nhk

Kejurnas IRC Motocross Jogja, Biasa Garuk Pasir

 

ManiakMotor – Moto-2  MX2 atau SE250 cc grade A kembali milik Aldi Lazaronni. Berarti dia memang biasa garuk pasir di sirkuit berpasir Maguwo, Jogja. Crosser yang bertarung atas nama Gandasari Enduro 4T INK IRC itu, di moto pertama juga merajai Kejurnas IRC Motosroos seri-6 pada 21 Oktober 2012, garapan Ligtning Production itu. 

 

Padahal  Aldi sempat terjatuh di R1 selepas start dan tertinggal. Tapi, dasar dia lagi ‘kesetanan’ kembali ke posisi kedua di belakang Jerney IRT (Husqvarna MX Team). Itu pengulangan moto pertama. ”Secara teknik hampir sama dengan moto-1, tapi pilihan jalur setiap 5 menit harus cari alternatif lain. Makin lama kan jalurnya hancur,” kata Aldi yang terus dapat panduan dari sang kakak sekaligus mentornya, Irwan Ardiansyah. Wajahnya, ya sumringahlah. Masa iya sedih, menang kok. 

Selain itu, khusus menghadapi seri ke-6 Aldi menaikkan  porsi latihan fisik dibanding sebelumnya.  Maklum, dia tuan rumah. Ia tak ingin kehilangan muka di depan publik sendiri. Hasilnya, selama 30 menit plus 2 lap, doi stabil. “Fisik kuat untuk menahan gerak motor yang tertanam di pasir,” ungkap Aldi yang sodari dulu biasa di sirkuit Maguwo. Juga punya persiapan di trek pasir lain di sirkuit pantai Parangtritis. Wah, sambil minta petuah para leluhur gak tuh? 

Aldi di awal seri IRC Motocross sempat diunggulkan menjadi nomor satu Indonesia. Namun seri pertama di Depok, Jabar, bahunya lepas saat sesi latihan. Itu membuatnya dua seri absen di IRC Motocross. Soal keterampilan dia setara Andre, Agi dan Farhan. Malah dia sebelum 2011, seharusnya juara nasional. Lagi-lagi hanya masalah pengapian motornya, dia merelakan juara nasional pada Agi Agassi. 

Sementara itu, Andre Sondakh (Husqvarna MX Team) seperti mendapat ‘order’ khusus dari manajer.  “Bukan  berarti tak berani fight, tapi menjaga poin pilihan yang lebih tepat,” ungkap Vicky Sudaharsana, manajer Husqvarna MX. 

Ohhh…itu tampak jelas dari cara main Andre di seri ini. Strategi mainnya di awal harus aman dari insiden ‘R1’, berikutnya jaga jarak dengan pembalap depan. Jelas, sambil simak posisi Agi Agassi dan Farhan Hendro dari papan petunjuk crew di pinggir trek. Ketiganya punya peluang yang sama untuk jawara nasional 2012.

”Ya, di awal-awal lap sempat di belakang Jerney dan melorot ke posisi 10,” jelas Agi dengan lesu. Sejak sesi latihan ia meman mengeluhkan kondisi fisik yang kurang fit. Makin tidak fit melihat kondisi trek pasir semua. Beda lho, bermain di tanah yang keras dan pasir gembur. 

Saksesnya Aldi di 2 Moto sekaligus  mengacak-acak  klasemen. Itu terbukti naiknya posisi Alexandre Wiguna, juga Andre belum dipastikan juara nasional kembali dengan sisa satu seri. Kini, Andre mendapuk poin 238, Alex (227), Agi (224), Farhan (218), Adi (186). “Aku senang bisa menang. Tapi, lebih senang lagi karena Alex bisa jadi kedua,” tutup Aldi yang satu tim dengan Alex. Kerja tim, namanya. Ardel

BERITA TERKAIT:

Hasil Semua Sesi Kejurnas IRC Motocross, Jogja, 20- 21 Oktober

Kejurnas IRC Motocross Jogja, Moto-1-Nasional Aldi ‘Ngamuk’

Kejurnas IRC Motocross: QTT ‘Makan’ Pasir

Kejurnas IRC Motocross Jogja, Sirkuit Berpasir

 

BAGIKAN