nhk

Modifikasi Binter Merzy (Jakarta), Ini Bukan Chopper, Tapi Bingky Style

 

ManiakMotor – Pemodifikasi motor ini ogah disebut karyanya sebagai chopper. Baginya, Binter Merzy buatan 1983 adalah, alirannya dewek. Rangka, tangki, kaki-kaki dan kawinan pernik-perniknya adalah ciptaannya sendiri. Baginya yang disebut chopper itu semua pemodifikasi motor aliran apa saja.  “Tugas pemodifikasi kan  potong memotong rangka. Potong (chop) dan jadi tukang potong-potong adalah chopper,” sebut Ignatius Hendra alias Bingky dari markas Carburator Springs (CS) di Bintaro, Jakarta Selatan.

Bingky yang ngomong, ya setuju! Brosist, gimana? Hasil akhir modifikasi Binter Merzy ini pun, disebutnya Bingky Style, bukan chopper. Sekali lagi, chopper itu si Bingky, karena dia yang memotong-motong sasis Binter jadinya seperti di foto ini. “Seharusnya modifikasi Indonesia punya gaya sendiri, Indon Style misalnya. Lha Jepang saja punya Jap Style,” kata Bingky yang juga piawai memodifikasi Harlay Davidson (HD) dan VW. Malah untuk HD dia sering tukar ilmu dengan pemodifikasi dunia di Amrik sana.  

Karena aliran Bingky Style yang asli Indonesia, dimasukkan dalam karyanya kekayaam alam Indonesia dan tradisinya. Lihat saja tangki, sepatbor, hand grip, dan footstep, materialnya dari lempengan tembaga. Tembaga ini mirip peralatan rumah tangga zaman dulu yang khas negara kita. Lalu, yang mengilap itu manik-manik atau peyek, ah itu mah makanan. Yang ini payet yang mudah ditemukan dalam baju-baju adat di semua daerah nusantara.   

Yang manik-manik pada tangki itu bukan aslinya tembaga yang dari jauh seperti hologram.  “Itu diciptakan dengan alat sendiri dari mata bor. Pengerjaannya ya seperti mengebor. Jadi kalau kena sinar akan mengilap,” sambung Eko Yulianto, mekanik kepercayaan Bingky alias project officer (PO)  Binter ini. Sembari bilang kalau mal tangki ini dari bahan styrofoam.

Material tembaga yang digunakan 1,5 mm. Beda membentuknya dengan pelat besi. Tidak pakai ketok palu, juga tanpa dempul dan cat. Ya asli warna tembaga. Pakai mesin khusus untuk menekuknya jadi tangki. Cara kerja mesin ini cukup menjepit tembaga di antara mata alat yang banyak pilihannya;  ada yang bulat, lonjong, oval, ya macam-macam tergantung sesuka lu. “Menghaluskan pinggiran pelatnya tetap pakai gerinda,” jelas Bingky yang gondrong, kurus dan tinggi itu. Sayang, alat mesinnya lupa dicatat.

SASIS DUDUK DI TANGKI???

Bukan hanya sasis tubular ala Ducati atau di Indonesia yang baru lalu dengan rangka teralis milik Honda CB150R yang menonjol. Sama tujuannya  dengan sasis Binter ini untuk penampilan. Bedanya sasisnya karya sendiri, hand made. Lebih beda lagi, umumnya sasis jadi tatakan tangki bahan bakar yang ini sebaliknya. Sasis pada Binky Style menimpa tangki. Atau dibalik, sasis jadi tempat bergelantungannya tangki. Jujur saja sasis bagian dari uniknya modifikasi Binky Style.

Patron awal sasis pakai kawat 6 mm yang sudah di rancang bentuk sesuai konsep seperti jadi sasis yang sudah kelihatan ini. Supaya saat diroll dengan alat hydraulic pipe bender, pipa tadi tidak lagi melenceng..ceng..ceng. Tanpa begitu, sasis akan miring dan motor jadi lari anjing, jing, jing. Ya kan, anjing nggak pernah lurus larinya brosist. Percayalah soal itu.

Ukuran pipa pada main frame yakni 1,¼ inch, yakini sasis dari komstir, dowtube dan backbone. Sedang pipa 1 inchi untuk rangka belakang dan suspensi depan berikut setang. Dengan begitu habis 10 meter pipa untuk chasis tok. Merangkai pipa-pipa ini bukan pake las listrik (mig), tapi las argon (tig welding).

Sejalur dengan inner throttle yang kasat mata, karena dibuat jalur di dalam setang. Bikinnya gimana? “Kalau ini bikin di bengkel bubut, tapi bersama gambar sketsa. Supaya tukang bubutnya paham betul,” tambah Bingky sembari menjelaskan karya Carburator Springs pada Merzy ini tanda, rumah modifikasi ini bukan hanya berkutat dengan HD. Justru katanya, motor lokal lebih berat tantangannya.

Fork depan model lengan atun tidak pakai sokbreker untuk meredam kejut. Springer pun ditiadakan. Namun gantinya pakai per daun (leaf spring) yang dirangkai dari bawah komtir ke tungkai ayunan dari as roda. Pernya bekas mobil Willys. Ini model peredam zaman kakek kita masih SD. Tapi ayunan ini mengandalkan 8 bushing yang dibuat sendiri dengan keterampilan tingkat dewa. Karena sifat bushing itu walau di kencangkan pakai baut, tetap berputar. Tau-tau, logikanya motor tetap jalan.

Estetika dari tembaga dijaga dengan cat rangka yang senada. Itu ga usah ditanya, Bingky memang jagonya soal itu. Tapi dia malah meminjamkan DVD film Harley Davidson and The Marlboro Man, sebagai bahan penulisan berikutnya soal HD miliknya. Siap, tapi napas dulu bro. Adib

MODIFIKASI LAINNYA:

Modifikasi S&S Super Stock 1.600 cc (Jakarta), Cory Ness Style..!

Modifikasi Honda CB125SS (Jakarta), Konstruksinya Detil..!

Modifikasi Honda GL 100, Mini Chopper Titisan Empu Kediri

Modifikasi Ninja 250 Atau Ducati (Jakarta)..? Full Custom 90 Juta

Modifikasi Yamaha New Vixion 2013 (Jakarta), Bukan Naked Bike, Tetap Hi Brooo..!

 

Data Modifikasi  
Ban depan : Avon 100/90-19
Ban belakang : Avon Gangster 130/90-16
Pelek depan : Sportster 1994, 2,5 inchi-19
Pelek belakang : Sportster 1994, 3,5 inchi-19
Disc belakang : Kymco
Caliper : Yamaha F1Z
Master rem : Nissin
Tutup as roda : Custom
Lampu depan : Custom
Anting-anting : Custom Pelat 10 mm
Bikers Station : Jl. RC Veteran Route 66, No. 13
    (Gg H. Ropiah), Tanah Kusir, Bintaro
Telepon : 021-7379378

BAGIKAN