nhk

Kejurnas Drag Bike Tulungagung 2017: Sensor Anti Maling, Live Timing dan Display Penting

dragbike, teknologi , tulungagung

ManiakMotor – Sekitar 350-an starter telah meramaikan seri 1 kejurnas drag bike region Jawa garapan Bols Automotive Club di Sirkuit Jln A. Yani, Tulungagung, Jatim (26/3). Beberpa jagon papan atas luar Jatim seperti Eko Chodox Sulistyo (Semarang), Dwi Batank (Semarang), dan Hendra Kecil (Magelang) terpantau absen. Tidak lantas suhu persaingan jadi melempam.

Karena, ada Asep Robot (Bandung) dan Diki GA (Temanggung) dan skuad Pertamax Motor Sport V-Reinz (Jateng ) dari luar Jatim. Alasan absen pun  beragam. ”Fokus persiapan Indonesia (Drag Bike Championship) minggu depan,”bela Eko Chodox, selain juga sebut permasalahan hadiah yang minim. Atas dasar itu, beberpa diantaranya memang pilih main di Cicangkal, Serang, Banten dalam waktu yang bersamaan.

Hasil bisa dilihat lewat selular dan pembalap start terbaca lewat display

Ups..sama-sama satu region, kok bisa bersaman begitu ya. Padahal,  secara ‘strata’ nasional, mestinya kejurnas ini bisa dihargai promotor lain dengan cara tidak bikin bareng. Halo Pengda IMI dan PP IMI?

Ada hal menarik lain, selain persaingan panas sesama tim Jatim seperti Putra Tunggal Manahadap, YPM 55, HBM Evolusi, Wijaya, Mawikere, dan  IP90.  Dari pantauan portal ini,  hasil lomba live timing. Jadi, hasil pere race  bisa dipantau langsung lewat gadget, ngak perlu pantau catatan waktu. Kemudian ada sensor ‘anti-maling’ aliasa curi start dan display data penting.

Untuk sensor  ‘anti maling’, Jatim memang biangnya.  “Jangan main-main dengan sensor di Jatim, bergerak sedikit saja langsung jump start. Tapi inilah jadi salah satu pendorong pemula Jatim saat ini bisa bicara lebih dikancah nasional seperti Erwin Sredex, Gerry Percil,”bilang Rico Bochel, joki senior Jatim.

Ya, meski hanya bisa dipantau di lokasi, teknologi itu angkat gengsi event Jatim, apalagi  berstatus kejurnas. Nah, yang tak kalah menarik adalah display lewat layar digital yang terpampang di area start sisi kiri dan kanan. “Penonton bisa tahu langsung siapa joki yang bersiap di area start berikut no.start, berapa catatan waktu, sampaii berapa reaction time si joki. Data terkirim lewat system wifi,”ujar Dony Dablon from Em Tech Timing System seraya bilang untuk teknologi ini butuh biaya 25 juta-an.  Mantap! Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Tulungagung (Kejurnas), Jatim 26 Maret 2017

 

 

BAGIKAN