nhk

Modifikasi Honda Tiger, Harmonisasi Rangka…!

ManiakMotor – Pipa seamless diameter ¾ sebanyak satu batang (6 meter) dibentuk dan dianyam rapi.  Itu bukan dengan tangan kosong lewat jampi-jampi macam debus, tapi dengan bantuan gergaji, palu, penggaris dan las asitelin. Besi seharga Rp 350 ribu per batang ini jadilah tubular dan dengan munculnya Honda CB150R Street Fire disebut rangka teralis. Ouuu, ‘katanya’ pakai alat rol, kok masih sebut  gergaji dan palu? Manual teknologi juga toooo….

Tapi itulah yang disebut penulis modifikasi soal meniup harmonika. Maksudnya hamonisasi rangka dan bodi terhadap karya Honda Tiger. Aura dan roh muncul – wah sudah jadi mayat dong, tinggal pocongnya yang belum ada  – lewat anyaman  rangka, identitas modifikasinya terang benderang. Pendeknya, rangka ini sebagai penonjol. Pakai rangka ini alunan harmonika punya nada dan not yang disebut harmonisasi. Pakai harmonika juga kan? Nggak nyambung, memang sengaja.  

Tulang bo’ongan dipegang pelat eser 0,8 mm pada semua kontruksi dudukannya pada rangka asli Tiger. Itu  menjadi acuan harmonisasi modifikasi yang lain. Misalnya, warna kuning-merah jadi ‘petunjuk’ arah modif yang lain. “Ah kamu juga salah, warna bukan bagian modifikasi. Tapi, rangka tubular ini sepintas seperti main frame aslinya, itu paling penting, bukan warna,” jelas Topo Goedel Atmodjo dari  Tauco Custom. Sorry Mas Topo, namanya juga portal baru. Tapi kan, kan, kan warna juga bagian harmonisasi, Mas???

Sekali lagi sorry Mas Topo Goedol. Goedol  apa Goedel atau Goedul nih orang? Nama saja sudah salah, apalagi menulis modifnya. Yang jelas, proses dari rangka mengiring Mas Topo yang ganteng itu membuat tangki bahan bakar yang lebih bagus. Katanya, dimensi tangki asli kekecilan. Gantinya olah karsa tekuk, ketuk dan las pelat eser 0,8 mm, “Pelat tadi dibentuk menjadi tangki dan panduannya sesuai lebar rangka bikinan. Kan yang begitu yang disebut menuju harmonisasi,” sambar Mas Topo dari bengkelnya di Jl. Kebagusan Raya No. 99 Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Proses rangcang bangun tangki seperti itu sering diulas di portal ini, terbagi menjadi 4 bagian; bagian atas tingginya mengacu pada sketsa dimensi motor. Bagian samping  polanya mengikuti rangka tubular. Lalu diaplikasi pada karton sebagai pola utama. Setelah didapat hitungannya, seketika bengkelnya Mas Topo seperti permainan alat musik untuk mengisi  tiupan harmonika tadi yang diiring ketokan palu, gerinda, sssssst las karbt, tang dan sebagainya. Tak, tek, tok..teng… Pokoknya merdu deh.

Anak buahnya Mas Topo terus beraksi dengan ‘alat musik’ mereka  – Kan Mas Topo sudah sukses, dia  sudah punya anak buah –  pada pembuatan bodi bagian bawah tangki dan buntut. “Saya ingin buntut seperti pinggul seksi,” instruksi Nuryadi Sukarno Putra yang bukan anak presiden pertama Indonesia ini, doski pemilik dari Tiger yang diperbaiki Mas Topo yang sebelumnya dirusak dulu. Pokoknya seksinya mirip penyanyi dangdut koplo Mela Berbie… wkwkwkw.  Itu sih reporter yang bilang begitu.

Proses pembuatan buntut Mela Bebie berat buat Mas Topo. Maklum, dia hanya ‘diam-diam’ dan pura-pura nggak ngerti soal dangdut koplo. Mas Topo hanya ngotot soal hamonisasi tampilan. Makanya bodi belakang menggabungkan dua pola.  “Apalagi di bawah buntut bodi belakang ada kenalpot,” jelas Mas Topo sembari meniup harmonika sebagai dirigen  anak buahnya memainkan alat musik untuk bikin bodi dari pelat.

Do, re, miiiii….  Adit

MODIFIKASI LAIN:

Test Ride Hasil Karya Modifikasi, Cipanas – Jakarta

Modifikasi Vixion, Bukan YZF R250, Tapi M1 Rossi 2013

Modifikasi Yamaha Scorpio (Deus), Termahal Di Dunia, Rp 120 Jeti

Modifikasi Suzuki Satria FU Drag Bike (Dwi Batank), Volumetrik 200 cc, Time 7.5 Detik

Modifikasi Honda CB150R StreetFire, Lebar Peleknya 6 Inci

 

 

Data Modifikasi  
Motor : Honda Tiger 2000 tahun 2004
Mesin : Servis berat
Sokbreker depan : Milik Byson
Monosok  : After market
Pelek belakang : Chemco 3,5 inci
Pelek depan : Chemco 2,5 inci
Ban depan : Battlax, 120/70-17
Ban belakang : Battlax, 150/70-17
Setang : Yamaha Byson
Spidometer : Koso
Foot step : Yosimura
Lampu depan : Yamaha Byson
Lampu belakang : Suzuki Shogun
Lampu sen : Yamaha Byson
Knalpot : Undertail by Kwangen Exhaust Specialist
   
BAGIKAN