nhk

Kejurnas IRC Motocross: QTT ‘Makan’ Pasir

 

ManiakMotor – Irwan Adriansyah bilang  mau main dengan strategi apa pun di sirkuit  MX Maguwoharjo, Jogja,  tetap butuh stamina prima.  Bahkan dua kali lipat dari standar prima. Sebab, motor tertanam terus di pasir Maguwo. Teknik mengimbangi motor, hanya membantu stamina agar tidak banyak anjlok. 

 

Layak mendengar ucapan Irwan. Ia juara nasional motocross 7 kali, asli Jogja dan paham banget lika-liku sirkuit itu. Sirkuit ini menjadi home base lain dari Gandasari MX yang dipimpin Irwan. Nah, ini sirkuit tempat dimainkankannya IRC International Motocross Championship (IIMC) seri ke-6. “Juga harus lebih cerdas atur racing line. Cari jalur yang sudah punya rat,,” sambung Irwan sesaat sebelum QTT MX 2. 

Sayangnya pesan Irwan tak didengar para crosser. Bagaimana mau dengar Bro, kan bisik-bisiknya ke maniakmotor.com.  Apalagi suasana dalam keadaan riuh-rendah kenalpot QTT. Juga tegang antara Andre Sondakh (Husqvarna MX Team) dan Agi Agassi (Dumasari Ink SSR Honda PF-ONE ORCA). Total poin keduanya hanya terpaut 2 biji.   

Andre sementara  200  poin dan  Agi 198 poin. Tambah heboh, karena peluang Farhan Hendro (Cargloss AHRS IRC) juga masih sangat terbuka dengan 193 poin. “Tenaga motor di pasir harus konstan. Jika rpm turun-naik motor akan banyak goyang ditahan pasir,”  kata  Andre yang mengaku cidera tangan saat latihan di seri Ciamis lalu masih sangat mengganggu, namun dengan teknik itu dia dapat QTT untuk kejurnas. Waduh! 

Berbeda dengan Agi yang mengaku kurang fit yang membuatnya di QTT hanya ke-4.  Ya, gara-gara pasir juga, tenggorokannya gatal. “Lagi kurang enak badan. Tapi, sudah coba tenggak suplemen.  Semoga tetap bisa kosentrasi. Terutama menjaga motor tetap jalan di trek berpasir. Jangan sempai seperti berhenti, digas lagi akan butuh tenaga motor dan tenaga crossernya,”  kata Agi yang di seri Ciamis tampil ‘menggila’.  

Bukan apa-apam ereka harus menaklukan sirkuit sepanjang 1,4 km plus 5 double jump, 3 table top, 1 camel, 3 single dan 16 tikungan dalam 2 moto di raceday Minggu (21/10). Dalam sesi QTT, Sabtu (20/10). “Semua kemungkinan masih bisa terjadi, kita lihat nanti,” optimis Farhan yang mengaku familiar dengan sirkuit pasir. 

Selain fisik dan teknik, jelas yang menolong motor punya grip adalah pemilihan ban tahu. Misal Alexander Wiguna (Gandasari)  memilih ban Dune Hopper. Itu berbeda dengan Pirelli Laguna (Adi Aprian), Midsof Mud (Farhan), Scorpion Mx (Aldi Lazaroni dan Andre). “Bannya dibeli di Oztrali, tapi buat pasir pantai. Tapi, lumayan saat QTT,” jelas Alex yang dengan ban itu menempatkannya di posisi 2 QTT.  Ardel

BERITA TERKAIT:

Hasil Semua Sesi Kejurnas IRC Motocross, Jogja, 20- 21 Oktober

Kejurnas IRC Motocross Jogja, Sirkuit Berpasir

Kejurnas IRC Motocross Ciamis, Moto 2 Nasional, Kembali Agi Agassi

Kejurnas IRC Motocross Ciamis, Sirkuit Yang Mengalir


BAGIKAN