nhk

Modifikasi Jupiter Z1 Racing IndoPrix 2013; Buka-Bukaan Korekan Mesin, Pakai ECU YZF250

 

ManiakMotor – Puasa-puasa ngomongin bukaa-bukaan bisa batal, apalagi siang. Tapi buka-bukaan mesin Jupiter Z1 Jepun yang bikin geger  IndoPrix 2013 itu, ya monggo. Sebab isi sebenarnya mesin Z1 saat ini hanya menduga-duga, sekarang nggak lah. Silakan lihat…

Diklaim teknologinya nyangkut-nyangkut MotoGP. Makin bikin gatel, tak ada balap tanpa podium. Paling konsisten adalah Sigit PD dari Yamaha Yonk Jaya TDR NHK. Terus, pas skrut, motor ditutup rapat.  Bukan maniaknya motor maniakmotor.com jika tak bisa ungkap proyek miliyaran rupiah per satu uni Z1 Racing  tersebut. Yamaha Indonesia punya 6 unit.

Paling jos pada motor ini sektor kepala silinder dan blok. Karena dari dua komponen ini biang penghasil power.  Bila dibuka tutup kepala silinder yang sudah dimodifikasi bersirip itu kelihatan jelas. Simak gambar. Ini gambar istimewa.

Rocker arm roller bawaan Z1 diganti model pelatuk sepatu macam Jupiter Z lawas. Secara mekanis, rocker arm roller cuma oke buat rpm bawah. “Kalau buat rpm atas motornya cenderung mandem, kurang tajam,” kata Hokky Krisdianto saat memakai Jupiter Z lawas tetapi beda rocker arm.

Asal tahu saja, sebelum Jepang bikin motor ini, mereka ke Indonesia dulu untuk studi banding. Sasarannya cuma satu, melacak material Jupiter Z 1998 yang kuat tersebut. Maklum Jupiter Z 1998 ini pada 2014 akan dilarang dipakai balap, masa berlaku tahunnya sudah kadaluarsa. Tapi tenang Z1 Racing struktur materialnya persis Jupiter Z 1998.

ROCKER ARM ALUMUNIUM

Istimewanya, rocker arm made in Japan ini beda bahan. Kemungkinan besar terbuat dari alumunium. Hitam adalah proses coating (pelapisan) untuk menyamarkan bahan aslinya. Bedanya lagi, rocker arm ini tanpa baut setelan klep. Jadi buat mengatur celah klep pakai shim (koin), mirip punya Honda CBR 250 atau Suzuki FU150.

Hasilnya rocker arm superenteng ini langsung ngefek sama kekerasan per klep. Secara keseluruhan, rangkaian yang bergerak naik turun (termasuk pelatuk) bekerja lebih humoris yang ceria, maksudnya dinamis bro. Pernya cukup empuk tapi tidak membuat gejala floating atau mengambang, dibanding per klep Jepang, warisan mekanik Akutagawa  from Suzuki  zaman dulu. Klepnya sudah pasti titanium dong!

Turun dikit, ke porting, bisa dibilang biasa saja. Model semi down drought  alias terjun bebas minim tikungan. Porting masuk model begini dipercaya manghasilkan debit udara paling banyak, istilahnya CFM (Cubic Feet per Minute) yang besar. Bagian porting ex ditambal las, semata-mata menghindari berlubang saat mengorek, mengingat lubang buang aslinya menikung tajam.

RUANG BAKAR PENT ROOF

Ruang bakar cukup unik karena menganut model pent roof alias model atap rumah. Buat mesin 2 katup memang kurang populer. Biasanya ruang bakar ini dipakai buat mesin 4 klep. Keistimewaannya, ruang bakar ini sesuai dengan pola porting terjun bebas tadi.

Model begitu sama-sama meningkatkan aliran gas makin deras! Kekurangannya, lebih susah membentuk piston agar sesuai dengan ruang bakar. Karena piston butuh dome yang tinggi untuk meningkatkan kompresi mesin. Tapi apa yang nggak bisa di Jepang?.

 

 

PISTON SATU RING KOMPRESI

Ini tampaknya komponen paling eksotis di dalam mesin pacuan Sigit, Sudarmono dan Rey Ratukore ini. Pistonnya menganut satu ring kompresi. Dengan satu ring gesekkan piston dan silinder lebih singkat.  Ring di bawahnya,langsung ring oli. Mirip mesin SE motocross.

Yang  jelas itu mengandalkan material silinder, piston dan ring. Terbukti mekanik Jepang berani mengeset coakan klep pada dome piston sangat tipis tanpa takut piston cuil saat digebuk suhu dan tekanan tinggi. Motor ini juga percaya diri dalam satu event tak pernah urai mesin bahkan ganti oli. Tidak seperti perilaku mekanik balap bebek setiap habis race harus bongkar total untuk diperiksa onderdilnya.

MESIN BAWAH BIASA SAJA

Lempengan magnet comot punya Yamaha YZF450, bukan 250 seperti di judul, suduh keburu diketik. Cara gampang buat mekanik Jepang yang juga memindahkan seperangkat ECU programmable dari motocross andalan garputala itu. Lalu kampas kopling dibikin model 5 lapis yang sudah jamak dipakai, mengadopsi rumah kopling lengkap punya Yamaha MX.

Mesin bawah yang meliputi krukas dan laher masih bawaan pabrik. Bahkan tingkat kelurusannya ketika dipasang masih kalah teliti dibanding racikan mekanik lokal. Ujung krukas terlihat bergoyang saat diputar. Tetapi lucunya, meski begitu, Z1 ini susah kepegang buntutnya. Di mana kunci kemenangannya? Tunggu ulasan berikut. Cuma di maniakmotor.com! Kyaipradah

 

BACA JUGA

Jupiter Z1 Racing; LSA Kemnya Adjustable! ‘Lobe-nya’ Tinggal Pilih

Modifikasi Suzuki Satria FU150 Drag Bike; Standar Pemula

Modifikasi Kawasaki New Ninja 250 2013 (Jakarta), Warna Kontes

Modifikasi Satria FU150 (Malaysia); Pakai Turbo, Bo..!

Modifikasi Yamaha RX-Z Drag Bike; Kenalpot YY-Pang 07.3 Detik, Sport TU 2-Tak 140 CC

BAGIKAN