karena bikinan sendiri alias Z1 lokal, di Peusar kermarin, Mlethiz memainkan konsep torsi lewak klep titanium Jepang. Kalau ubah klep, otomatis ruang bakar ikut direkayasa. “Setelah akselerasi dapat, baru memainkan rasio sesuai karakter Peusar,” tambah Mlethiz yang ingin ubah anggapan Z1 terkendala pada saat start yang selalu lambat lantaran kurang kuat lontaran powernya.

Start dari pole potition Rheza langsung ‘ON’ alias tak harus menunggu 3-4 lap kemudian untuk mengejar. Di race 1, Z1 yang digeber Anggi Permana rekan satu tim Rheza juga naik  podium kedua. Dari laju-lajunya boleh diamati, Z1 milik Anggi kalah pada topnya dibanding Rheza.

“Basic powernya memang naik signifikan, hasil dyno terakhir 23,5 dk,” sambung Rudi Hadinata, selaku pemilik tim yang bermarkas di Bandung itu. Hasil UB 110 yang didominasi Z1 (injeksi) ini mendapat respon spesial, “Injeksi semakin banyak yang pakai. Pada 2016 semua tim pabrikan wajib tampil dengan injeksi di semua level,” tegas Supriyanto, Manager Motosport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Dari 18 starter yang tampil di kelas ini, hanya ada dua Kawasaki dan selebihnya Yamaha yang sebagian besar sudah injeksi. “Pada intinya engine system 100% tim sudah sukses dan setiap tim berbeda settingannya. Saat ini sedang riset FI system dan electric system,” imbuh Disep PJ, Divisi Motorsport PT YIMM.

Oke deh. Ardel

BACA JUGA

Hasil Kejurnas Balap Motor (IndoPrix) Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar 19 – 20 September 2015

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasikmalaya: Kualifikasi UB 125/110, Rheza Double Pole, Pecah Rekor Dengan Z1!

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasikmalaya: Kualifikasi Sonic 150R Masih Kalah Dari MX King Dan Satria FU!

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasikmalaya; IP150 Atau UB/Sport 155, MX King Vs FU Vs Sonic 150R!

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasikmalaya (Jelang): Aldy Satya Mahendra, Uji Z1 MP6!

BAGIKAN