Mantan Kru Fabio di Giannantonio Saat Masih di Gresini, Beberkan Rahasia di Balik Performa Kuda Hitam Doi pada MotoGP 2023!

Maniakmotor.com — Pembalap asal Italia yang sempat didepak dari Gresini karena masuknya Marc Marquez ke tim, Giannantonio, kini bergabung ke tim VR46. Mantan Krunya di Gresini, Frankie Carchedi bocorkan momen ikonik dari Diggia.

Momen yang dimaksud adalah di kala Diggia telah mengejutkan kita semua lewat performa doi yang bak kuda hitam di MotoGP musim sebelumnya. 

Bagaimana tidak?, pada putaran pembuka saja doi hanya mencetak 37 poin, sempat berada di posisi ke-16, dan sebaik-baiknya ada di posisi ke-13 dengan finis di urutan ke-8. 

Kemudian, tiba-tiba Diggia mengalami peningkatan tiga kali lipat pada 10 putaran terakhir, doi berhasil injakkan kaki pertama kalinya pada podium GP di Philip Island, Australia. Keberhasilannya dilanjutkan dengan raihan podium sprint dan kemenangan balapan di Qatar.

“Saya telah mengetahui fakta di balok momen Diggia kala itu (saat meningkatkan poin tiga kali lipat) sejak di Silverstone. jika anda melihat ke belakang dan melihat selisih waktunya dengan Bagnaia sejak dini. Kemudian lihat lagi setelah 15 lap [dari 20] – tepat sebelum dia masuk pit untuk ban basah – dia menutup jarak dengan Bagnaia,” ucap Carchedi, dilansir dari wawancaranya bersama Crash pada Minggu, 25 Februari 2024.

“Jadi dia salah satu yang tercepat dan dia memperoleh waktu itu meski harus menyalip orang,” sambung kepala kru asal Inggris yang  berada di tim Marquez.

Analisis Carchedi di lap Silverstone semakin mengukuhkan bahwa dari lap 9-16, Diggia mengunggulu Bagnaia dengan selisih 1,1 detik, sekaligus naik dari posisi 16 ke 10.

Sayangnya, pertaruhan pit stop ban basah menjadi bumerang bagi di Giannantonio, sehingga doi merosot ke posisi ke-13.

“Di Phillip Island, Diggia berada pada baris kedua. Kemudian dia akhirnya berada di barisan depan di Qatar. Akan tetapi, di Valencia, dia start dari baris keempat, dan itulah perbedaan dalam balapan. Karena sekali lagi, kami tahu dia memiliki kecepatan untuk menang, dan saya pikir dia mendekati Pecco dalam waktu 3 detik. Sayangnya, dia membutuhkan satu putaran lagi,” pungkas Carchedi lebih jelasnya.

Pada akhirnya, di MotoGP tahun lalu, Diggia kemudian diberi penalti 3 detik pasca-balapan karena tekanan ban depan yang rendah. Hal ini disebabkan udara bersih tak terduga yang terbentuk di depannya setelah Marc Marquez dan Jorge Martin bertabrakan, sehingga membuat Diggia berada pada posisi keempat di hasil resmi MotoGP 2023.

Performa baik Diggia di tahun lalu, sangat layak bila diharapkan sebagai peluang doi untuk lebih gacor di MotoGP 2024. Apalagi, sejak di VR46, pembalap asal italia tersebut menyuguhkan simulasi Sprint terbaik di antara siapapun di Sepang, setara dengan Bagnaia, selama jangka panjangnya di GP23 di Qatar. Kita tunggu aje deh bro!

Diva-