nhk

Modifikasi Suzuki Shogun, Imajinasi Liar

 

 

ManiakMotor – Mimpinya supermoto, motor gabungan pelahap aspal dan tanah. Pula, motor yang bisa loncat-loncat. Tetapi, hasilnya street fighter si jagoan cakar aspal. Raja jalanan! Belakangan diakui sebagai low riders alias motor tiarap  yang lebih banyak dipajang.

Jangan coba-coba ditelanjangi, asli motor ini nanti ketahuan. Auzangan, dong. Mayu..! Ini Suzuki Shogun 2004. Yii, telanjang juga. Butuh berpikir keras menyulapnya jadi jantan. “Supermoto wakil dari motor serbabisa. Saya inginnya seperti itu,”  amin Rudi Permana, orang Purwokerto, Jawa Tengah. Pmilik modif, penggemar berat supermoto. Dia serahkan proyek pada Billy Custom.

Garpu atau fork depan model teleskopik panjang. Dulu, disebut sokbreker ayam jago. Ditambah monosok dengan paket bawaan lengan ayun yang panjang. Dengan komposisi ini, sementara konsep supermoto berjalan. Kira-kira sebentar lagi akan terwujud mimpi Pak Rudi. Kalau mau cepat sih, lihat fotonya dong.

Dari pada bikin rangka tambahan atau back-bone, lebih bagus pelat galvanis jadi bodi. Walah, si Topo dari Tauco Custom Builder (TCB) dapat saingan. Si Topo itu, saban bicara sebut galvanis. Katanya,  seni modifikasi yang tidak ternilai merancang galvanis jadi bodi. Po, po… kirain di kolong Indonesia ini hanya yang  bernama Topo yang bisa.  

Dari bodi galvanis ini mimpi supermoto buyar. Mungkin saat lagi nyenyak bermimpi, keburu bangun. Kucing lewat menjatuhkan piring, priiiing..! Supermoto pun jadi street fighter. Postur bodinya lebih pendek, meninggalkan roda belakang. Itu ciri raja jalanan. Sedang supermoto dasarnya dari special engine. Tangki pipih dan jok sampai belakang tipis. “Iya, ya,” celetuk Rudy sambil mengucak matanya.

Sumbu roda keburu panjang untuk kejar mimpi. Bahkan, kepanjangan untuk ukuran supermoto. Konstruksi monosok lebih miring, membuat belakang jadi rendah. Ini diimbangi menurunkan sokbreker depan, lebih pendek. Jadilah low rider. Imajinasi liar, cui! Bun2

BERITA TERKAIT:
Honda XL125, Adventure Vintage
Pelantun Aishiteru Memodif CBR250
Yamaha Mio Yang Nano-Nano
GL-Pro Hypermotard Rangka Tubular
Modifikasi, Pelat VS Fiberglass
Sanex QJ 250, Dari JJS Ke Penggaruk Jalanan
RX King Jogja, Jago Semuanya
Jupiter Z Topan Juara IP





Data Modifikasi

– Sokbreker depan : Custom USD
– Monosok : Satria RR
– Pelek depan : Sprint 2.50×17
– Pelek belakang : Sprint 3.00×17
– Ban depan : Swallow 110/60-17
– Ban belakang : Swallow 130/60-17
Footstep belakang : Satria FU
– Lampu depan: Custom foglamp
Tail light : Revo
– Kenalpot : Yoshimura
– Lengan ayun: Hand made
– Cakram set belakang : Satria set
– Bodi  : Full custom plat
– Biaya modifikasi : Rp 9 juta
– Femodif 

: Billy Cuztom

 Jalan Raya Karangsalam, Purwokerto

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353