nhk

Modifikasi Honda CB 175 Twin SS 1973 (Bandung): Kental Dengan Budaya

 

ManiakMotor – Bila diceritakan rangkaian pertukangan modifikasinya, nggak habis 100 halaman. Sesekali bicara latar belakang terciptanya suatu custom oleh seorang builder. Walau acuannya sampai ke dunia seperti Honda CB175 Twin SS keluaran 1973 menjadi cafer racer, tapi kultur Indonesia tetap kental.

Maksudnya selalu dipengaruhi pemodifikasi  di mana ia lahir dan di mana ia tinggal sehari-hari. “Inilah karakter motor custom kita. Karena saya lahir di Sunda, disebut Sunda Custom Culture pada CB175 ini,” tegas Purnama, builder dari Glanets Radical Kustom dari Bandung.

Purnama mengaku setiap detil pada modifikasi ini terselip budaya Sunda. Misalnya ditonjolkan pada setang setir yang mirip tanduk domba. You tahu sendirilah, di Sunda ada budaya adu domba. Itu bukan kata kiasan seperti nyayian Bang Haji Rhoma soal adu domba atau bahasa Belandanya de pide et impera, tapi domba benaran yang diadu. Maka setang kemudinya ditekuk ke bawah. Macam tanduk domba yang siap adu.

Sokbreker depan yang gagah itu, mirip ganggang cambuk bentuk senjata Sunda. Sokkbreker tersebut hasil perkawinan tiga motor yang anaknya bukan domba, hehe. Buttom pakai K2-200, as-nya Suzuki TS yang dipotong 10 cm dan segitiga atas bawah pakai Honda NV yang dicustom ulang pakai kondom. Katanya sih, kinerja suspensi empuk digunakan jalan-jalan.

Tutup-tutup baut menandakan alat musik bonang berikut tromol depan dan belakang terlihat macam sobekan, sehingga membentuk gamelan khas Sunda. Knalpot kanan dan kiri dibentuk  pohon bambu runcing. Pokoknya Sunda tea, euy… namun kasep, sama dengan Kang Asep, huss becanda.

Budaya Sunda makin ketara pada tutup tangki dengan ukiran batik termasuk ornamen cat pada motor. Pada raiser atau dudukan setang seperti alat musik Sunda yang dinamakan saron. Jok dicustom dari bahan kulit sapi yang mempertegas batik sunda. Gambar tengkorak di jok mencirikan gambar sang builder.

Bodi disiram cat Spies Hecker  hitam dan putih. Putihnya pakai gliter yang mencirikan warna batu kalimaya atau batu akik Snda. Pelek depan dan belakang diganti ukuran 3,5 inci dari TK Racing yang  dililit ban Delitire 120/80-18 untuk depanbelakang. “Semua ini saya bilang Karuhun (bahasa sunda red) yang artinya mengangkat budaya sunda,” tutup Purnama Sultan Dasa Nugraha yang buka gerai di Jl.Karapitan No.11, Bandung.

Namanya saja ada Sultannya gimana gak cinta budaya. Trisya

BACA JUGA

Modifikasi Honda PCX 125 (Bandung); Kelas Berat Dikerjakan Cepat Model Sangkuriang

Modifikasi Kawasaki Pulsar 200NS 2014 (Purwokerto): Gara-Gara Buntut!

Modifikasi Yamaha New Vixion Lighting 2014 (Bekasi); Rangka Tipu-Tipu

Modifikasi Kawasaki D-Tracker 150 (Jakarta); Kaki-Kaki Super

 

DATA MODIFIKASI

Ssokbreker Belakang: Variasi di custom

Cat: Spies Hecker

Pelek Depan-Belakang: TK ukuran 3,5 in

Ban Depan-Belakang: Delitire ukuran 120/80-18

Lampu Depan: Variasi

Tromol Depan: CB 200

Tromol Belakang: JT 380

MODIFIKATOR: Glanets Radical Kustom

Jl.Kapitan No.11, Bandung

CP 087825444919/(022)92370623

 

BAGIKAN