nhk

Modifikasi Jupiter Z (Solo); Juara MotoPrix Jawa, Kompresi Nyambung Dengan Giboks!

 

 

 

ManiakMotor – Riset mesin Yamaha Jupiter Z 110 untuk Sentul Kecil dipatok pada rpm yang rata. Sirkuit tersebut walau hanya 1.2 km dengan 14 tikungannya, tapi mengalir. Di situ bukan untuk tenaga bawah atau awal, tapi cenderung menengah atas.

Begitu pemikiran Merit atau Waskito Ngubaini meracik Jupiter Z yang dipacu Agus Setiawan. Jupiter ini juara di seri pertama MotoPrix Jawa 2014 di Sentul Kecil baru lalu di Bebek Tune-Up 110 Seeded. “Walau namanya Sentul Kecil, karakternya tidak seperti trek dadakan yang butuh kompresi tinggi. Di Sentul Kecil ini kompresinya mirip-mirip di Sentul Besar, agak rendah,” jelas Merit yang mengorek Jupie Z milik Yamaha RPM NHK FDR SSS (Medan).

Tahun lalu ia pakai bahan bakar Pertamax Plus saat tampil di Grand Final MotoPrix di tempat sama, masih pakai kompresi 12:6:1.  Pembalapnya juga belum si Agus. Tapi, Waskito ia kembali bereksperiman di 2014 ini pakai kompresi 12,4:1. Ada penurunan.

Teori dan praktek sih, kompresi diturunkan justru rpm boleh melengkin lebih tinggi. Cabut-cabut motor dari bawah memang berkurang. Tapi itu nggak masalah alias tidak banyak difungsikan di Sentul Kecil. Buktinya Agus sejak start sampai finish tak tersentuh musuhnya yang menggunakan motor semerek dan beda merek. Agus hanya bersentuhan angin Bannya juga masih bersentuhan dengan aspal, belum terbang, hehe.

Kata Merit sih, putaran mesin dipatok sampai  14.000 rpm saat dinamis atau sedang dipacu joki. “Jika sudah di sirkuit, kompresi dan perbandingan gir harus tepat. Keduanya salin  berkaitan dengan settingan bahan bakar. Itu saja patokannya bikin Agus juara. Ada lagi sih soal rotor custom yang 300 gram dan balancernya 200 gram, ini berhubungan dengan bobot Agus yang 65 kg,” kata Merit yang asli Solo tapi bekerja untuk tim Medan, Sumut.

Termasuk karakter engine-brake yang berpengaruh dari kompresi dan rasio percepatan. Waw, ternyata kompresi dan girboks saling nyambung. Katanya dengan rasio yang sekarang, momentum masuk tikungan tidak terpengaruh turunnya persneling yang diiringi terjadinya engine brake. Ya, macam pakai slipper clutch, meluncur terus mengikuti putaran mesin rata dibutuhkan di Sentul Kecil.

Soal durasi kem sudah lajim bermain 274o dari hasil membuka 34o sebelum TMA dan menutup 60o setelah TMB. Sudah pastilah durasi tersebut untuk meembuka klep lebih lama agar bahan bakarnya boros. Kem ini memerintah klep Suzuki GSX 600 yang diameternya dibikin 27 mm in dan 23 mm out. Klep moge tersebut punya kelebihan pada batangnya yang besar. “Lift kem 9,2 mm untuk in dan ex 9,4 mm,” tutup Merit yang siap menggebrak kembali di sri 2 nanti di Solo, Jateng.

Mantap! Ardel

BACA JUGA

Modifikasi Drag Bike Yamaha Mio; Kompresi 14:1 Untuk Matik 200!

Modifikasi Motor (Jogja); Ini Suzuki FU 150 ‘Van-Van’, Klasik Tapi Canggih

Kontes Modifikasi IMI Jogja 2014; RX King Air Suspension Dan Suzuki FU Van-Van, Kreatif!

Modifikasi Ninja KRR 150 Drag Bike; Lubang Buang 28,7 mm, Sing Ada Lawan!!

Modifikasi Jupiter-Z Drag Bike Surabaya; Kompresi Rendah Dapat 3 Podium 115 TU cc!

 

Data Modifikasi :     
Motor : Yamaha Jupiter-Z
Pembalap : Agus Setyawan (Solo)
Kelas : Bebek Tune Up 110 cc (MP 2)
Tim :  Yamaha Yamalube RPM NHK FDR SSS AHRS Yonk Jaya
Kompresi : 12,4 : 1 (Sentul Kecil)
Volume Head (buret) : 10, 5 cc
Piston : Kawahara
Timing pengapian : 33° (8000 RPM)
LSA : 105
Durasi kem : 274°
Klep : Suzuki GSX 600
Diameter klep : 27/23
Per klep : K1
Karburator : Mikuni Sudco 24 (Pilot Jet 27,5 Main Jet 165)
Selongsong gas : Daytona
Manifold  : Koso
Busi : NGKHVX
Kruk as : Koso
Pompa oli : Jepang
CDI : Rextor Pro Drag
Rasio :  13-33 (I), 17-29 (II), 22-29 (III) dam 21-24 (IV),
Final Gir : 13/42 (Sentul Kecil)
Sok depan : Standart
Sok belakang : YSS
Ban depan : FDR
Ban belakang : FDR
Pelek depan : Excel Takasago
Pelek belakang : Excel Takasago
Knalpot : CreamPie
Bengkel : MRT 
Mekanik : Waskito Ngubaini
Alamat  : Jln. Raya Baki-Kadilangu-Sukoharjo-Solo
Hp : 08156701245/081329938777

 

 

BAGIKAN