nhk

Kirain Joki Indonesia Pilihan Honda Team Asia Di Moto3 2017, Masih Jepang Dan Thailand

ManiakMotor – Motor Honda paling laku di dunia, ya dari Indonesia. Biaya promosi Honda dunia termasuk MotoGP tentu sedikit banyak dari keuntungan penjualan tersebut. Termasuk untuk membangun Honda Team Asia (HTA) yang bermain di Moto2 dan Moto3. Nggak perlu dihitung, itu sudah pasti deh.

Berdirinya HTA diperuntukan bagi talenta muda Asia bibitan Honda. Dalam tiga tahun HTA berdiri yang dipimpin Tadayuki Okada itu, memang telah memenuhi janjinya menggaet pembalap Asia dan khususnya Asean. HTA telah memasukan pembalap Asean, macam Malaysia. Tahun lalu di Moto2 si Azlan Shah si mantan juara ARRC yang dapat gilaran. Tahun 2016 menggaet Khairul Idham Pawi from Malaysia juga yang 2017 diproyeksikan ke Moto2 bersama Hiroki Ono.

Menurut Okada, timnya membidik calon pembalap untuk timnya sesuai kinerja mereka. Begitu alasannya soal squad HTA 2017. Seperti barusan dikonfirmasi Kaito Toba dan Nakarin Atiratphuvapat (Thailand) di Moto3. “Keduanya memenuhi syarat. Sudah punya mental dan jam terbang di usia mereka yang remaja,” kata Okada yang mantan pembalap MotoGP dan pernah jadi team mate Mic Doohan di Respsol Honda Team.

Okada sambil bercerita prestasi Toba. Toba walau masih berumur 16 tahun prestasinya sudah berderet. Dia mantan juara pertama kali Asia Talent Cup (ATC) dibuka 2014. Lalu 2015 bermain di FIM CEV Moto3 Junior World Championship ke-20 di klasemen dan tahun ini di akhir klasemen ke-4. Toba di Red Bull Rookies Cup tahun ini kelima di akhir klasemen dengan dua kemenangan seri.

Sedang Nakarin yang dari Thailand itu, namanya di ARRC sempat harum saat ikut AP250 yang memperkuat AP Honda Thailand. Di saat sama dia ikut ATC yang di akhir klasemen ke-4. Pada 2016 dia ikut FIM CEV Moto3 dan di klasemen akhir ke-17 dengan hasil balapan terbaik dari ke-8.

Singkatnya, untuk 2017 HTA belum tergoda talenta Indonesia. Bukannya kekurangan, Indonesi punya bibit kok. Macam binaan AHM seperti Andi Izdihar atau Gerry Salim yang bermain di ATC. “Andi gagal juara ATC 2016, karena hanya nasib. Seri akhir penuh perjudian dengan kondisi cuaca. Tinggal dua tikungan sebenarnya sudah juara, karena jatuh ya gagal,” jelas Anggono, manajer motorsport AHM yang sebenarnya hanya menjelaskan kemampuan si Andi, bukan menanggapi soal HTA belum melirik pembalap Indonesia.

Kalau begitu bikin tim sendiri aja bro, AHM pasti sanggup. Miolo

BAGIKAN