nhk

Kualifikasi Yamaha Endurance Festival 2019 Sentul: Sport 250 cc Pasangan Rey Ratukore Dan Faerozi Tercepat

Maniakmotor – Rey Ratukire yang berpasangan dengan M.Faerozi (Yamaha Yamalube Cargloss Racetevh RRs Mandiri ) pada Yamaha Endurance Festival 2019 berhasil mendapatkan pole position. Pasangan maut ini tercepat pada Qualifying Time Trial alias QTT di sikuit Sentul Internasional, Bogor, Jabar pada Sabtu 14 September 2019 sore. Tentu saja dalam rangka balap ketahanan Yamaha.

Rey Ratukore

Setelah hasil keduanya dibagi dua masih mendapatkan 1:44.317. Maklum, keduanya sangat kuat mengebut di Sentul Besar tersebut saat kualifiaksi yang dicampur sekaligus dengan komuniras. Bayangkan selisihnya hampir 1 detik dengan pasangan yang di belakangnya.

“Strateginya tidak macem-macem, hanya menyesuaikan saja dengan partner saya Feroz. Kami selalu membandingkan data dari suspensi Ohlins untuk mengambil settingan yang pas untuk berdua,” papar Rey yang juga memberitahu strategi untuk balapan dua jam akan turut pada aba-aba dari tim di pinggir sirkuit karena mereka yang lebih tahu jumlah lap. Sekadar  pemberitahuan saja, Rey dan Faeroz adalah pemain ARRC AP250.

Di posisi kedua ada pasangan dari Yamaha Akai Jaya. Yakni Iksan Lala dan Anggi Setiawan. “Tadi di qualifying pas KaRey di depan saya. Saya nebeng anginnya selama dua lap. Karena saya pembalap kedua, maka saya berharap Anggi (Setiawan) bisa mengamankan posisinya. Dan semoga bisa menjaga posisi tersebut hingga podium,” harap Iksan yang telah berstrategi sejak awal.

Hasil

R25  Akai Jaya ini disetting Mas Yogi MBKW2. Dia setel AFR dengan basah. Pokoknya 11,8 ke bawah. Apalagi kalau terik. Eh R25 mereka sempat bermasalah saat latihan. “Sebabnya  kompresi dica tinggi. Ternyata dipakai 60 lap jebol pistonnya. Kompresi harus diturunin lagi,” kata Yogi yang bilang settingan diambil di tengah agar cocok dengan Anggi dan Iksan.

Ketiga ada Wahyu Aji Trilaksana dan Janoer Deden yang R25 mereka disetel Om Hawadis “Menurut saya posisi ketiga ini nggak terlalu penting. Startnya saja model lari. Juga durasi lomba relatif lama,” sebut Om Hawadis yang mengaku kesulitan mencari seetingan lantaran bobot kedua pembalapnya sangat berbeda.

Deden berbobot 64 kg dan Wahyu 52 kg. Jadi perbandingan gir pun harus adil. Jika gir pakai setelan Wahyu, eh keberatan buat Deden. Pokoknya cari di tengah dan keduanya diingatkan soal gir tersebut. Raider

BAGIKAN