nhk

Masao Furusawa : Godfather-nya Yamaha YZR-M1

 


ManiakMotor – Valentino Rossi berhenti dari Yamaha dan pindah ke Ducati, salah satu penyebabnya karena  Masao Furusawa pensiun dari Yamaha. Furusawa, adalah direktur operasional engineering Yamaha. Istilah kerennya  Executive Officer of Engineering Operations. Dia yang melahirkan project Yamaha’s YZR-M1 dan memperkenalkan teknologi the cross plane crankshaft pada mesin M1 Rossi 2004.

Hasil dari kerja keras Furusawa, Rossi, dan Jeremy Burgess, Rossi memenangi  44 seri MotoGP dan 4 mahkota juara dunia. Jika juara dunia Jorge Lorenzo dihitung, Furusawa berperan menyumbang 5 juara dunia MotoGP untuk Yamaha. “Saya ingin Valentino pensiun bersama saya dan jadi duta Yamaha,” bilang Furusawa, seperti tulisan Hyacintha Bonafacia di Koran Jakarta yang dikutip Crash.net.

Seperti cerita mekanik lain, harus berlumuran oli dan gemuk lebih dulu, baru disebut teknisi unggulan dunia. Furusawa san, punya kemampuan menganalisa dan mensinergikan antara teori dan realitas dalam pengembangan mesin.

Pria kelahiran Kyushu, 17 Februari 1951 di Jepang ini mengaku sebagai ‘artis’ biasa. “Saya ini artis amatiran,” ujarnya merendah. “Beda dengan istri dan anak-anak saya yang artis profesional. Istrinya seniman kaligrafi, satu anak laki-laki seniman kayu ‘sukiya’ dan anak  perempuannya seorang hair stylist. Hanya satu anak laki-laki lainnya yang pengecualian. “Dia pembalap snow cross lokal,” kisahnya atas anggota-anggota keluarganya.

Kecintaan Furusawa pada motor sejak dini dan memutuskan jadi mekanik ketika beranjak remaja. “Motor pertama dibeli dari guru. Sebenarnya itu ilegal, karena anak usia 14 tahun belum punya SIM,” kenangnya dengan pandangan menerawang mengingat masa indah dulu.

“Itulah saat pertama saya mengoprek mesin 4-Tak,” ujarnya pada Honda Sports Cub 50 cc 4-Tak. Dia lantas bertekad menjadi teknisi motor, pesawat atau mobil. Makanya Furusawa ambil fakultas teknik mesin jurusan internal combustion chamber saat kuliah Kyushu Institute of Technology dan lulus pada 1973 dan langsung masuk Yamaha.

Tak lama di sana, dia melakukan riset pembuatan desain mesin baru. “Masalah yang kami hadapi waktu itu cukup banyak,” ujarnya. Makanya dia memutuskan untuk mendalami ilmu perihal vibration dan noise. Lalu, terbenam pada bidang signal analysis, dynamic analysis dan computer software.

Furusawa lupa-lupa ingat ‘proses’ perjalanan karier mejadi orang nomor satu di Yamaha MotoGP. “Sepertinya tiba-tiba saja dan tidak merencanakan sama sekali,” katanya pada kejadian sekitar 2003 yang merupakan awal perubahan besar dalam hidupnya.

“Mungkin karena tidak ada satu pun orang Yamaha yang ‘merasa bertanggung jawab’ atas pacekik prestasi,” katanya menjelaskan prestasi Yamaha terakhir juara dunia 1992 atas Wayne Rainey. “Saya ciptakan cross plane crankshaft (CPR) dan ECU baru agar motor kompetitif,” jelasnya. Tahapan itu setelah dia membentuk tim, mengadakan pelatihan untuk teknisi, negosiasi budget dan menggalang sponsor. 

CPR itu penemuan Furusawa paling kondang di MotoGP atau bisa juga dsebut big bang engine. Penyuka balap di sirkuit dan mendengar langsung suara mesinnya pasti juga bisa tahu bedanya dengan mesin  ‘screamer’ yang dipakai rivalnya pada 2004.

“Konfigurasi kruk-as 90 derajat. Teknologi cross plane sebenarnya barang lama, tapi tak ada yang tahu bahwa itu sangat bermanfaat dan berharga,” akunya. “Hanya saya yang bisa menjelaskan apa dan bagaimananya, mengapa dan seperti apa sistem itu dan cara kerjanya. Semuanya saya uraikan secara tertulis dengan teori yang gamblang,” katanya mantap. Dan YZR-M1 adalah motor pertama yang menggunakan kruk-as seperti itu YZF-R1 adalah motor jalan raya pertama yang mengaplikasi teknologi itu.

Lalu, kemampuan apa yang Furusawa miliki hingga menjadi teknisi hebat?  Jawabannya sederhana, “I am a kind of logical person who likes analysis and synthesis in both theory and reality,” ujarnya merendah dengan adat  ketimuran yang kental.

Kreasi Furusawa:
Yamaha RD350LC dengan engine mounting model orthogonal – 1980
Software AMDOF vibration analysis yang dijual bebas – 1989.
Yamaha FJ1200 dengan engine mounting model orthogonal -1991
Yamaha  VMAX 600-XT dengan travel suspension tinggi – 1994
Yamaha Grizzly 660 dengan distribusi bobot sempurna –  2000
Yamaha YZR- M1 dengan cross plane crankshaft   2004
Yamaha YZF-R1 dengan cross plane crankshaft  – 2008


BERITA TERKAIT:

Catatan MotoGP Sirkuit Teknikal, Termasuk Rossi Korbannya

Antara Rossi, Marlboro, Yamaha dan Ducati

Pergantian Direktur Teknik MotoGP..?

MotoGP Mugello, Pasti Rangkanya Lorenzo..!

MotoGP 1000cc Tetap Mahal

Gebrakan Tim Satelit Yamaha!

Catatan MotoGP Catalunya. Nasib Ben Spies Di Ujung Tanduk



 

BAGIKAN