nhk

KTM 65 SX World Champion

Motor Juara, Semuanya Serba-Luar Biasa

ManiakMotor – Daripada kecpripatan air doang, mending mandi sekalian. Begitu Asep Halimketika mengenalkan anaknya – Muhamad Alif Adamsyah – pada dunia motocross.  “Enggak mungkin, anak saya latihan sendiri. Harus ada teman-teman sebaya sebagai penyemangat,” ujarnya. Maksudnya, dia akhirnya beli beberapa motor mungil special engine yang digunakan kawan sebaya anaknya Asep, agar si anak niat latihan dan niat balapan.

Kepalang tanggung, Asep beli KTM 65 SX  tahun 2011 yang ex-World Champion.  Motor bekas juara dunia kelas 65 cc, yang dipacu Jorge Prado Garcia, bocah asal Spanyol yang menjadi juara dunia tahun 2011.

Apa istimewanya KTM 65 SX bekas itu? “Banyak. Hampir semua komponen utama adalah high performance,” jelas Asep sambil menjelaskan jika harga motor itu setara 2 kali KTM 65 baru. Pengusaha perlengkapan balap dan motocross itu  lantas menjelaskan soal suspensi depan. Pada   bawaan motor standar, sokbreker depan sifatnya fix enggak bisa disetel. Sedangkan yang mekela di versi  juara dunia adalah versi JGR yang bisa disetel tingkat kekerasannya, rebound dan lain-lain yang dapat diseuaikan dengan crosser nya.

Sama juga sokbreker belakang. Versi  JGR ini statusnya up grade dari versi standar. Rebound, dumper dan ketinggian dapat disetel. Menurut Benny ‘Baong’ Pria yang sebagai team manager motocross, mengaku dengan berbagai setelan itu, crosser leluasa melakukan setting suspensi yang pada ujungnya, catatan waktu lebih singkat setiap putaran di sirkuit.

Yang beda lagi, reed valve. Jika motor standar modelnya “V”, yang bikinan M-Stream bentuknya “M”.  Meskipun Asep mengaku tidak menguasai teknik mesin motocross, tapi kasat mata, bentuk reed valve itu membuat suplai bahan bakar ‘atas kena, bawah dapet’.

Demikian pula dengan swing arm atau lengan ayun. KTM 65 juara dunia ini lebih panjang 4 cm. Kelebihan ini membuat ayunan roda belakang lebih panjang dan lembut. Tentu saja diperlukan lebih panjang, karena sokbreker belakang juga telah diganti dengan JRG.

Paling unik mungkin ban belakang yang tidak menggunakan angin, tapi spons. Ya betul spons kayak yang dipakai cuci piring. Hahahaha. Tapi jelas beda jenis dan kualitasnya. Dengan ban berisi spons, tidak ada lagi istilah ban gembos. Dan tingkat kekerasan ban, secara otomatis akan diperanguhi oleh suhu lintasan.  Sebaliknya kalau kurang keras, motor tinggal dijemur.

Awas kering.. YS85

BERITA TERKAIT:
Rendi A Rahman Ke-1 QTT SE65, Seri 1 IRC MX Int’l Champ
IRC Motocross 2012, Klasemen Sementara
IRC Motocross Harvest, Sirkuitnya Indonesia



 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353