nhk

Modifikasi D-Tracker (Semarang), Swing Arm DR, Kenalpot FMF

 

 

ManiakMotor – Kenalpot FMF adalah pelepas gas buang yang jadi ciri motor garuk tanah. Untuk ukuran 4-tak, lumayan mengangkat tenaga sekitar 12 persen. Tetapi Kawasaki D-Tracker 2011 ini, bukan untuk garuk tanah doang, sekalian cakar aspal. Karena sudah berubah fungsi menjadi supermoto. Maklum trail dan supermoto itu masih sodara. Supermoto itu dulunya special engine yang hanya ganti ban aspal dari ban tahu. Mirip-mirip dengan D-Tracker untuk garuk tanah harian yang diganti aspal harian.

Yang ini dengan perbaikan mumpuni macam kenalpot tadi. Perubahan dual purposenya serius, tidak main-main, bukan untuk pajangan. Itu kelihatan dari pemodifnya yang tidak becanda atau ketawa-ketwi sembari memodif. Pokoknya serius memasang konstruksi kaki-kaki pilihan barang limbah yang memang untuk jalanan aspal dan tanah.

“Modif supermoto itu harus fungsional. Untuk ukuran D-Tracker 150 cc, modifikasi jangan terlalu berat. Karena aslinya motor ini didesain untuk kenyamanan dalam adventure. Pilih barang limbah moge yang sedang-sedang saja, menyesuaikan dengan kapasitas mesin yang disuntik hanya dari kenalpot FMF. Ini motor sering dipakai harian dan turing,” kata Lerry Rachmat Rizky, pemodif dari Caos Custom Bike (CCB).

Ergonomik menjepit, mengapit, berdiri dan pegang setangdi pilih bodi Yamaha YZ85. Ini bodi SE kelas menengah alias untuk anak-anak 12 tahun sampai 14 tahun di arena motocross profesional. Bodinya tidak sekadar tampang, semua struktur bodi ada fungsinya. Jok misalnya, dibikin tipis dan pipih sejajar rangka, supaya saat pengendara berdiri di mendan yang bergelombang, posisi kaki tegak, paha tidak tebuka. Ya macam orang berdiri. Atau alur jok di sudut pinggir kiri-kanan, itu ada fungsinya. Bila menikung ke kanan, belahan pantat seharusnya di sisi sudut kiri jok. Sehingga mendapat momen keseimbangannya.

Sama juga dengan jok seperti memanjat ke punggung tangki. Tujuannya, supaya saat menikung pantat sampeyan bisa ke jok paling ujung depan tersebut. Dari jauh sih seperti duduk di tangki. Di saat yang sama paha sampai dengkul bagian dalam, mengapit tangki yang seperti sayap penangkap angin itu loh. Yakin, semua bodi SE ada sayap macam itu, karena untuk ergonomik sekaligus penampilan.

Bodi dan kaki-kaki sama nyaman karena diteruskan fork upside down dari KTM85SX full set. Itu sokbreker masih untuk SE juga, tapi dari Austria. Suspensi WP ini, asyik juga untuk meredam jalanan yang rusak. Jangankan jalan rusak, untuk loncat-loncat dengan rintangan motocross aja bisa. Misalnya doble jump, table top dan sebagainya. Jadi,  secara keseluruhan pas.

Karena untuk aspal, swing arm pakai Suzuki DR350 1994. Katanya piranti ini barang langka bangat. Saking langkanya mudah didapat. Ah lu, yang benar ngetiknya dong, sudah langka tapi gampang didapat? Dicari di mana-mana dapat capek doang. Itu yang dimaksud mudah didapat, mudah dapat capek.  Berarti arm ini canggih, keren dan ganteng. Makanya diburu. Kolaborasi ini akan lebih bagus di aspal, terutama untuk turing.

Tapi ini bukan semata sirip, 4 buah baut L itu bisa dibongkar pasang, kanan dan kiri jadi 8 baut. Maksudnya lengan ayun ini mumpuni pakai ban segala ukuran. Tuh nyambung kan, ujungnya ya nyaman tadi. “Jika pakai ban besar you harus buat adaptor untuk pengganjal. Tidak cukup dengan ganti baut atau tambah ring,” tambah Eko, juru bicara Lerry.

Sekadar bonus informasi, mungkin saja brosist tiba-tiba dapat arm DR di pinggir jalan. Dan artikel ini tidak akan hilang, akan terus tersimpan di portal ini. Metode pasang arm ini pada D-Tracker sama, namun tanpa dipotong ujungnya. Cukup seting bushing dan braket di bengkel bubut langganan. Tapi menseting tinggi rendahnya ada pada link dari bahan pelat 15 mm dan panjang 15 cm. Hitungan ini disesuaikan dengan tinggi badan pemiliknya yang tinggal di Semarang, Jawa Tengah. Semakin panjang link, berarti semakin rendah posisi motor. Adib

MODIFIKASI LAINNYA

Modifikasi Honda Ruckus, Pakai Mesin Kymco

Modifikator Jadi Bintang Iklan Rokok; Nyalakan Merahmu..!

Modifikasi Kawasaki Ninja 250 (Jakarta), Ninja Komputer

Modifikasi Suzuki Inazuma (Tasikmalaya), Lihat Kakinya Dong, Gabungan Turing Street Fighter

Modifikasi Yamaha Scorpio (Jakarta), Retro Kawasaki W400

 

Data Modifikasi  
Ban depan : Pirelli 120/70-17
Ban belakang : Pirelli 140/70-17
Pelek : TK Japan 17×2.50 / 17×3.50
Setang : Renthal Twinwall
Grip : Domino
Handle guard : Zeta
Spion : Koso
Knalpot : FMF Ninja 250
Lampu sein : Variasi
Decal : Try Ink
Raiser : Pro Taper
Tutup tangki : Zeta
Caliper depan : Brembo
Master rem belakang : Nissin
Lampu belakang : DRC
Gas spontan : Daytona
Bodi belakang : YZ 85 cc 2007
CCB : Jl. Pancoran Barat 8, No. 6 C, Jakarta Selatan
    021-70089400, 08170089400, pin bb 28d446bf

BAGIKAN