nhk

Mati Kutu di Tikungan Corkscrew

ManiakMotor – Sirkuit Laguna Seca di California, Amerika Serikat punya banyak tantangan. Selain sangat bumpy, ada tikungan corkscrew yang bikin banyak pembalap mati kutu. Dari istilahnya sudah ketahuan, kutunya mati. Bahwa, tikungan itu diibaratkan bukaan sumbatan botol anggur. Modelnya ulir dan berujung tajam. Jadi, pembalap seperti dipelintir hingga benar-benar melintir.

 

Pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo termasuk korbannya dan mau dilewati Casey Stoner (Honda) ketika  nyaris kehilangan kendali di corkscrew. Padahal, Spaniard ini terus memimpin sejak awal. Betul, bahwa dia disalip Stoner bukan persis di titik itu, namun karena efek nyaris jatuh itu. “Saya tak bisa lagi mengejar Stoner setelah itu. Dia bermain bagus dan pilihan bannya tepat,” jantan Lorenzo menanggapi kekalahan 3,429 detik atas Stoner, hingga dia finish kedua.

Tikungan itu memerlukan kelihaian tinggi dan bentuk belokan serupa itu tidak dijumpai di semua trek di Eropa. Bayangkan, sebelum memasuki corkscrew, sedikit menanjak  dan berbelok kiri. Dan setelah mencapai puncak, treknya langsung belok kanan dan menurun cukup tajam. Perlu posisi akurat ketika menarik tuas rem depan untuk menurunkan kecepatan dan di saat yang sama, pembalap harus merebahkan motor untuk memasuki turunan yang berbelok kanan itu.

Adalah  Valentino Rossi yang gagal mengereman keras dengan roda depan, persis sebelum masuk corkscrew. Entah Rossi yang salah posisi atau ban depan Ducatinya “terlipat” atau motornya yang memang susa belok.

Tapi yang  jelas, dia  tengkurap mencium tanah air Amerika dan berakhir di gravel. Menurut pengakuannya sih, ban depan terlipat saat terima beban besar akibat pengereman roda depan yang sangat keras. Ingat, Rossi ini adalah pembalap yang memiliki kemampuan late braking paling top di dunia.

“Seingat saya, ketika mengerem keras, motor dalam  posisi tegak. Jika tiba-tiba roda depan kehilangan kendali, saya yakin disebabkan ban depan ‘terlipat’,” ujar Rossi. Pembalap Ducati yang digosipkan akan hengkang ke Yamaha ini tak mau ‘menggiring’ obrolannya mengarah ketidakberesan setting Ducati.

Insiden sama dialami Ben Spies. Pembalap Yamaha yagn dipastikan bakal pindah tim ini jumpalitan juga di corkscrew pada lap ke-22. Namun diduga, bukan salah teknik menikung. Tapi, gara-gara swing arm motornya pecah! Ini bukan cari alasan atau alasan yang dicari-cari. Dari penyelidikan singkat oleh tim Yamaha, swing arm pecah yang menyebabkan Spies jatuh.

“Sebenarnya, saya sedang dalam posisi bagus. Bisa bertahan di posisi 4 meski diuber-uber Dovisiozo,” ujarnya. “Tapi tiba-tiba, saya terpental dan motor ada di bawah saya.  Saya sempat menduga apakah melindas berm?” ragunya. Namun setelah kejadian itu, pihak Yamaha mengakui swing arm pecah terjadi bukan akibat jatuh, tapi sebelum insiden.

Besar kemungkinan, tikungan corkscrew menjadi penyebab pecahnya lengan ayun, lantaran motor seperti dibanting-banting ketika melaju di situ. Kondisi ini jadi makin berat bagi komponen motor, karena menahan power mesin yang sangat besar, jika pembalap membuka gas penuh di tikungan itu. Bayangkan, Toyata Kijang Innova 2.000 cc bensin yang sekuat itu saja, menghasilkan 136 dk, sedang motor Spies 240 dk lebih! “Itu bukan salah siapa-siapa, tapi melulu karena nasib buruk saja,” hibur Spies pada dirinya sendiri. 

That’s a race anyway. Yon

BERITA TERKAIT

Catatan MotoGP Sirkuit Teknikal, Termasuk Rossi Korbannya

Ben Spies Mundur dari Tim Yamaha Akhir 2012

MotoGP Amrik. Rossi Jatuh…!

MotoGP Amerika, Stoner Layak Podium 1…!


 

 

BAGIKAN