nhk

Lorezo VS Pedrosa, Joki Spanyol Beda Jurus

 

ManiakMotor – Jorge Lorenzo bergaya fighter dan Dani Pedrosa ‘pemain’ balap motor. Beda to? Lorenzo bisa manfaatkan celah kecil untuk diserobot. Pedrosa menunggu momentum tepat. Kalau berduaan memimpin ronde II, Minggu, 29 April  di sirkuit Jerez, Spanyol, lomba akan kering. Tidak ada duel… yanga ada, sebel… Monoton.

Lorenzo dan Pedrosa bermain di kampungnya, kenal sekali Jerez. Hanya nasib membuat kedua pemain Spanyol ini gagal di depan. Sejak babak latihan, Pedrosa konsisten walau aspal basah. Joki Repsol Honda Team itu, hanya kalah di sesi QTT. Tentu dipatahkan Lorenzo.  Keduanya pun berdoa, “Cuaca raceday seperti di QTT.”

Duel sengit pernah diperagakan Lorenzo hanya terjadi dengan Valentino Rossi. Saat itu  sama-sama di Yamaha. Lorenzo coba bertempur habis, kalah memang. Tapi, kalah dari Rossi ketika itu. “QTT Jerez,  sesi yang aneh. Aspal belum kering semua. Tim berhasil bikin setelan yang pas dengan kompon yang tepat. Yakin, tim akan bisa melakukannya lagi saat lomba,” beber Lorenzo yang dielus Yamaha Factory Racing.

Ingat baik-baik ronde pertama di Qatar baru lalu. Sebelum Casey Stoner kendur, Pedrosa  posisi dua. Stoner kian pelan, justru Lorenzo yang salib Pedrosa. Pedrosa kelamaan menunggu celah paling lebar yang akan dibuat Stoner. Tpe Lorenzo adalah petarung. Ada kesempatan, sikat coy… Dan Lorenzo mempertajam naluri ini dengan bermain tinju.

Tipe seperti itu tidak ada pada Pedrosa. Bukannya belum pernah coba. Setiap nekat bertarung satu lawan satu, Pedrosa akan  finish di gravel. Paling lama, Pedrosa melayaninya dua kali salib-saliban. Selanjutnya mengalah. “Saya siap dalam kondisi kering atau basah. Saya akan memuaskan penggemar di negara sendiri,” seumbar Pedrosa yang menunggang Honda RC213V di seri ini.

Pedrosa pembalap berpostur terkecil dari peserta MotoGP. Beratnya 51 kg dan tinggi 160 cm. Joki pendek, bahunya menjauh dari aspal ketika menikung. Kecuali setang setir RC213V dicabut dari dudukannya. Nah, baru bahu Pedrosa bisa lebih dekat lagi lintasan. Hehehe…

Bukan hanya pantat bergeser dari jok. Bahu pun menjauh dari setang dan tengki, untuk memaksa motor lebih tiduran. Namanya melawan gaya lurus atau inersia di tikungan. Saking pendek tangan dan bagian pinggang ke atas Pedrosa, harus menurunkan badan dengan menggeser pantat sebanyaknyau. Kalau tidak, motor tidak akan tiduran dan kecepatan berkurang.

Persoalan bila itu dilakukan kiri dan ke kanan terus menerus. Berarti, gerakan Pedrosa lebih banyak ketimbang Lorenzo yang lebih tinggi. Geser dikit  pantat, badan dan otomatis bahu Lorenzo akan dekat trek melawan inersia tadi. Taktik seperti itu yang akan menguras tenaga. Padahal tenaga makin diperlukan, khas pertarungan rapat.

Lebih lagi di sirkuit Jerez yang punya 13 tikungan dan trek lurusnya hanya 600 meter.  Maka, Pedrosa dituntut memperbaiki kelemahannya selama ini. Pedrosa juga yang banyak mengeluh begitu repot menikung dengan bobot 1.000 cc. Walau, Honda sudah mengatur ergonomik sesuai postur Pedrosa. Taktik terbaik, Pedrosa lebih baik kabur duluan. Kan lebih nyaman melaju sendirian, gera’an bisa teratur dan konsisten tanpa tekanan dan menekan, seperti yang dilakukan Pedrosa selama ini. Itu namanya pemain balap motor.

Iya, hati-hati dengan Stoner. Pengalaman dan taktiknya tipis-tipis dengan Lorenzo….

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353