nhk

Klub Penunggu Tangkuban Perahu

 

 

ManiakMotor – Komunitas ini sekretariatnya di kaki Gunung Tangkuban Perahu (GTP), gunung yang punya legenda antara Dayang Sumbi dan Sangkuriang. Dua anak ibu yang saling jatuh hati. Tapi ini cerita klub, bukan dongeng dahulu kala terjadinya gunung GTP. Yang ini klub penjaga GTP dari serangan illegal logging atau koruptor hutan dan erosi. Mereka lindungi itu gunung dari semua gangguan, termasuk gangguan alam. Para pemburu monyet besar alias orang utan, tidak dikasih asap sama mereka. Nah, yang ini gak ada  di sana kalee. Ngarang itu. 

Maka, badan mereka tegap dan wajah seyem. Yiii…! Namanya juga ‘penunggu gunung’, Tangkuban Perahu pula. Tapi, mereka didukung tongkrongan motor yang gagah. Suspensinya tinggi dan ban motornya kembang tahu untuk garuk tanah. Bukan pakai pocong dan baju compang-camping seperti ‘penampakkan’ di tv itu. 

Motornya trail kan?! “Minimal satu pohon wajib ditanam di gunung atau hutan GTP. Ini komitmen klub,” serentak komunitas trail Wisata Alam Sauyunan (Wangsa) Kabupaten Bandung Barat. Tuh kan, jangan lihat wajah dan motornya. Raba hatinya… mulia…

Tepatnya, sekretariat Wangsa berlokasi di kaki gunung GTP, Jl. Sersan Bajuri, Parongpong, Lembang. Aksi tanam pohon ini telah berjalan sejak 4 tahun lalu. “Mudah-mudahan dengan sedikit aksi dari Wangsa, alam sekitaran GTP bisa lestari. Banjir bandang bisa ditanggulangi dan udara tetap segar,” kata Kang Ruganda, sesepuh dari Wangsa. Amin…

Kebetulan pria berusia 60 tahun ini sekaligus pendiri Wangsa pada 3 Maret 2009. Jumlah awal anggota Wangsa kecil. Jari gak abis untuk menghitungnya. Hampir 100% ada pertalian saudara. “Seiring waktu, aksi mengena dan dapat simpati dari berbagai pihak,” tambah H. Ayi Sudrajat, ketua umum dari Wangsa.

Kasih tepuk tangan, dong. Kini, total anggota di atas 300-an pengendara trail sebagai ‘penunggu Tangkuban Perahu’. Penunggu tidak selalu identik dengan mahluk jadi-jadian. Itu sih mimpi. “Hampir separuhnya pengusaha atau  pedangang kembang. Terutama di Cihideung dan pusatnya di jalan Wastukencana,” tutup Kang Ruganda sembari bilang para pengusaha atau pedagang Kembang tadi menguasai pasar Kembang di Bandung.

Hebat ya sadayana! Ka-JP

BERITA TERKAIT:

Vespanya jangan diklik, bisa tetanus!

Klub Honda C70, Street Cub Seloli

Syukuran BYONIC (Byson Yamaha Owner Indonesia Club)

Trail GT Radial Savero Serang, Dipaksa Membersihkan Hidung Dari Debu

Enduro Bandung, Aliran Baru Garuk Tanah

 

 

 

BAGIKAN