nhk

Kejurnas Grasstrack Ciamis, Teknik Garuk Pasir

 

 

ManiakMotor – Bukan garuk tanah, tapi garuk pasir. Dibutuhkan penguasaan teknik dasar di jok motor grasstrack. Termasuk memerlakukan mesin motor yang kesatuan dari teknik tersebut. Tidak melulu tangan harus ‘O’ dan posisi berdiri, masih ada cara lain. “Pasir menuntut rpm tinggi terus. Perbandingan gigi justru lebih berat dari menggaruk tanah. Selebihnya urusan trackernya,” kata Songa.

Lha, Songa punya orang kan tunner balap motor di IndoPrix. Nah, dia wara-wiri di sirkuit pacuan kuda di Desa Legok Jawa, Kabupaten Ciamis. Songa datang untuk menginjeksi salah satu tim papan atas grasstrack yang ikut Seri 3 Kejurnas Grasstrack Region 2 atau Jawa, 2 – 3 Juni, kemarin.

Apalagi, “Swallow yang wajib pakai belum mempunyai kembang tahu khusus pasir. Saya pakai tipe basah. Motor masih sering tertanam di pasir,” kata  F. Chimon dari tim MPS Honda Banten KYT IRC AHRS FCS yang kembali tercecer akibat jatuh. Padahal Chimon sempat memimpin dan Sabtu bisa ke-3 di depan Akbar Taufan.

Trek ini hanya 50 meter dari bibir pantai. Di pasir, dari trek lurus dilarang keras melakukan pengereman mati di depan tikungan. Saat melakukan itu, jari tangan terikat di handel rem, otomatis rpm turun dan lambat diangkat kembali. Niscaya akan diikuti roda belakang ambles. Semakin nancep, ketika rpm dinaikkan tiba-tiba. Membebaskannya, butuh tenaga besar dan akibatnya mesin tersiksa, kampas kopling habis dan mesin overheat. Tracker juga akan dikuras staminanya.

“Saya kadang lupa juga. Benar, lupa! Tapi teknik mengendara berdiri dan jepit motor sekuatnya sudah dilakukan,” timpal Cep Sena yang mengaku motornya kepayahan akibat teknik yang bukan lupa ingatan itu. Si Encep – begitu dia disapa – adalah trecker senior yang memperkuat ART IRC NHK Tangerang. Dengar-dengar doski jadi pemain sinetron. Wah, kasep kau Ncep

Beda yang dilakukan pemain Jawa Tengah. Mereka punya jam terbang lebih baik di trek pasir. Misalnya Akbar Taufan, Eddy Aryanto, dan Asip XL rutin berdiri. Katanya teknik itu untuk membagi bobot motor dan ayunan saat dibutuhkan. Mereka juga tenang membawa mesin harian yang dimodif ala special engine itu.

Teratur juga memainkan kitiran mesin, tidak banyak memaksa. “Berdiri sambil jepit, tungkai kaki dan tangan membantu kinerja suspensi, sekaligus meringankan beban mesin. Di trek pasir, jalur cepat berubah dan bumpy, jangan kebanyakan duduk, guncangan terasa sampai perut. Itu yang bikin stamina drop,” papar Akbar yang memperkuat Cargloss AHRS 86 Tech TRY INK.

Amati Bebek Modifikasi 4T 110 cc Senior. Eddy Aryanto dari tim Bintang Motor Sport, Temanggung Jateng, leluasa menguasai dasar garuk pasir. “Kuncinya sabar,  jangan emosi. Rajin berdiri dan menekan pijakan kaki, agar ban belakang dapat grip. Buka gas di berm diurut biar ban tidak sempat nancep,” ujar Eddy yang juga memahami betul teknik jepitan, terlihat dari ergonomik rangka dan bodi yang disesuaikan postur Eddy yang tinggi.

Atau hasil menakjubkan Asip XL dari Karya Cipta Robocop MT Team. Pemuda asal Semarang, Jateng ini gemilang menaklukan trek pasir. Motornya meluncur dan tidak sempat diam setiap kali menikung. Saat mendarat dari loncatan langsung disambut rpm besar. “Di berm kendali setang harus smooth, kalau dientak ban depan akan geser dan setang mengunci. Juga pemilihan jalur di trek lurus harus tepat,” jelas Asip ala pemenang dengan dagu terangkat dan dada membusung.

Demikian yang dilaporkan dari Prancis alias Prapatan Ciamis. Adit

BERITA TERKAIT:
F.Chimon dan Cep Sena, Jaya di Pandeglang
Grasstrack Majalengka, Interaksi Hiburan
Grasstrack Salatiga, Musimnya Telah Tiba
Hadiah Mio J Di Grasstrack Cianjur
Kejurnas Grasstrack Ciamis, Di Lapangan Kuda Benaran

 







 

BAGIKAN