nhk

Membangun Motor Roda Tiga, Bagi Bro Yang Cacat


ManiakMotor – Kembali pertengahan tahun naga air ini, portal berita roda dua ter- updatehadir dengan tematis modifikasi  penyandang cacat fisik (difabel). Mereka juga layak  menikmati cantiknya modifikasi. Itu akan membuka mata dunia kalau modif bukan untuk kesenangan atau hobby belaka. Amal! Apalagi di bulan puasa sekarang, banyak ibadah. Canggih iman dan canggih modif.

Sorry bro, ini modifikasi hanya untuk penyandang fisik (difabel) bukan untuk cacat mental pemanen. Kalau yang itu, urusannya dengan dokter yang ada di Grogol, Jakbar.  Tidak asal modif sekadar mereka bisa naik motor, tetapi unsur seni modifikasi ada di dalamnya.

Semua merek dan jenis motor bisa dibikin roda tiga. Sayang, pabrikan yang kaya raya di Indonesia nyaris tidak peduli terhadap mereka. Munculnya matik lebih efesien, karena reduksi giginya yang otomatis. Bagi penyadang cacat, jelas meringkan gerakkan mereka yang terbatas. Biaya juga lebih murah.

Dibahas dulu matik dan cuma di www.maniakmotor.com,  jangan pernah lupa untuk tetap setia mengklik. Adalah juragan bengkel sulap Tauco Custom  di Kebagusan, Jakarta Selatan,  yang punya gagasan. Kebetulan dia sering dapat order modif penyandang cacat. Sudah puluhan yang pernah dibuatnya. “Amal bukan hanya pakai dana ditaruh di amplop, lantas diantar ke mesjid. Karya modifikasi bagian dari amal,” kata Topo Goedel Atmodjo, builder berpengalaman lebih dari sepuluh tahun yang menganggap dirinya norak, tapi hanya kadang-kadang lucu, padahal sudah melucu.

Topo mengaplikasi sesuai kondisi cacatnya.  Misal pemakai kaki dan tangan palsu sampai cacat polio dan bawaan lahir yang tidak normal, dianggap satu bagian konstruksi tiga roda. Fokusnya pada keamanan dan kemudahan operasional. Ya, roda tiga itu, agar berhenti tidak merepotkan alias motor tetap berdiri. “Saya dari lahir memang tidak punya kaki, naik motor seperti mimpi,”  ujar Pangestu Sabar Budiman dri Fatmawati, Jakasel,pria ganteng yang roda tiganya sistem girboks yang dikerjakan Topo. Hanya contoh itu, bro.

Kira-kira sama dengan sepeda roda tiga balita yang baru belajar. Kontruksinya sederhana dengan membikin rangka di sisi roda belakang seperti swing arm. Di sini juga ada breket  tambahan dudukan dua sokbreker. Ini yang paling sederhana dan kurang efektif, lantaran roda belakang jadi lebar, akhirnya kurang nyaman. Pengendalian juga berat, karena hanya satu roda yang berputar. Modifikasi sepertinya paling  mahal menghabis dana Rp 2.500.000.

Lalau memilih kontruksi yang lebih nyaman yang sistem penggeraknya menggunakan cvt memaksa kedua roda bergerak. CVT di teruskan  ke as roda model knockdown. Pengendalian motor lebih fleksibel. Memang agak makan biaya, tapi tidak lebih dari Rp 3,5 juta. Sebab di sana akan ada sistem diferensial seperti mobil. Jika belok salah satu rodanya akan berputar lebih sedikit.

Model seperti itu,  ke dua roda belakang bisa lebih empit dan cantik dilihat. Tapi, memnuat matik jadi lebih panjang, karena harus mundur 20 cm. Konbtruksi monosok matik cukup bawaan motor. Hanya saja, kualitasnya harus diganti.

Yang paling bagus dari semua konstruksi roda tiga matik adalah aplikasi girboks/gardan  mobil. Dari segi harga lumayan, tapi kenyamanan dan kestabilan bisa didapat. Girboksnya bisa pakai bekas mobil Suzuki yang 2-tak atau milik Bajaj. Lebarnya disesuaikan kebutuhann, kontruksi rangka sama seperti aplikasi lainnya. Habis itu tinggal tampilan yang layak. Topo

TERKAIT  MODIF:
Modifikasi Mio Soul, Api Terus
Honda CB 100, Balada Pemodif Cekak…
Modifikasi Yamaha Fino, Pilih Bolt-On Yang Benar
Pelantun Aishiteru Memodif CBR250
RX King Jogja, Jago Semuanya




 


BAGIKAN