nhk

Kejurnas Gokart Seri 1 Sentul 2015: Time Micro Max = IP, Juaranya Ariel Andhika

 

 

ManiakMotor – Micro Max di kelas gokart hampir sama time-nya dengan underbone 125 cc di IndoPrix (IP). Itu di sirkuit Sentul Kecil atau Sentul International Karting Circuit (SIKC). Bebeknya telah ditune habis dapat 55 detik koma gede. Sama dengan Micro Max yang rata-rata saat race 56 detik dan rekor di Sentul Kecil 55 detik koma juga.

Tapi Micro Max di gokart masih kelas pembibitan atau penjejangan. Yang bertarung di kelas ini umurnya 11 tahun ke bawah. Speksifikasi mesinnya sebenarnya sama dengan junior atau senior, tapi down grade pada saluran bahan bakar masuk dan buang. Tujuannya anak-anak umur segitu boleh menguasai mesinnya, om.

Lalu apa hubungannya dengan motor, ya ada. Kan mainnya di Sentul Kecil yang juga dipakai untuk balap motor. Dan coba dengar yang ngomong ini. Dia mantan crosser nasional 90-an. “Pada karburator Micro Max skep tak terangkat penuh untuk membuka venturi karbu Del’Orto 34 mm pada mesin Rotax Max di kelas Micro. Mesinnya 125 cc,” kata Oke Junjunan.

Oke ini juga ‘bekas’ Ketua IMI Jabar dan memang berbisnis di suku cadang gokart dari Bandung. Ia sembari  menghitung  house power-nya menjadi 9 dk yang aslinya 15 dk bila dibawa senior dan yunior. “Tidak hanya skep yang dibatasi. Intake manifold yang harusnya 34 mm diperkecil jadi 28 mm. Jetting main-jet dibatasi dari 115 sampai 140. Lebih dari itu didiskualifikasi. Sengaja begitu, agar sesuai dengan skill penjenjangan anak-anak,” tambah Oke.

Yang juara di kejurnas gokart seri pertama di kelas ini namanya Ariel Andika dari UI Racing Team. Kejurnas ini berlangsung 22 Februari 2015. Ariel yang kelas 6 SD dan baru 11 tahun asal Jakarta tapi KIS (Kartu Izin Start) SUMUT itu , mampu membawa mesin 9 dk ini pada 13 tikungan Sentul Kecil. Dia yang membawa gokart tersebut, bukan dia yang terbawa-bawa kendaraannya.

Ariel konsisten menempatkan bawaannya yang empat roda itu pada sudut-sudut yang tepat. Dia memanfaatkan tenaga Rotax Max-nya. Kendengaran bro dari decitan ban. Saban masuk tikungan tanpa banyak membunyikan ban. Tanda dia menjejak racing line dengan tepat. Pengereman ketika masuk tikungan presisi diawali  sudut out dulu baru in, ya out lagi untuk meneruskan tenaga 9 dk tadi.

Ariel ini baru dua tahun lebih menggeluti gokart. Di pun lebih banyak belajar dari simulator. Maklum, bisa bosan saban hari di Sentul Kecil. Model sirkuitnya begitu-begitu terus. “Saya belajar dari simulator soal handling. Counter setir agar roda nggak bergeser banyak, juga didapat dari simulator di rumah,” kata Ariel yang omongannya sudah sangat lancar dengan seumur dia.

Eh masih ada lagi. Kenapa bisa sama dengan catatan motor yang kelas IP. Kan gokart empat roda. Titik pengeremannya lebih dekat tikungan ketimbang motor.  Buka throttle  usai menikung lebih cepat, karena tanpa mengubah posisi duduk pembalap. Nyambung dengan motor nggak? Nggak, ya sudalah. MM


BAGIKAN