nhk

Modifikasi Honda Tiger 2013 (Kalimantan Timur), Ducati Monster..!

 

ManiakMotorJika tak nongol tuh mesin Honda Tiger 200 edisi 2013, siapa pun akan menyangka ini moge. Walau begitu, tetap saja ia moga-moga gede, moge juga. Karena konsep yang dipilih adalah naked bike.  Mesin memang harus kelihatan. Masak sih naked artinya pakai baju?  Pengertian dari naked serobot terus tak pandang bulu, itu sih nekad, bro.

Dalam konsep naked, mesin bagian dari penampilan, tentu tanpa melupakan sasis tubular produksi dewek. Di situlah jelinya konseptor alias pemodifikator mengelabui mesin ‘kecil‘ Tiger dibanding asalnya konsep, Ducati Monster trellis frame. “Tapi namanya Ducati ya tetap Ducati, Tiger tetap Tiger, justru itu tantangannya,” kata Ariawan WIjaya dari rumah modifikasi Baru Motor Sport (BMS) di Palmerah, Jakarta Barat. Katanya modifikasi sudah jadi sejak dua tahun lalu, sudah basi katanya. Tapi yang namanya modifikasi tak pernah basi.

Tiger dan Ducati Monster dimensi jauh kemana-mana, apalagi mesin. Makanya  dipakailah radiator Yamaha R6 yang melintang di depan mesin. Dari radiator ini semua akan terkelabui. Motor ini akan dikira punya mesin gambot. Entalah, radiator itu berfungsi atau tidak. Hanya sebatas itu mesin bisa dikelabui.  

Selebihnya konsentrasi dibagi pada rangka trellis yang merah kinclong tersebut bersama antek-antek aksesori seperti Rizoma. Rangka ini masih dekat-dekat di ruang mesin. Makanya harus menonjol.  Pipa jeruji ini diameternya 1 inci, sedang kisi-kisi-nya ¾ inch. Supaya pipa seolah-olah sasis ini sama model kiri-kanan, maka digunakan kawat minimal 8 mm dulu sebagai alat pemandu membengkokkan pipa

Teknik tekuk pipa bukan pakai tangan kosong seperti debus dan ilmu mengembalikan besi ke ‘asalnya’. Itu sih elmu tua. Yang ini canggih, cukup dipanaskan api las, bukan pakai alat hidrolik untuk rol. Karena pakai pipa tipis, bagian dalamnya otomatis melendung kepanasan. Meratakannya cukup digerinda ulang. Memang tidak akan sepenuhnya rata, solusinya pada dempul dan cat pada tahap finishing,” tambah Ari yang menjawab pertanyaan reporter dengan tenang pada Tiger yang pemiliknya di Tenggarong, Kalimantan Timur itu. Dia sengaja tenang, karena pertanyaan reporter amburadul….

Pipa ‘tubular’ ini tersambung ke rangka belakang atau sub frame yang benar-benar dibikin mirip rangka moge. Bahan rangka ini dari pelat galvanis 3 mm yang kuat. Selain jadi Sebab jadi dudukan monoshock untuk meredam ayunan roda belakang yang gambot. Rangka itu juga meniru Ducati Monster yang alumunium padat. Memang gak mungkin dibikin persis almubuatan pabrik. Tapi jadinya boleh mirip dengan alat pertukangan modifikasi macam pahat lancip, pipih, bulat, oval, dan pokoknya semacamnya deh.

Lengan ayunnya pakai moge Ducati 848. Lengan tuunggal ini tanpa dipotong kedua ujungnya. Berarti panjang as arm mencapai 40 cm, kurang lebih segitu. Dengan begitu, semua macam ukuran ban boleh dipakai.Bahkan ban untuk tingkat bela diri pun bisa dipasang di situ. Kecuali ban tracktor kalee yang nggak muat.  Sekarang sih pakai ban Dunlop Sportmax, ukurannya lihat saja di DATA MODIFIKASI. “Sokbreker depan pakai full set Yamaha R6,” jelas Ari.

Dengan berbagai kombinasi tersebut penampilan mesin bisa ditutupi. Apalagi urusan detil, BMS punya caranya sendiri yang disebut BMS style. Itu dengan banyak bermain pada aksesoris Rizoma dan limbah moge yang dari aslinya ganteng. Lha kan memang itu jualannya BMS, jagoan limbah.  Berikut lampu depan Ducati asli yang tersedia dibengkelnya. Bahkan tangkiCagiva yang dipasang di Tiger ini asli adanya. Pendeknya semua yang terpasang di motor ini, kecuali bensin yang nggak jual. Adib

MODIFIKASI LAIN

Modifikasi Honda CBR 250 (Tangerang), Hanya Main Bodi, Cui..!

Modifikasi Yamaha XS650 (Jakarta), Café Racer Part Racing Asli MotoGP Tempo Dulu

Modifikasi Suzuki Thunder (Jakarta), Café Racer Ukiran Kayu

Modifikasi Bajaj Pulsar DTSi (Jakarta), Monosok di Samping

Modifikasi D-Tracker (Semarang), Swing Arm DR, Kenalpot FMF

Data Modifikasi  
Ban depan : Dunlop Sportmax 120/60-17
Ban belakang : Dunlop Sportmax 180/55-17
Pelek : Ducati 848
Swing arm : Ducati 848
Lampu depan : Ducati Monster
Tangki : Cagiva Mito
Lampu sein : Rizoma
Sok depan : Yamaha R6
Sok belakang : Ohlins
Kaliper : Brembo
Setang : Renthal Twinwall
Spidometer : Koso RX2N
Radiator : Yamaha R6
Silencer knalpot : Mugen Power
Bodi belakang : Fiber BMS
BMS : Jl. Palmerah Barat No.25, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
    021-92925151/ pin bb 32555bb3


BAGIKAN