Lebih Jago Valentino Rossi atau Marc Marquez di Masa Jayanya? Lorenzo Kesulitan Menentukan

    Maniakmotor – Jorge Lorenzo adalah pembalap yang menikmati masa kejayaan Valentino Rossi juga Marc Marquez di MotoGP. Namun sulit untuk Jorge Lorenzo bisa membandingkan Valentino Rossi atau Marc Marquez yang lebih baik di masa-masa itu.

    Pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo pensiun di tahun 2019 usai lebih dari 1 dekade berkompetisi di dalam kelas MotoGP yakni sejak 2008.

    Dengan demikian, ia menjadi saksi di bangku ‘VIP’ dalam menonton Valentino Rossi mendapatkan 2 gelar juara dunia terakhirnya di MotoGP di dalam satu tim yang sama. Begitupun ketika berada di Honda Repsol, menyaksikan Marc Marquez meraih gelar juara dunia di tahun 2019.

    Usai pernah bertarung sengit dengan kedua pembalap itu, ia menjadi kesulitan untuk menentukan siapa yang lebih baik di masa-masa kejayaanya.

    “Valentino telah memenangkan lebih banyak duel daripada yang saya menangkan, juga karena saya kurang pengalaman ketika saya tiba di MotoGP. Dengan Marquez, katakanlah 50%-50%, karena terkadang saya menang dan terkadang dia menang, tapi itu menjengkelkan,” ujarnya.

    “Dia (Marc Marquez) selalu ingin menang, apakah dia merasa nyaman, atau mungkin menyukai treknya dan bahkan tidak, dia tidak pernah menyerah. Mungkin Marquez lebih ‘kanibal’ dalam hal ini. Namun Valentino Rossi kreatif dan bisa melakukan gerakan menyalip kapan saja,” katanya.

    Berbicara pembalap lain, seperti Casey Stoner atau Dani Pedrosa yang juga merupakan nama besar, Jorge Lorenzo lebih nyaman. Tentunya juga usai pernah menjadi rival nama-nama legenda di MotoGP itu.

    Karena menurutnya, kelebihan antara Casey Stoner ataupun Dani Pedrosa di masa-masa kejayaannya benar-benar lebih ketara jelas.

    “Kalau bicara Casey Stoner dan Dani Pedrosa, mereka memiliki segalanya, sangat cepat dan tidak mungkin untuk mengalahkan mereka,” ujar Jorge Lorenzo.

    “Mungkin Stoner adalah yang paling berbakat dan paling eksplosif. Dalam huru-hara, Rossi dan Marquez, akan lebih sulit untuk memilih satu,” kata sang juara dunia 5 kali itu, dikutip Maniakmotor dari Tuttomotoriweb.

    MM

    BACA JUGA

    Veda Tetap Dominan di Race 1 Motoprix Sentul Final 2022! Padahal ada Yang Kurang, Apa Tuh?