nhk

Mantap Nih..! Presdir PT YIMM Minoru Morimoto Juara Ke-2 Kelas 150 cc Yamaha Endurance Festival 2019

R15 Minoru Morimoto
Minoru Morimoto lagi ngebut

ManiakMotor – Kamu sebagai anak buah di PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) jangan salah ngomong soal pada Presdir-nya Presiden Direktur PT YIMM. Bisa-bisa kamu disenyumin, karena dia jarang marah. Dia salah satu pelakunya sendiri di era mudanya. Dari balap ini karirnya bisa jadi karyawan Yamaha di Jepang dan dipercaya memimpin PT YIMM.

Buka teori, tapi didukung  cerita yang bersangkutan yang ditambah dengan bukti. Ya fakta saat Minoru Morimoto  ikut langsung di balap ketahanan Yamaha Endurance Festival 2019 di sirkuit Sentul Internasional pada Minggu 15 September 2019. Hasilnya dia yang kedua bersama pasangannya sesama Jepang di manajemen PT YIMM kategori komunitas. Bayangkan tuh, umurnya 59 tahun mampu berlari 2 menit 4 detik dengan All New Yamaha R15 VVA di Sentul Besar, waw…!

Minoru Morimoto, bos tertinggi Yamaha Indonesia juga ikut

Morimoto sejak anak-anak punya cita-cita jadi pembalap profesional seperti umumnya anak muda Jepang yang tahu balap, “Sayang saya agak terlambat masuk ke profesional, umur 20 tahun. Saya lihat di Indonesia banyak yang dari usia dini seperti di Jepang saat ini. Umur 13 tahun jadi profesional,” kata  Morimoto yang kerap mengantar sendiri pembalap Yamaha berlaga di internasional. Seperti Galang Hendra tanding si WSSP300, selalu dia hdir.

Pak Morimoto mengawali balapan kejurnas di negaranya. Sedang ikut endurance internasional dimulai dari Jerman menggunakan Yamaha TZ bermesin 2T. Berujung balapan ketahanan Suzuka 8 Hours di Japan. Saat itu dia dilepas bersama Colin Edward jagoan dari Amerika yang pernah memperkuat Yamaha MotoGP dan terakhir berpasangan dengan Valentino Rossi.

Nih lagi gantian dengan pasangannya saat balapan

Morimoto tetap tidak kehilangan skill membalapnya walau sudah berhenti sebentar “Di Umur 30 saya membalap ulang dan memulai balapan kembali hingga mendapatkan posisi yang lumayan bagus di Endurance Grand Prix Jerman.” Papar Morimoto yang punya sejuta pengalaman di balapan endurance internasional.

Lanjut pada 1999 ketika ia ikut balapan di Suzuka 8 Hours ia mendapat posisi cukup bagus,  “Saya ikut kelas utama 1000cc menggunakan Yamaha R1 dengan rekan Toshihiro Wakayama. Saingannya berat saat itu karena beberapa rider MotoGP seperti Colin Edwards, Alex Baros dan Aron Slight ikut mendaftar,” tambah Morimoto yang saat itu dapat posisi ke-9.

Intinya bicara balap, pasti dia ladeni. Ada program menarik dengan racing dia dukung. Dia mengerti betul DNA Yamaha adalah racing. Makanya, di Indonesia menurutnya harus dikembang yang otomatis juga ikut menaikan image produk yang dipimpinnya. Seperti dia membanggakan performa All New Yamaha R15 yang memiliki berbagai keunggulan. Mulai dari handling, akselerasi dan top speed yang nggak habis-habis dengan teknologi VVA (Variable Valve Actuation) dengan menggunakan satu benjolan (lobe) kem menonjok lebih tinggi. Raider


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353