nhk

Modifikasi Kawasaki D-Tracker, Up-Side Down Asia

 

ManiakMotor – Sokbreker depan KTM SX250F yang special engine (SE) lebih pendek 6 centimeter (cm) dari biasanya. Itu motor buat balapan motocross, supermoto juga bisa. Fork ini diproduksi oleh KTM dengan menyesuaikan postur orang Asia. Tinggal diatur sesuai adat dan silakan dipasang pada Kawasaki D-Tracekr 150 cc. Maksudnya adat modifikasi, bro.

Benar atau salah, ikut aja kontes. Kalau kalah, berarti jurinya tidak pernah kenal gerinda, juri gadungan. Baru tahu modifikasi kemarin sore. Lha, maniakmotor.com, juga baru kemarin pagi kan bro? Boleh saja portalnya kemarin subuh, namun orangnya sudah ada zaman Koh Aliong (Jaya Murni) dan Koh Ayung Zulkarnaen bermain modifikasi.  Belum ada kontes modif, sudah jadi juri dia. Juga saat Budi Jatayu masih belajar main limbah moge. Cerita garuk tanah seperti supermoto ini, saat Johny ‘Kucing’ Pranata masih jagoan. Jauh sebelumnya juga  ‘Opa’ Bandung Sunggoro masih lawannya Pungky WS. Sekarang, ketemu Aep Dadang, lebih ke sini lagi Agi Agassi…

Itu hanya sepintas cerita supermoto yang modifikasinya berhubungan dengan garuk tanah dan aspal. Nah, yang disebut tadi itu orang Asia. Maka aslinya, tinggi D-Tracker itu 1.060 mm dengan ground clearance 255 mm digeser lebih tinggi, tapi lebih rendah dari motocross. Bedanya pada lingkar roda dan penggunaan sokbreker KTM Asian Version. Supermoto pakai lingkar roda aspal, tapi boleh injak tanah. Tanya saja sama pemodifnya. Jawabannya, pasti lebih tinggi dari standar. Ukurannya lupa… Pemodif dan wartawan kan nggak dilarang lupa, rocker juga maaaaaanusia…! Ah, nggak nyambung lu..

Seperti biasa dan sudah sangat biasa jurus merakit sokbreker depan, lebih mudah dibeli berikut segitiga dan as komstirnya. As komstir KTM ini tinggal disesuaikan diameternya dengan laher komstir D-Trakcer, termasuk panjang as-nya disamakan dengan komstir. Penyesuainnya pada tukang bubut, dong. Namanya juga modifikasi. Ya, di situ itu yang dimodifikasi, agar sokbreker KTM boleh menopang D-Tracker. “Kaki belakang dimodif juga, agar seimbahng dengan depan. Maklum, buat supermoto benaran ini,” kata Lerry Rachmat Rizky, punggawa rumah modifikasi Caos Custom Bike (CCB) Jakarta.

Swing arm pakai Suzuki DRZ400. ‘DNA’ DRZ murni trail, lengan ayunnya tinggal dipapas 3 mm, supaya pas. Pemapasan bisa pakai gerinda, tapi lebih rapi dan presisi di tukang bubut.  As lengan ayun tetap standar karena diameternya sama. Unitrack-nya cukup disetting, karena sok belakang masih bawaan pabrik. Ayunannya? Eh, dijawab Lerry dengan acungan jempol, saja. Mantap…!

Nanti dulu belum selesai. Karena masih butuh spicer supaya rantai tidak menggesek ban. Karema roda  asli D-Tracker 14 inchi diganti lebih besar, sekalian teromolnya. “Diganjal elat yang tebalnya 10 mm, untuk menggeser sproket lebih keluar. Ya, otomatis rantainya juga keluar,” kata Lerry uang kali ini berbicara.

Rantai belum lurus dong. Iya betul, makanya gir depan bikin dengan ukuran lebih tebal 1 cm dari giiiiiiir aslinya. Itu sudah lurus. Perlu dicermati bahwa sesungguhnya, tebal spicer itu berbeda-beda. Tergantung pemakaian ban dan teromol. Baca juga dong, data modif seharga 40 juta ini di bawah. Siap. Adib

MODIFIKASI LAINNYA

Modifikasi Honda Tiger, Pakai Sasis CRF250R, Mudah Katanya..!

Modifikasi Yamaha Byson (Jakarta), Kenalpotnya Z1000

Modifikasi Kawasaki Ninja (Jakarta), Pakai Swing Arm Ducati 848, Penggemar The Doctor

Modifikasi Honda CB125SS (Jakarta), Konstruksinya Detil..!

Modifikasi Honda Tiger, Harmonisasi Rangka…!

 

 

Data Modifikasi   
Ban depan  : Michelin 120/60-17
Ban belakang : Michelin 160/60-17
Pelek karbon : TK 3.5 inchi dan 5 inchi
Setang  : Renthal universal
Raiser  : KTM
Tensioner  : Acerbis
Gir  : Vortex
Knalpot  : FMF CBR 250
Spion  : Rizoma
Bodi belakang : Yamaha YZ 250
Cover lampu depan: Protork supermoto
Caos Custom Bike: Jl. Pancoran Barat 8, No. 6C
     Jakarta Selatan
Telp  : 021-70089400, 08170089400, pin bb 28d446bf

BAGIKAN