nhk

Merawat Tungkai Rem Tromol

Hujan bisa jadi sahabat, bisa pula petaka. Gak ada hujan, sumur kering dan sawah gersang. Kebanyakan, rumah bocor, banjir di depan rumah. Jika motor sering lewat situ, lama-lama tromol rem bunyi kalau pedalnya diinjak. Nyit, nyit, preeeeet… Itu masih aman. Bagaimana kalau, motor  nyelonong. Kamu habis! Habis duit, masih bisa dicari. Coba sebagian kaki, tangan, dan hidung habis, bagaimana? Nyawa, apalagi.

Buruan rem versi tromol dirawat. Sebab, tungkai penarik kampas kecipratan atau malah terendam. Lumpurnya tertinggal dan mengendap di sekitaran tungkai, per dan kawat penariknya.  “Pasti mengganggu kinerja rem,”  kata Andri, mekanik dari bengkel  Andri  Motor di Jl. Cipadung  No 32, Bandung, Jabar.

Becek, lumpur dan air membawa asam akan mengendap dan mengering di situ. Ini harus dihus, hus, hus. Diusir! Supaya kabel kembali bugar. Gunakan kuas atau sikat gigi yang bekas boleh, baru juga monggo. Asal jangan dipakai buat gosok gigi lagi. Sikat dan kuas dibagian tungkai serta pegasnya. Usahakan sampai bersih. Ya sudah, itu saja. Namanya juga tips ringan. Ka-PJ

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353