nhk

Klub Fino Lahir Sebelum Motornya Dijual

 

MM – Penikmat matik gatel cari tunggangan alternatif agar sesuai dengan jiwa yang unik. Bukan jiwa yang gatal, ya. Kiatnya browsing atau mengembara dunia maya alias  internet, maka ditemukan Yamaha Fino. Itu matik dijual di Thailand. Dibeli lalu dibawa ke Indonesia. Basis motor ini Yamaha Mio. Berarti, klub Fino Owners Indonesia (FOI) lahir sebelum Fino dijual Yamaha Indonesia. Mantap yang pakai ‘p’ bukan ‘b’ atau ‘f’…

Itu sejarah FOI yang lahir 2006. Iseng selalu jadi alasan berkumpulnya para pehobi. Itu wilayah sosial berinteraksi sesama pecinta Fino. “FOI lahir dari jejaring sosial yang punya gaya hidup bersama matik,” kata Achobule Patauri, ketua FOI bergaya scooteris habis. Kepala diikat, leher diikat dan tangan diikat. Ou, itu bandana penangkis angin. Maklum, dia sudah pertugal alias perkumpulan orang tua gaul. Walah…

Anak-anak FOI punya ciri pakaian sepadan dengan penampilan Fino-nya. Pakai aliran sendiri, tapi bukan aliran gelap. “Gaya sebenarnya bebas. Tapi, itu naluri matik.  Motor juga sama, terserah. Misalnya orisinal, klasik, mod, racing retro dan sebagainya,” jelas Acho yang mengaku anak-anak FOI sering muter-muter Jakarte, kalau ada waktu.

Hobi serupa cepat jadi virus. Tidak hanya Jakarta, member FOI dari Medan, Bandung, Surabaya, Papua dan beberapa daerah lain. Beberapa Fino Owners negara tetangga sering tegur sapa. Ini dimanfaatkan untuk tukar informasi seputar modifikasi dan aksesoris.

FOI tidak membedakan Fino yang bergabung. CBU, monggo. Juga, yang dikonversi dari Mio lokal. Itu loh, Mio yang ganti baju Fino negeri Gajah Putih. Yang jelas, selama masih berbentuk Fino dan bukan Fino orang Bali yang mantan petinju itu, silakan! Juga bukan Fino jadi-jadian.

Anak-anak FOI kerap melakukan perjalanan seputar Jawa Barat. Baru lalu, touring ke Pelabuhan Ratu, 6-9 April 2012. Perjalanan solo ride 2.400 km pernah dilakukan  Achobule, Jakarta-Bali-Jakarta. Itu sih pulang kampung, Cho… Lu kan orang  Bali. Becanda Cho… “Tidak semua Fino Owners rela motornya di jalankan. Sebagian jadi pajangan atau barang simpanan,” cerita Acho yang klubnya sering kopdar di  halaman Motoritz Givi Mahakam, Jakarta Selatan saban  Jumat 19.00 s/d 22.00 WIB pada minggu pertama setiap awal bulan. Minggu gajian, ya…

FOI tergabung di YRC (Yamaha Riders Club). YRC dengan suka rela ikut mencari Fino Owners di sekitar Jabodetabek. FOI dianggap klub nekat, motornya belum diproduksi, wadahnya sudah ada. Itu namanya lebih cepat dari matik. Tapi, FOI berharap agar ATPM Yamaha memberikan perhatian. Cukup sediakan suku cadang Fino yang komplet. Terutama  body parts yang harus dibeli sampai Thailand.

Sekretariat FOI        : Jl. Budi No.9, Dewi Sartika Cawang, Jakarta Timur.

HP                           : 08568016054 Achobule

E-mail                      : achobule@gmail.com, nunu_w@hotmail.com

Pin bb                      : 21bfdf4d atau 22b33a81

Twitter                    :  @achobule

Website                    :  www.finoownersindonesia.com

Fb group               : Yamaha Fino Owners Indonesia

twitter                  : @finoownersina

BAGIKAN