nhk

Komponen YMJET-FI; Manajemen Tenaga Dan Bahan Bakar

 

ManiakMotor – Ini untungnya ikut seminar injeksi, bisa ketahuan kinerja YMJET-FI (Yamaha Mixture Jet Fuel Injection) dan isinya. YMJET-FI  didukung sensor sampai komponen mekanis. “YMJET-FI memang untuk matik-matik Yamaha supaya tetap bertenaga dan irit untuk ukuran motor pakai CVT,”  kata M. Abidin Selaku GM Service & Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)

Yang utama tentu adanya injector, ya iyalah pak. Tugasnya penyemprot bahan bakar yang diumpan oleh fuel pump atau pompa bahan bakar. Promosinya sih elektronik pompa ini hanya butuh sedikit setrum. Komponen ini akan bekerja sesuai peritah ECU (engine control unit) yang terima laporan dari sensor-sensor.

Di antara sensor tersebut adalah  IATS (Intake Air Temperature Sensor) posisinya ada pada  intake manifold. Ia melaporkan debit udara yang masuk dari suhu dan cuaca sekitar saat motor tersebut bekerja. Di pegunungan atau cuaca dingin maka akan makin rapat, sebaliknya di dataran rendah atau panas maka makin renggang udaranya. Dengan sensor ini, YMJET-FI akan tetap memadatkan campuran dibutuhkan agar ledakan di ruang bakar tetap maksimal.

Juga ada IAPS (Intake Air Pressure Sensor) yang tugasnya mengukur tekanan udara. Kian tinggi putaran mesin maka tekanannya akan semakin kuat. IAPS akan melaporkan kekuatan lajunya.  Sensor ini letaknya di throttle body. Ibaratnya tekanan darah pada atlet berbeda pada saat start, akselerasi dan deselerasi.

Di throttle body ada sensor TPS, yang ini bukan untuk pemilu yang sebentar lagi tapi kependekan dari Throttle Position Sensor. Kolo ini sudah lumrah, lantaran sensor ini yang membaca gerakan grip gas yang diputar pergelangan sampeyan terhadap buka-tutup katup kupu-kupu alias butterfly. Di karbu namanya skep.

“TPS mengirim sinyal ke ECU soal keeinginan pengendara. Dari situ ECU mengkalkulasi berapa banyak campuran bahan bakar dan udara dibutuhkan, juga berapa derajat timming pengapian yang tepat. Itu terus-menerus selama mesin hidup. Nah di sinilah lebihnya injeksi yang irit, ramah lingkungan dan kencang,” kata Slamet dan ‘selamat terus’ selaku Supervisor Service & Education YIMM sebagai pengisi materi pada acara seminar tersebut.

Tentu berhubungan dengan sensor CPS (Crankshaft Position Sensor). Sensornya membaca pickup yang  pada piringan magnet bagian luar. Sensor akan ini membaca ke12 pickup yang jadi siklus kruk-as berotasi. Bahkan lebih detail,  karena ke-12 pickup tadi memabca putaran krukas setiap 30o.

Sensor selanjutnya engine coolant. Sensor suhu yang diterima ditindak lanjuti ECU untuk mengaktifkan Fast Idle Solenoid (FID) atau di karburator tugasnya sebagai choke yang diaktifkan pada termperatur mesin rendah, misalnya pagi hari. Juga untuk mengaktifkan kipas radiator ketika suhu mesin melonjak melewati yang ditentukan. Ia juga sekaligus mengaktifkan warning light atau lampu peringatan ketika mesin mengalami gejala overheating.

Terdapat pula sensor O2 atau Oxygen Sensor di mulut lubang buang atau di knalpot, ini ciri ECU Close Loop, sensor  ini berguna untuk mengkoreksi campuran bahan bakar dan udara. Sensor ini akan membisikan udara terlalu kaya atau miskin, selanjutnya akan ditindak lanjuti ECU mengatur ulang campuran agar tetap pas. Adanya komponen ini bikin kinerja mesin YMJET-FI yahud di matik. Adit

BACA JUGA

Bedanya YMJET-FI Dengan Fuel Injection?????

 

 

BAGIKAN