nhk

Matic Race Cirebon, Aspal Keriting Berebut Hadiah Mobil

ManiakMotor – Pesaingan perebutan dapat mobil di atas kertas terjadi antara Bram Prasetya (CLD Empush Jet-Up Apry Yo) dan Ardhy Satya Sadarma (Hatta Rajasa Racing Team).  Meski sejak seri tiga lalu poin Ardhy tertinggal 42 poin dari Bram, “Tapi tidak menutup kemungkinan saya bisa balik memimpin,” kata Ardhy. Namun  belum rezeki, motor Ardy mogok. Namanya mogok, berarti tidak dapat poin.

Itulah gambaran Indotire INK Idemitsu Oil Indonesian Super Matik Race (IIIOISMR) 2012. Event diikuti 185 starter itu berlangsung di Stadion Bima Cirebon, Jawa Barat pada 15-16 Desember 2012. “Menyusutnya starter akibat izin yang terus pindah-pindah. Tadinya ini event di Tangerang, tapi izin di sana batal,”  ungkap Yayan Suryanto selaku punggawa dari Okzigen Automotive Event Management, penyelenggara  IIIOISMR.

Putaran Patah-Patah

Apalagi seri penutup, yang antusias tinggal pemilik poin tertinggi. Sedang yang lain sudah minggir dulan sembari mengatur strategi, agar tahun depan bisa membalas kekalahan.  Nah kalau kalah terus mendingan berhenti. Hehehe. Makanya, IIIOISMR jadi mengerucut sesama jagoan pengebut matik. Kan mereka punya poin tertinggi bro, berarti jagoan semua.   

Kelas yang dapat hadiah mobil, gabungan poin Matik Open 130cc Tune Up dan Matik 175 cc.  Poin pembalap pada dua kelas tersebut digabung. Sehingga dua kelas itu menjadi hiburan buat penonton. Peserta pasti tampil ngotot. Semua jurus akan dikeluarkan. Tinggal jurus tanpa bayangan di komik Kho Ping Ho yang tidak ada di sana. Apalagi aspal Stadion Bima rada bolong-bolong dan keriting, jurus menahan setang mantul-mantul menjadi andalan.

Dengan kondisi aspal seperti itu Arie Octane (Kawahara DTS Michelin BBS) mengurangi tekanan ban motornya. Kakak kandung dari dragster wanita Sabrina Sameh ini, bikin 17 psi depan dan 19 psi belakang. “Cara ini agar ban tidak ‘ngelawan’ permukaan aspal yang kasar dan bergelombang. Ban akan bekerjasama dengan sokbreker,” ujar pembalap yang tidak bebadan gelap itu.

Sebagian besar pembalap dan mekaniknya kompak menggergaji motornya, agar bisa patah-patah bersama sirkuit stop and go. Salah kali itu, maksudnya ramai mendongrak putaran bawah lebih berisi. Selain membantu menuver, juga cepat berakselerasi menuju tikungan berikutnya.  

“Caranya pakai pegas CVT yang keras, di matik 175 cc pernya diganti spek 3.000 rpm,” ungkap Bram yang merasa balap di sirkuit ini tidak butuh motor yang enak diajak rolling. Meskipun sirkuit ini dihiasi dua tikungan panjang. Kan kondisi aspal yang bopeng tadi akhirnya dilewati dengan cara pasar senggol, dipotong di tengah tikungan.

Mobil Didapat Bram

Seri penutup ini di ikuti pula oleh Owie Nurhuda dan M. Dwi Satria. Nurhuda adalah pembalap Honda yang ikut IndoPrix. Sedang Satria mantan pembalap supersports ARRC yang saat ini bermain kejurnas 250 cc di IRS Sentul.  “Lumayan melatih skill dari pada bengong di rumah,” kompak keduanya dengan keringat yang terus bercucuran, Cirebon panas Bro.

Satria mengaku dari balap matik inilah dirinya mendapat ilmu tambahan, “Karakter matik kan harus on throttle terus, di tikungan dituntut bisa mengkoreksi arah dan laju motor tanpa menutup gas. Itu hanya bisa dilakukan dengan memainkan badan,” serius Satria sembari mencontohkan dengan badannya yang meliuk-liuk. Lho, macam goyang dangdut.

Pendapat tadi diamini Bram Prasetya, pembalap  yang sebelumnya jagoan bebek dan sekarang banyak di matik. Pembalap ini akhirnya yang dapat hadiah mobil. Belum dijelaskan mobil merek apa yang ia bawa pulang, yang pasti bukan mobil-mobilan. “Belok dengan matik itu harus dengan cara ditarik. Semua bobot badan dipergunakan untuk menariknya,” panjang Bram yang asli Jakarta ini.

Di akhir musim 2012 ini, pembalap meminta adanya jenjang lanjutan dari matik race, “Peminatnya banyak, bahkan seri matik race tak hanya di pegang Okzigen masih ada promotor lain. Harusnya dibuka juga kejurnas khusus matik,” harap Octane.

Dengar tuh jenjang. Adit

BERITA TERKAIT:

Hasil Lomba Matic Race Cirebon, 16 Desember 2012

Indonesia Super Matic Race Serang, 1 Joki Dua Kelas, Hadiah Mobil

Final Matic Race Cianjur, Ini Yang Bikin Ramai Di Jabar


BAGIKAN