nhk

Kejurnas Grasstrack Banjarnegara, Yunior Takut Jadi Senior

ManiakMotor Macam mana kalau mau berkembang diangkat jadi senior sudah menghindar?  Ini terjadi di balap garuk tanah alias grasstrack yang semestinya karir tumbuh subur. Ya iya, pasti subur wong garuk  tanah melulu kok. Apalagi level kejurnas grasstrack saat ini yang sudah ada embel-embel sponsor menawan.

Karena itu Final Kejurnas Grasstrack 2012 (FKG) seri 6 region 2 di sirkuit Komplek Pasar Ikan Purwanegara, Banjarnegara, Jateng (27-28/10) kurang greget. Jumlah peserta  turun, hanya 170 starter. “Mencolok di kelas yunior. Tracker  peringkat 26 di klasemen sementara (sampai seri 5) justru tidak hadir. Itu hak mereka, tapi yang disesalkan, mereka menghindari masuk peringkat 3 besar region. Tak ingin tahun depan naik senior,” sesal M. Fachmy, manager tim MPS Honda Banten KYT IRC  AHRS.

Pantas kemenangan Prabowo Adi sebagai juara region di kelas yunior terasa ‘hambar’. Dia tanpa berkeringat dan makan debu dapat gelar itu. “Sulit menakar mesin dan skill, karena lawan berat tidak hadir. Padahal tahun depan sudah naik senior dan harus berhadapan dengan senior berpengalaman,” kata Prabowo yang bukan calon presiden yang di klasemen akhir bebek modifikasi yunior region 2, poinnya memimpin jauh.

Pembalap yunior yang ‘ngumpet’ kebanyakan dari Jawa Tengah, di provinsi yang jadi tempat FKG ini.  Misalnya Asip XL, Diki Karapan, dan Fajar Bejo. Itu masih ditambah Sandi Irawan dan  Chikal Faizal dari Jawa Barat. Toh, bisa saja mereka punya alasan lain mengelak  naik ke senior.

Paling utama persoalan fulus. Naik senior, otomatis juara sudah jarang-jarang, pemasukan akan berkurang. Belum lagi? “Spek motor juga harus naik. Butuh dana paling sedikit Rp 60 juta (bebek modif 4 tak dan 2 tak), Rp 75 juta untuk sport campuran,” kira Imam Syafi’I mekanik yang mengantar Akbar Taufan (Cargloss AHRS 86 Tech Swallow Try Ink) juara umum senior region 2.

Menanggapi itu Abraham Subhan dari Bio (Banyumas Insan otomotif) Racing Organizer selaku penyelenggara event, coba memberikan solusi. Katanya dia akan bicarakan hal ini pada  Pengprov IMI Jateng. “Terutama pendekatan ke tim-tim besar grasstrack, agar yunior yang berprestasi bisa ditampung,” jelas Subhan yang diamini Joni Irawan, pimpinan Bio Racing Organizer.

Apapun alasannya, peraturan setiap pengprov IMI  sudah jelas.  “Masuk 3 besar di region dan 3 besar nasional tahun depan tetap harus naik senior. Untuk prestasi di kejurda, tergantung pengprov setempat, mau diusulkan naik atau tidak. Jadi percuma juga menghindar,”kata Dadan HP Suryadinata, juri lomba yang juga koordinator komisi grasstrack dan motocross IMI.

Nah lo! Mendingan nongol dong. Ardel

BERITA TERKAIT:

Hasil Lomba Kejurnas Grasstrack, Banjarnegara, 28 Oktober 2012

Grasstack Ciamis, New MegaPro Vs Ninja 150

Kejurnas Grasstrack Ciamis, Teknik Garuk Pasir

Modifikasi Honda New Megapro Grasstrack, Gradak Superbowl..!

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353