nhk

Modifikasi Honda PCX150 2013, Jurus Pelek Jari-Jari

 


ManiakMotor – Aslinya pakai pelek casting wheel atau palang. Sekarang peleknya jari-jari pada Honda PCX150 2013. Masih modifikasi juga yang kata orang daerah gue, prandel.  Telah berubah dari tampang standar yang bodinya bongsor dan seperti di foto ini kaki-kakinya mendukung. Teknik pemasangan pelek, tromol dan jari-jari mengandalkan hand made.

Bermula dari Imron Rosadi, pria asli Betawi. Ngakunya ia sayang keluarga. Saat adik bungsu tercintanya Siti Mawaddah butuh  kendaraan buat ke kampus jurusan kedokteran, ia langsung indent Honda PCX150. Padahal matik premium ukuran Indonesia ini susah kalee didapat. Tiga bulan ia menunggunya dari show room. Tapi begitu sampai, bukan adiknya yang langsung pakai. Tapi malah las, gerinda dan palu yang merasakan duluan.  

Lebih tragis lagi ia datang ke pemodifikasi yang tipikalnya macam aktor ngetop. Pastilah orangnya supersibuk main sinetron. Yaaah, makin lama deh adiknya Imron ingin merasakan PCX150.  “Saya lagi banyak pesanan dari luar negeri nih, ditambah kesibukan syuting,” jelas Topo Goedel Atmodjo dari Tauco Custom di Kebagusan Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Padahal bila diperiksa di bengkelnya, pesanan hanya ada dari Purwokerto, Jateng dan Singaparna, Jabar. Kedua daerah ini memang mirip luar negeri, Puwertorico dan Singapura, kan.

Belakangan alasannya beda lagi. Katanya, modifikasi Honda PCX bukan perkara mudah. Selain variasinya masih langka, ada pun harus impor dari Thailnad. Itupun cuma variasi yang bolton yang kadang bikin blo’on. Padahal namanya modifikasi harus punya identitas karya. Tentu saja sesuai maunya Imron  tampil kekar lewat kakikaki. Ia juga maunya pelek jarijari. Ya, harus didengar, ia yang punya duit kok. Dibayar di depan pula.

Nah gara-gara duit di depan ini, Topo langsung berdiri sigap. Ia terbangun dari lamunannya soal pesanan luar negeri dan kesibukan selebritinya. Bahkan kendala tromol yang tidak ada varian di pasaran, eces dari otaknya. Hasilnya seperti terpasang pada Honda PCX150 itu.  Ia dengan mudah merekayasa alumunium alloy padat menjadi tromol jari-jari. “Yang punya ide saya. Tukang bubutnya yang mengerjakan,” jelas Topo dengan gimana geetu.  

Dimensi dan ukurannya harus sesuai as roda standar. Ini cukup memeras otak, tapi bukan otak Topo, ya tukang bubutnya. Nap teromol yang nancep ke as roda belakang, tidak mungkin pakai bawaan PCX150 yang aslinya palang. Jika dirusak itu namanya ngawur. Ya boleh-boleh saja pemodifnya urakan, tapi soal pertukangan macam ini, ia detil. Maka diakali dengan system stick. Ini cara bubut biasa dilakukan pada gigi rasio, baru dipantek atau ditanam pada almunium yang akan dibentuk sebagai teromol. Ajib!

Itulah hebatnya Topo, asal bayarannya di depan, bro. Ia gunakan otak tambahan bersama pengalamannya.  Makanya tromol depan tetap pakai bahan yang sama. Cuma harus bikin segitiga baru sokbreker, sebab pakai pelek lebar 3,5 inci. Ini pun sudah santapan sehari-hari Topo sejak bangun tidur. Kan ini orang sarapannya aluminium yang dibentuk mengikuti lebar pelek. Sedang belakang tapak peleknya 4.5 inci. Komposisi ini sesuai bodi PCX yang gambot.

 Jari-jari yang ditancep pada pelek dan tromol pun segede kelingking. Selain pas dengan postur PCX150 juga punya daya tarik, karena gayanya seperti gerobak sayur dan sampah. Kan unik dari sampah ke PCX. Cara pasangnya juga lumayan unik dengan teknik ulir. Itu pas dengan ban delitire ukuran besar, soal angkanya lihat DATA MODIFIKASI.

Bodi hanya diperbaiki dari windsild dan side box.  Tetapi karena kaki-kaki jadi gambot,  tarikan awal matik yang dilengkapi Idling Stop System (ISS) dan sekarang ada di Vario itu, cukup ganti rumah roller bersama roller yang responsif. Ini pung langsung didatangkan  dari Thailand. Terima kasih buat abang Imron tercinta, sudah kasih hadiah yang cukup mengejutkan. Akhirnya bisa dapat juga,” kata Siti yang diberi hadiah  tadi.

Pemilik memang penggemar motor sejati. Saking cinta dengan modif, ia rela gak makan asal motor yang dimau kesampaian. Lebih dari 10 unit motor nongkrong di garasi rumahnya di bilangan Jagakarsa Jakarta Selatan, dan salah satun Kawasaki Ninja 250 dimodif street fighter pernah diliput portal ini. “Saking dekatnya saya dengan Topo, harus bayar di depan ongkos modifnya,” ringis Imron.

Walah… TGA

MODIFIKASI LAIN

Modifikasi Kawasaki New Ninja 250 2013 (Jakarta), Stiker Dan Aksesoris Seharga Motornya

Modifikasi Montrack, Supermoto Dari Rongsokkan

Modifikasi Yamaha New Vixion 2013 (Jakarta), M1 Rossi Dari Footstep Jupiter MX

Modifikasi Yamaha Byson 2013 (Jakarta), Menjawab Kritik, Yang Murah Cuma Busi..!

Modifikasi Yamaha 125Z Drag Bike, Rekor 7,270 Detik Bebek 2-Tak 130 Cc

DATA MODIFIKASI ;
HONDA PCX 150 2013
Velg depan ; custom 3,5 “x 14
Velg belakang : custom 4,5 x 14
Ban depan ; swallow delitire 120/70/14
Ban belakang : swallow delitire 140/70/14
Side box ; custom 
Kaca windsild :PUIG variasi

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353