nhk

Kisruh PP IMI Selesailah , Pikirkan Nasib Atlet dan Prestasi Mereka

 

 

ManiakMotor –  Hasil munas IMI (19 Desember 2015) yang melahirkan Sadikin Aksa sebagai ketum baru berlangsung tidak mulus. Malah penantang satu-satunya Prasetyo Adi Marsudi menilai banyak kecurangan selama proses pemilihan. Merasa tidak puas dan tidak mau perang mulut, tim pendukung Ketua DPRD DKI itu, yakni pengda IMI DKI bersama pengda IMI Riau dan Kalteng mengajukan gugatan ke BOARI  (Badan Arbitase Olahraga Indonesia).

Ada 9 poin yang diajukan trio pengprov IMI (pemohon) kepada BOARI. Di antaranya, ada beberapa pengprov IMI belum dilantik tapi diperbolehkan ikut danpunya hak suara. Kemudian, pengprov Papua yang belum dilantik menjadi pimpinan sidang di munas. Trus, Badan Pengawas IMI memberi laporan pas saat Munas, sesuai aturan selambat-lambatnya 14 hari jelang Munas. Akhirnya, BOARI pun memenuhi gugatan pemohon dan 

memerintahkan KONI Pusat untuk melaksanakan Munas ulang hingga batas waktu 90 hari.

“Soal keputusan BOARI harus munas ulang, tidak kami jadikan penghalang untuk menjalankan program kegiatan kami,” tegas Sadikin Aksa, saat bukber. Ditegaskannya lagi, KONI butuh IMI dan IMI bisa mandiri tanpa KONI. Intinya, bagaimana IMI bisa menjalankan program yang diterima insan motorsport Indonesia.

Jelas, keputusan ini melegakan seluruh insan otomotif di Tanah Air. Bayangkan, di usia ke-110 tahun sebagai induk organisasi tertua, baru kali ini terjadi ‘kemelut’. Ketika IMI yang ex-officio dipimpin Dirjen Perhubungan Darat dan beralih ke Swasta pada 1990, prosesnya begitu smooth. Termasuk estafet penggantian ketum dari Hutomo Mandala Putra (Tommy Suharto)  ke Alm. Bob RE Nasution berlanjut Ari Batubara dan terakhir Nanan Sukarna.

Banyak tokoh-tokoh sport menyambut gembira melalui sosial media. Seperti Ria Sungkar mengajak untuk melupakan masa lalu. “Sekarang dipikirkan langkah ke depannya… ayo mulai buat langkah ke depannya.”Sementara Indrajit Sarjono yang ikut sedih melihat kekisruhan di IMI bersedia menjadi mediator bila suaranya masih didengar.

A.Judiarto, Ketua pengprov IMI DKI selaku penggugat tak ingin IMI ini pecah.   “IMI bukan punya pribadi dia (Sadikin), tapi milik seluruh masyarakat otomotif Indonesia. Kita nggak mau IMI pecah. Yang kita tuntut bukan pemilihan ulang, tapi Munas. Apapun hasilnya harus diterima dengan sportif,” sebut Judiarto.

Bila sampai batas waktu 90 hari tidak selesai, tentu ini akan berpengaruh dengan nasib balap motor di PON XIX di Jabar, September mendatang. Sebaiknya, Agustus ini sudah bisa dilakukan munas ulang, sehingga pengprov pun bisa menunjuk  pembalapnya dan juga buat mencari sponsor. Belum lagi nasib pembalap kita yang berlaga di luar negeri, baik F1, GP2, maupun motor.

Toddy Andres si sesepuh semua jenis balapan Indonesia, dengan bijak cerita. Katanya, silakan ribut berebut kursi di IMI,  bila sesuai jalurnya. “Tapi khusus agenda 2016 ini jangan tergganggu. Sebab agenda itu sudah dijalankan oleh waktu, fisik dan dana. Bila hanya gara-gara berebut kursi, mengorbankan semuanya, itu nggak benar. Ya nggak benar semuanya,” kata Toddy yang ditanyakan menjagokan siapa? Dia bilang, podowae..! Tim ManiakMotor 

BACA JUGA 

Setiap Calon Ketua Umum PP IMI Serahkan Dana Rp 100 Juta, Pemenang Tambah Lagi Rp 500 Juta 

PP IMI Evaluasi Kinerja, Singgung Soal Anggota Bukannya Sport 

Helmy Sungkar Dapat IMI Award Jam Terbang, Bambang Gunardi Seharusnya Juga

BAGIKAN