Kocak! Luca Marini Kesusahan Ngerem dengan RC213V 2024, Masih Motornya Marquez?

ManiaMotor.com — Sangking bedanya perasaan Honda RC213V 2024 dengan Ducati Desmosedicci. Adik tiri Valentino Rossi, Luca Marini sampe kesulitan buat ngerem di Tes Sepang 2024 kemarin.

Ya wajarlah, kan memang cara bawa Honda kudu main rem blong. Kayak gaya Marc Marquez dulu saat masih pakai Honda RC213V.

Tapi, apakah alasannya itu aja? Tuh dijelasin lamgsung sama Luca Marini yang hanya dapat posisi ke-19. Beda hanya 1,580 detik dari Pecco Bagnaia.  Jauh banget bro!

“Ketika anda di mode time attack dan mendorong Honda RC213V pada batasnya. Rasanya sangat berbeda,  motor menjadi lebih sulit untuk direm,” ujar  pembalap berdarah Romawi tersebut dilansir dari situs GPone pada Sabtu, 10 Februari 2024.

“Bersama Ducati, menjadi mudah untuk menjadi cepat pada timr attack. Ducati  memanfaatan bagian belakang lebih baik dibandingkan Honda. Jadi kami harus fokus pada hal ini karena, seperti yang sudah saya sebutkan, saya kesulitan mengerem motor saya sesuai keinginan” sambungnya lebih lanjut.

Ya pada akhirnya, doi tak bisa sepenuhnya mengharapkan perbedaan pada Honda RC213V 2024 yang doi kendarai. Marin mengakui bahwa setiap motor memiliki DNA-nya masing-masing.

karena saat ini, doi melihat dan mencari cara memanfaatkan kelebihan yang ada, tanpa harus mengubah Honda menjadi Ducati.  Hal tersebut terletak pada ban dan dampak positifnya terhadap aerodinamis motor.

“Saya rasa ban belakang baru dari Michelin untuk Honda ini bisa membantu kami. Kemarin, dengan ban tersebut, jarak antara saya dengan pembalap lain semakin dekat. Kami (Honda) bergerak selangkah demi selangkah. Faktanya, saya mampu meningkatkan kemampuan saya saat keluar dari tikungan, dan saya sadar bahwa saya mempunyai margin.” Kata Marini.

“Ban memiliki potensi positif yang besar, dan aeorodinamisnya meningkat pesat. Saya Pikir kami akan memiliki ban yang lebih keras dengan aerodinamis saat ini di masa depan.” Sambung doi sebagai penutup.

Optimisme pada Honda setidaknya masih tertuai oleh Marini, ya meski hambatan-hambatan yang ada dari peralihan pabrikan pasti tak dapat dipungkiri. Kalo dibilang “mang boleh senyesel ini?”, kayaknya gak juga sih ya bro, markimak (mari kita simak) performa doi dengan pabrikan jepang satu ini, huehe.

-Diva-