Kelas Rookie Oneprix 2024 Diserbu Expert? Ini Kata Alfi Husni, Syamsul Arifin, Riky Ibrahim, Faerozi, Aditya Fauzi, Willy Hammer, DKK

Maniakmotor – Namanya kelas Open, turun kelas ke Rookie tentu menggoda dengan motor yang lebih mudah dikontrol. Apalagi masih belum ada kejelasan regulasi Oneprix 2024 yang katanya masih akan diubah itu.

Kalau gitu, kelas ini bakal diserbu joki-joki Expert yang lebih diuntungkan dong? Nah, dari pada memprediksi keputusan joki-joki. Mari kita tanyakan langsung ke yang bersangkutan.

Kebetulan Maniakmotor berkesempatan untuk mendapatkan komentar dari joki-joki Expert tersebut. Mulai dari Alfi Husni, joki Ziear Racing Team. Untuk doi rupanya udah ada rencana untuk ikut di kelas Rookie itu.

“Kayaknya bakal ada rencana untuk turun di kelas Expert dan Rookie mas. Tapi masih belum tahu juga,” ujarnya pada live instagram 17 Januari 2024 lalu.

Alfi Husni memang tidak memberikan pandangannya sejauh apa terkait kelas ini. Tapi jelas, kalau ada rencana, tentu timnya berarti juga sudah memikirkan matang-matang.

Ada pula Willy Hammer, dan Syamsul Arifin yang justru menolak keras ide tersebut. Keduanya tentu punya alasan yang berbeda dan patut diperhatikan.

“Kalau untuk saya pribadi, saya gak mau mas turun ke kelas rookie, karena kasihan pembalap-pembalap yang masih kecil-kecil mas,” ujar Syamsul Arifin yang akrab dipanggil Pipin itu.

“Tapi saya gak bisa memutuskan saya mau ikut kelas apa aja. Tentu saya mengikuti team mau mendaftarkan saya di kelas apa. Namun saya punya pendapat pribadi seperti itu tadi mas,” tegas Pipin.

Agak berbeda dengan Willy Hammer, yang merasa dirinya justru dirugikan kalau hadir di kelas yang menggunakan mesin nyaris STD itu.

“Saya mah engga mau mas, hehehe. Ah nanti pasti kalah bobot yang ada, kwkwkw,” ujar Willy sembari bercanda dengan senyum khasnya.

Lalu juga ada Muhammad Faerozi Torequtulloh alias M. Faerozi yang ternyata sangat melek dengan isu ini. Doi mengambil sudut pandang, tergantung regulasi finalnya bagaimana.

“Kita masih nunggu fix regulasi dulu mas, itu boleh main 2 kelas atau maksimal 1 kelas harus jelas dulu,” katanya.

Sisanya, ada Riky Ibrahim, Aditya Fauzi dan Dikki Ersa yang hanya memberikan keputusan kepada tim. Alias mereka enggan memberikan pendapat pribadi, yang memang itu juga hak mereka untuk tidak membagikannya.

“Riky mah manut tergantung Team mas, tapi kayaknya sih enggak bakal ikut juga mas,” ujar Riky.

Sama juga untuk Adit, “belum dapet info dari tim juga mas, jadi tunggu info dari tim dulu aja. Kalau Pauji mah gas terus,” ucap Aditya yang akrab dipanggil Pauji itu.

“Intinya tergantung tim yang menentukan balap di kelas mananya mas,” pungkas Dikki Ersa.

Mantap nih, masing-masing punya pendapat yang tentu boleh didengar aspirasinya ya bestie.

RAIDER