nhk

Modifikasi Drag Bike, 2019 ABRT Janji Ninja 150 FFA 6.6 Detik, Kuncinya Kompresi Primer..!

ManiakMotor – Baru lalu Ninja ABRT20 bikin rekor di Super FFA Sampai 350 cc dengan 6,742 detik. Itu didapat di final Dragbike Championship 2018, Wonosari, 11 November 2018 lalu. Tahun depan katanya akan dipertajam lagi. Kuncinya pada kompresi awal dengan membesarkan kapasitas silinder PDK pada Ninja 150.

Bagitu kata tunner-nya yang bernama AB Bendol, kapasitas yang mencetak rekor di IDC tersebut masih 160 lebih dikit. “Lebih dari itu kapasitas Ninja agak sulit mengatur kompresi bawahnya,” papar Bendol yang akan terus mencari yang disebut kompresi primer tersebut. Kan kompresi sekundernya untuk 2T ada di kepala silinder.

Maksud Bendol, bila diameter piston bertambah, otomatis diameter ruang kruk-as (crankcase) berubah. Bukan berubah ruangannya jadi besar, justru makin kecil. Berarti makin sempit atau berkurang uap bahan bakar bercampur udara yang dikirim karburator ke ruang kruk-as.

Padat sebenarnya yang ditampung pada ruang terjadinya kompresi pertama. Nah itu yang bikin bingung Bendol untuk saat ini. “Masih butuh riset di mesin bubut bagian mana untuk mengakalinya, agar debit dan volume-nya seimbang dengan yang sekarang. Kalau asal besarin saja, ngempos,” papar Bendol dengan yakin hambatan itu akan dipecahkan lewat riset.

Namanya trial and error alias riset. Nah proses ini menurut Bendol yang terkenal dengan knalpot ABRT20 itu, butuh waktu dan dana. Waktu bubut sana dan sini, dana untuk mondar-mandir ngetes, belum lagi gagal yang sama saja membuang bak mesin ke ‘sampah’. Padahal, kegiatan ABRT20 bukan hanya di drag bike, road race pun mereka jaya dengan mesin 2T yang lagi rame sekarang.

Pompaan terhadap transfert port yang jadi fokus Bendol untuk mendapatkan debit yang pas bila terjad pembesaran piston dari yang sekarang. Juga sangat diperhitungkan celah antara kruk-as dan dinding rumah kruk-as. “Itu yang jadi jalur bahan bakar ketika piston ke TMB. Di situ yang aka dicari menuju lubang transfer, sekalian porting transfernya,” tambah Bendol.

Katanya bila ini jadi, kecepatan Ninja-nya di FFA akan bertambah. Sebab kapasitas bisa dinaikan lagi dari yang sekarang. Targetnya sih 6.6 detik yang artinya bisa mengalahkan KTM SE 250 yang mesinnya sudah special engine yang pernah merajai drag bike Indonesia tiga tahun lalu. Sekalgus mematahkan rekornya sendiri di IDC. MM

BAGIKAN