nhk

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasikmalaya: Kualifikasi Sonic 150R Masih Kalah Dari MX King Dan Satria FU!

ManiakMotor – Honda Sonic 150R masih kalah dari Yamaha MX-King dan Suzuki FU di kualifikasi. Disebut ‘masih kalah’, karena ini masih QTT belum lomba. Juga ini motor baru pertama muncul di balap motor yang diadu dengan merek lain, kalau OMR kan nggak ada patokannya bro.

Tepatnya di sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar (19/9) dalam rangka seri ke-4 kejurnas balap motor yang dulunya IndoPrix. Di kelas Sport/Bebek 150 ada empat Sonic 150R terlihat di sana. Dua milik Kawahara Racing IRC dijoki Dany Keder dan Wahyu Widodo, satu dari HBLT Motul dikebut M. Nurgianto  dan Honda MS-Nissin FDR YSS yang dinaiki Owie Nurhuda.

Walau Honda katanya tak mau ikutan di IP, tapi mereka diam-diam memantau. Lho kok? Lha iyalah, kan kalau menang ikut terus. Kalau kalah ayo berhenti, ngumpet, hehe.  “Kendalanya masih banyak. Bodi dan suspensi belum menyatu. Mesin juga masih baru korek-korek. Masih butuh proses pengembangan. Ini saja power baru terpakai 50 persen,” jelas Farid Sungkar, bos Honda MS dari lokasi. “Tenaga baru 23 dari hasil dyno. Masih panjang prosesnya,” jelas Kupret, mekanik Honda Kawahara.   

Dari QTT ini masih Yamaha MX King Rusman Fadhil dari tim Traxxion Suspension And Vesrah tercepat. Fadhil mencetak 53.010 detik. Tak hanya Fadhil, tiga MX menyusul di belakangnya. Dari 9 starter di kelas itu, 4 posisi terdepan mutlak MX King. Dari data kualifikasi ada Rafid Topan dengan Suzuki Satria FU di posisi ketiga dengan 53.382 detik. Lantaran dianggap melakukan kesalahan yakni berhenti setting motor di pit area, Topan terkena pinalti dan start di grid belakang. Ya tetap catatan FU masih lebih cepat dari Sonic 150 R yang digemborkan saat mau dijual lebih bagus dari FU, silakan lihat hasil.

“Memang ini masih hasil kualifikasi, masih ada race day. Begitu, powernya meningkat dibanding sebelumnya. Tapi cara bawanya tak boleh dikasarin, kudu halus,” komentar Fadhil yang memang unggul jauh dibanding peserta lain lantaran Hawadis selaku juru korek memang sudah lebih duluan riset MX King.

Juga seperti penjelasan sebelumnya di sirkuit model begini, jelas MX King dengan suspensi sederhana depan ala bebek, lebih lincah dari Sonic dan FU yang teleskopik panjang. Asal tahu juga, keleibihan mesin SOHC juga punya torsi cepat dibutuhkan sirkuit macam Buki Pesusar. Tapi kalau di Sentul Besar mungkin beda cerita, pastilah DOHC dengan sokbreker depan ayam jago boleh cerita lain.

Khusus seri 4 di Kejurnas Balap Motor (KBM) ini, Hawadis menyebut ada tiga kata kunci set-up yakni final gir, suspensi dan re-mapping. “Secara layout sih sebenarnya hampir sama dengan Sentul Kecil. Bedanya di bagian dalam-dalamnya, harus cepat keluar. Makanya, final gir disetting di 12/46, torsi dapat di situ,” terang mekanik senior asal Madura itu.

Sebentar lagi race, ayo saksikan, ya di maniakmotor.com, kan IP tahun ini nggak ada siaran langsungnya. Ardel

BACA JUGA

Hasil Kejurnas Balap Motor (IndoPrix) Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar 19 – 20 September 2015

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasikmalaya; IP150 Atau UB/Sport 155, MX King Vs FU Vs Sonic 150R!

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasikmalaya (Jelang): Aldy Satya Mahendra, Uji Z1 MP6!

Kejurnas Balap Motor (KBM) 2015: Galang Pecah Rekor Sentul Kecil Bersama IRC Fasti 1, Mantap!

KBM 2015: SDM FDR Service Car Makin Terampil

 

BAGIKAN