nhk

Modifikasi Honda New Blade 110 IndoPrix 2014; Power 19 Dk, Pecahin Rekor Sentul Kecil

 

Maniakmotor – Setelan power 19 dk pas untuk Honda Blade 110 pada  IP110 di Sentul Kecil (SK). Kurang dari tenaga itu nggak cukup. Sebaliknya bila lebih dari 19 dk ya kegedean power, motor jadi sulit dikendalikan. Maklum Sentul Kecil, walau disebut kecil, tenaganya menengah ke atas.

Begitulah Honda Blade yang digeber I Gede Arya  yang pencahin rekor Underbone 110 cc 4-tak di seri pertama IndoPrix, sirkuit karting Sentul atau SK, baru lalu.  Ini Blade milik Honda Daya IRC pimpinan Rawal Lasut yang berbodi aduhai. “Ya masih karbu. Di SK, tenaga harus pas, kolo 110 sih dapatnya 19 dk,” jelas Suhartanto alias Kupret, teknisi Honda Daya.

Sayang saat lomba di race pertama I Gede kehabisan fisik, ia jatuh. Akibat jatuhnya ini, I Gede di race-2 permainannya jadi kecil, maksudnya kacau.  Tapi Blade ini sudah bikin rekor baru di IP110 dengan 56,333 detik di SK dengan tenaga yang 19 dk. Bisa saja si Kupret menyetel lebih tinggi dari itu, namun risikonya banyak. Selain menyulitkan joki, juga daya tahan (durability) mesin jadi riskan.

Apalagi IP di SK saat ini menganut 25 lap dengan panjang treknya 1.1 km dan silakan dikalikan 25. Beda dengan aturan dulu yang maksimum 20 lap atau setara 20 km. Beda lagi bila di bawah 19 dk, itu namanya riset dan setting yang gagal, pastilah di belakang. Bisa saja ke depan, tapi jokinya  selalu main paksa pada racing line. Kasihan jokinya. 

Untuk mengail 19 dk murni, kebanyakan didapat dari kepala silinder. Maklumlah di kepala ini, otaknya tenaga. Di situ ada ruang kompresi, porting, mekanisme klep dan kem. Kompresi misalnya sudah dipatok 12,4:1 pakai aturan bahan bakar PertamaxPlus. Memang harus rendah, tapi rpm bisa lebih tinggi sesuai maunya SK.

Kompresi  didapat dari piston Daytona 51,25 mm tipe forging. Tapi bukan itu yang menciptakan pemampatan ruang bakar meletup-letup bagian dari 19 dk tadi. Yakni pada puncak piston alias  dome yang tingginya 3 mm.

Puncak piston ini saat di SK masih dikorek-korek oleh Kupret sampai benar-benar dome yang apik. “Cara ini supaya head yang dibubut  0,1 mm bisa tepat. Celah antara dinding piston dan silinder 0.04 mm. Aman,” kata Kutu eeh.. Kupret.

Kompresi seperti itulah yang bikin awet mesin. Soal putaran bawah tidak dikhawatirkan, lantaran sirkuit yang digunakan IP rata-rata sudah permanen. Di dalamnya data untuk setiap sirkuit sudah di tangan. Ya kecuali untuk seri dua nanti di Sekayu, Sumatera Selatan. Toh di sana juga sirkuitnya panjang dan malah lebih panjang dari SK.

Lagian, basis Blade punya torsi awal yang lumayan dari langkah piston dan bore yang lebih banyak stroke-nya. “Soal ini tinggal diatur pada kem. Sesuai riset di Sentul pakai kem 270o pada in dan out-nya,” tambah Kupret.

Kem tersebut memerintah mekanisme pelatuk klep bawaan Blade yang sudah roller.  Cuma  liftatau angkatan klep in diukur lewat omongan Kupret 9,3mm dan out 9,1 mm. Ditemani per klep jepang (orange). Hasilnya pasti rpm nggak mengayun, lha wong ada bukti saat race di depan dan bikin rekor.  GS

BACA JUGA

Modifikasi Honda New Blade 125 2014 Road Race: Gigi Rasio Bikin Hammer Juara MP1

Modifikasi Honda GL-Max 2014 (Jakarta); Full Fairing Ala G2C

Modifikasi Yamaha Vixion 2014 (Cilacap); Konsep Cruiser Tracker

Modifikasi Jupiter Z Drag Bike; Komponennya Serba Enteng

Modifikasi Kawasaki Ninja 250RR Mono; Di Sentul Top Speed 170 Km/jam

 

DATA MODIFIKASI          
Kelas :IP110      
Pembalap :I Gede Arya (ucil)     
Nama mekanik :Suhartanto (kupret)     
Alamat Bengkel :Perum Tazmania 5 no.22 Tanah Baru, Bogor Utara  
No. hp :8,57E+10      
Rasio Kompresi :12,2 : 1      
Volume head(buret):11,4 cc       
Piston/diameter :Daytona 51,25 mm     
Durasi Kem:in buka : 32o  nutup :  58o = 270o   out buka : 57o  nutup : 33o =270o
 LSA :105o      
Lift klep :in:  9,3 mmout: 9,1 mm   
Klep(merk) :Honda sonic     
Diameter klep  :in : 27 mm, ex : 23mm    
Per klep(merk) :Jepang (orange)     
Karb(merk+venturi) :Mikuni TM 24 mmMain jet: 118Pilot Jet : 60   
Manifold :CLD      
Kopling :Standart      
Rasio :(1) 13-31(2)17-30(3)20-28(4)22-25   
Final gir(merk):14-41 (SSS)     
Cdi(merk) :BRT 8 step(timing tertinggi  400)(4)22-25  
Koil (merk) :YZ 125      
Magnet / balancer :Rotorberat : 550 gr/ bobot balancer: 0 gram   
Knalpot(merk): Daytona      
Sokbreker depan :Standart Suling korekan    
Shockbreker belakang:Daytona      
Pelek  depan-belakang:Standart      
Ban depan-belakang:FDR FR 75 (slick)     

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353