nhk

Modifikasi Honda Karisma Drag Bike; Nekat Ikut Bebek TU 200 CC, Kruk-As Standar..!

ManiakMotor – Sekedar mengingatkan di musim Covid-2020, bahwa 7 tahun lalu yang tepatnya 2013 muncul Honda Karisma bertempur di Bebek 4T 200 TU. Beda dengan sekarang yang sudah pada pakai Honda Sonic berbais 150 cc dengan mesin berdiri. Juga sekadar mengingat kembali, pernah ada juga tim Kolor Ijo yang punya Karisma 200 cc TU ini.

Hebatnya diklaim pada 2013 tersebut tetap menggunakan kruk-as Karisma, bandel walau kapistas mesin telah melejit. Tidak menggeser lubang pin setang piston pada kruk-as. Tinggal pakai piston diameter 65,5 mm untuk kejar volume silinder betempur di kelas Bebek 200 cc Tune-Up.

Jika pin digeser-geser, dudukannya juga mudah bergeser oleh putaran mesin tinggi dan gebukan kompresi. Belum lagi dengan sumur silinder yang membesar. Dikhawatirkan lari motor juga mudah bergeser, maksudnya gampang pelan bro alias gagal korek-korekannya.

Makanya, “Hanya setang piston yang diganti. Lumayan, walau langkah torak sebenarnya rumusnya dari dudukan pin piston, yang ini pakai setang piston Supra X125 yang jadi 58.5 mm. Sedang standar Karisma 57,9 mm,” jelas Fauzan Rozi, juru korek Conk Speed yang memperkuat tim K-Ijo Top Jaya AHRS GM pada Karisma yang dijoki Tony Chupank saat itu.

KURANG POPULER

Berarti saat ini spesifikasi bore  x stroke jadi 65.5 mm x 65.5 mm x 58.5 mm x 3.14 dibagi 4 sama dengan 197 cc, kurang tiga cc dari aturannya. Pakai metode itu motor ini tidak perlu permak bandul kruk-as. Itu sama dengan mempertahankan karakter dasar mesin yang punya torsi lebih bagus untuk ukuran standar. Sebab yang ditingkatkan kali ini adalah rpm yang lebih tinggi sekalian mengurangi bobot penyeimbang magnet 500 gram.

Karisma memang kurang populer dibanding Satria FU, Jupiter Z atau Honda Sonic di kelas yang diikutinya. Apalagi tim Kolor Ijo pemilinya saat ini memiliki FU yang pegang rekor di kelas yang sama diikuti Karisma dengan 7.2 detik. Sementara Karisma ini masih berlari 7.6 detik ke atas.

Bisa saja si Karisma sedikit terabaikan dalam riset untuk mengejar catatan yang sama dengan FU milik mereka. “Tidak juga. Karisma memiliki kelebihan pada power bawah dan setelah dikorek, power band-nya pindah ke tengah. Cukup lebar. Cuma saat ini masih terus mencari profile kem yang pas dengan karakter membesarnya kapasitas,” cocor Conk, panggilan dari Fauzan.

Maklum, semakin jarang tipe motor ikut drag, kian sulit referensi korak-korek mesin. Beda dengan FU atau Jupiter Z, sesama mekanik saling bisik-bisik tukar ilmu untuk memacu mesin sekalian part-nya. Nah, kalau sendiri doang, mau tukar pikiran sama siapa? Ya nggak mungkin dengan alam gaib, karena motor pakai ilmu pasti. Itu persoalan jika tipe motor kurang rame di balapan. Terpaksa otak sendiri yang puyeng-puyengan dan keliyengan melacak supaya banter tenan.

KARBU PWK

Saat ini yang lagi dicoba-coba terus distribusi masuk-keluar bahan bakar, tentu saja sesuai volumetrik 200 cc. Durasi kemnya sudah pernah pakai berbagai derajat, yang pas 270o untuk masuk dan buang 2680. Durasinya kurang lama menonjok klep ntuk ukuran drag bike 200 cc. Tetapi lif atau angkatan klep 9.6 mm yang diakali dari ujung benjolan kem.

Sama saja sebenarnya, kan yang akan dicapai debit pengiriman bahan bakarnya. Yang penting per klep yang katanya dari Jepang tidak akan ngeper, hehe. Maksudnya melayang pada putaran tinggi. Melayang di sini bukan berarti narkoba coy, per tetap mengimbangi atau pegasnya bekerja normal walau rpm tinggi. Tidak ketinggalan dengan nada mesin.

Karena spesifikasi kem di atas, porting-portingnya menggunakan down drought atau jarang lekukan. Jadi tembakan Keihin PWK diameter 33 mm yang disambung dengan intake manifold yang berurut diameter dalamnya, langsung sasaran.  “Sekali lagi ini semua masih tahap riset, masih akan dicoba-coba dengan berbagai versi,” omong Conk yang nggak conkak tapi baik hati dan murah senyum bangat.

Sarannya sih untuk Kolor Ijo yang krunya lebih banyak pakai kolor putih itu, menggunakan referensi mesin road race. Misalnya kem yang digunakan pasukan Astra Motor Racing yang di IP125 menggunakan Supra X125. Toh namanya referensi bagi yang sudah pakar mesin, lihat angka dan desain saja sudah langsung 86 atau ngerti maksud dan tujuannya.

Semoga motor ini masih ada…! Ad

BACA JUGA

DATA MOFIKASI

Motor: Honda Karisma 2007
Ban depan: FDR 50/90-17
Ban belakang: IRC Eat My Dust 60/80-17
Sokbreker belakang: YSS
Kompresi: 13,8:1
Klep: in 33 mm / out 27,5 mm
Knalpot: Creampie
CDI: BRT i-max Super 24 step
Rasio: I 14/32
 II 19/31
 III 19/24
 IV 24/25

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353