nhk

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasikmalaya (Seri 4); UB 125 Hamer, ‘Pecah Telur ‘Ajian’ Suspensi!

 

 

 

ManiakMotor – Mesin kencang akan maksimal bila didukung suspensi. Sebenar-benarnya kunciannya di depan untuk terima perubahan bobot ketika pengereman di muka tikungan. Untuk belakang tentu saja ketika mendiamkan motor saat terima power dari mesin, sebesar apa pun itu tenaga saat keluar tikungan redamnya menjadi tugas sokbreker belakang. Depan-belakang akan bekerja bersamaan ketika di rolling speed dan trek lurus.

Tapi balap di Indonesia khususnya bebek, baru suspensi belakang yang punya aftermarket canggih, depannya custom dewek. Contoh Ohlins saja sudah ada distributor resminnya di Indonesia. Muncul lagi sokbreker belakang Penske dari Amrik yang diklaim jadi faktor kemenangan Wilman Hammer di UB125 atau underbone pejigo. Tepatnya dia menang di sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar (19-20/9) dalam rangka kejurnas balap motor 2015 yang dulunya IndoPrix.

“Suspensi bagian dari setingan bodi sekalian ban agar dapat grip. Hasil eksebisi Z1 di YCR lalu di Peusar ada input berarti untuk set-up Penske. Inputnya dari pembalap dan olahan data,” kata Widya Krida Laksana alias Gendut GDT kiliker Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera. Ini tim yang membayar Wilman.

Produk USA seharga Rp 32 juta satu set itu, memang dilengkapi dua tipe pegas untuk rebound. Yakni untuk ukuran pembalap 45 kg yang dianggap empuk. Ada juga yang hard yang diperuntukan buat pembalap yang bobotnya di atas 45 – 75 kg. Sementara, bobot Wilman 60 kg. Yang digunakan tentu ulir per yang rapat yang membuatnya jadi keras.

“Kompresi memanjang (rebound) dan kompresi memendek (bound) masing-masing boleh disetel 30 klik. Di Peusar reboundnya ditaruh di klik 15 dan boundnya di klik ke-8 dari hitungan paling keras (lambat),” jelas Novi Endaryono, pemilik tim sekaligus agen resmi Penske di Indonesia.

Hasilnya, Wilman bertarung rapi dan pengumpul point tertinggi di UB125. Pembalap dengan sapaan akrab Willy itu punya total point 45, hasil dari runner-up race 1 dan podium satu race 2. “Pecah telur! Sekaligus kado istimewa bagi Mas Gendut yang pas ulang tahun,” girang Willy yang memang menjadikan IndoPrix atau kejurnas jadi target prestasinya tahun ini. Sayang, nggak ada siaran langsung tv.

Willy yang dari hasil kualifikasi start dari posisi ke-3, mengaku tenang diredam setelan sokbreker tersebut. Dua race 25 lap tak mudah baginya, mengingat dua pembalap di depannya dua anak muda berbakat. Yakni Rheza Dhanica (Yamaha Yamalube TDR IRC Trijaya) dan Galang Hendra Pratama (Yamaha Yamalube Nissin Tunggal Jaya) adalah rival berat dengan Z1 kompetitif.

Oleh Supriyanto, Manager Motosport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tersenyum, karena UB125 pertarungan sesama Z1. Ada Hawadis pada Z1 Galang, dan Mlethiz di Z1 Rheza Dhanica. Ketiganya pula bikin Z1 ‘lokal’ laju dan bikin rekor baru di Bukit Peusar bermain di 52 koma sekian detik. “Untuk mesin saya rancang sendiri. Ada perubahan dengan ganti roller bukan templar pada klep. Perangkat injeksi seperti ECU, throttle body dan wiring harness masih bawaan Z1 Jepang. Termasuk suspesi setel sendiri, kalau Z1 Jepang kan Kayaba,” rinci Gendut! Ardel

BACA JUGA

Hasil Kejurnas Balap Motor (IndoPrix) Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar 19 – 20 September 2015

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasikmalaya; UB/SP150, MX King Vs Sonic 150 R, FU?

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasik: Milik Rheza Dhanica, Z1 ‘Lokal’ 23,5 Dk!

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasikmalaya: Kualifikasi UB 125/110, Rheza Double Pole, Pecah Rekor Dengan Z1!

Kejurnas Balap Motor (KBM) Tasikmalaya: Kualifikasi Sonic 150R Masih Kalah Dari MX King Dan Satria FU!

BAGIKAN