nhk

Modifikasi Dari Honda Tiger Jadi Ducati Monster, Asli Neked Bike..!

ManiakMotorJika tak nongol tuh mesin Honda Tiger 200 tahun 2013, siapa pun akan menyangka ini naked bike modern. Dan dia bukan Tiger. Paahal ini Tiger yang umur modifikasinya sudah 7 tahun lalu saat maniakmotor.com baru dibangun.

Karena konsep yang dipilih adalah naked bike, mesin memang harus tampak dari luar. Makanya jelas sekali mesin Tiger-nya.

Dalam konsep naked, mesin bagian dari penampilan, tentu tanpa melupakan sasis tubular produksi dewek. Di situlah jelinya konseptor alias pemodifikator mengelabui mesin ‘kecil‘ Tiger dibanding asalnya konsep, Ducati Monster trellis frame.

“Tapi namanya Ducati ya tetap Ducati, Tiger tetap Tiger, justru itu tantangannya,” kata Ariawan WIjaya dari rumah modifikasi Baru Motor Sport (BMS) di Palmerah, Jakarta Barat. Mudah-mudaha BMS masih ada sampai sekarang.

Itu pun saat dimuat pertama di portal ini, modifikasi Tiger ini sudah jadi sejak dua tahun sebelumnya, sudah basi katanya. Tapi yang namanya modifikasi tak pernah basi. Buktinya sekarang alias sejak 2019 dan 2020, pabrikan banyak menjual motor baru model turing mirip dari konsep modifikasi ini.

Tiger dan Ducati Monster dimensinya jauh ke mana-mana, apalagi mesin. Makanya  dipakailah radiator Yamaha R6 yang melintang di depan mesin. Dari radiator ini semua akan terkelabui. Motor ini akan dikira punya mesin gambot. Entalah, radiator itu berfungsi atau tidak. Hanya sebatas itu mesin bisa dikelabui.  

Selebihnya konsentrasi dibagi pada rangka trellis yang merah kinclong tersebut bersama antek-antek aksesori seperti Rizoma. Rangka ini masih dekat-dekat di ruang mesin. Makanya harus menonjol.  

Pipa jeruji ini diameternya 1 inci, sedang kisi-kisi-nya ¾ inci. Supaya pipa seolah-olah sasis ini sama model kiri-kanan, maka digunakan kawat minimal 8 mm dulu sebagai alat pemandu membengkokkan pipa

Teknik tekuk pipa bukan pakai tangan kosong seperti debus dan ilmu mengembalikan besi ke ‘asalnya’. Itu sih elmu tua. Yang ini canggih, cukup dipanaskan api las, bukan pakai alat hidrolik untuk rol. Karena pakai pipa tipis, bagian dalamnya otomatis melendung kepanasan.

Meratakannya cukup digerinda ulang. Memang tidak akan sepenuhnya rata, solusinya pada dempul dan cat pada tahap finishing,” tambah Ari yang menjawab pertanyaan reporter dengan tenang pada Tiger yang pemiliknya di Tenggarong, Kalimantan Timur itu.

Pipa ‘tubular’ ini tersambung ke rangka belakang atau sub frame yang benar-benar dibikin mirip rangka moge. Bahan rangka ini dari pelat galvanis 3 mm yang kuat. Selain itu jadi dudukan monoshock untuk meredam ayunan roda belakang yang gambot.

Rangka itu juga meniru Ducati Monster yang alumunium padat. Memang gak mungkin dibikin persis almubuatan pabrik. Tapi jadinya boleh mirip dengan alat pertukangan modifikasi macam pahat lancip, pipih, bulat, oval, dan pokoknya semacamnya deh.

Lengan ayunnya pakai moge Ducati 848. Lengan tunggal ini tanpa dipotong kedua ujungnya. Berarti panjang as arm mencapai 40 cm, kurang lebih segitu. Dengan begitu, semua macam ukuran ban boleh dipakai.

Bahkan ban untuk tingkat bela diri pun bisa dipasang di situ. Kecuali ban tracktor kalee yang nggak muat.  Sekarang sih pakai ban Dunlop Sportmax, ukurannya lihat saja di DATA MODIFIKASI. “Sokbreker depan pakai full set Yamaha R6,” jelas Ari.

Dengan berbagai kombinasi tersebut penampilan mesin bisa ditutupi. Apalagi urusan detil, BMS punya caranya sendiri yang disebut BMS style. Itu dengan banyak bermain pada aksesoris Rizoma dan limbah moge yang dari aslinya ganteng. Lha kan memang itu jualannya BMS, jagoan limbah.  Berikut lampu depan Ducati asli yang tersedia dibengkelnya. Bahkan tangki bahan bakar Cagiva yang dipasang di Tiger ini asli adanya. Pendeknya semua yang terpasang di motor ini, kecuali bensin yang nggak dijual BMS. Ad

BACA JUGA

Modifikasi Yamaha Scorpio: Motor Lama Asyik Di Jakarta

Modifikasi Satria FU Drag Bike; Digeber Chodox Di Bebek 200!

Modifikasi Yamaha Byson (Jakarta), Dengan Plastik Fiber Terlihat Moge 600 CC

Data Modifikasi
Ban depan: Dunlop Sportmax 120/60-17
Ban belakang: Dunlop Sportmax 180/55-17
Pelek: Ducati 848
Swing arm: Ducati 848
Lampu depan: Ducati Monster
Tangki: Cagiva Mito
Lampu sein: Rizoma
Sok depan: Yamaha R6
Sok belakang: Ohlins
Kaliper: Brembo
Setang: Renthal Twinwall
Spidometer: Koso RX2N
Radiator: Yamaha R6
Silencer knalpot: Mugen Power
Bodi belakang: Fiber BMS
BMS: Jl. Palmerah Barat No.25, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
  021-92925151/ pin bb 32555bb3

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353