nhk

Modifikasi Kawasaki Ninja 250R (Jakarta), Lho Jadi Turing..!

ManiakMotor – Makin jelas pakem turingnya dengan setang lebar dan tinggi. Kalau dibantah dan disebut  supermoto, muke lu jauh. Apalagi dibilang trail, makin nggak mungkinlah yaw, kendati pakai setang trail model fatbar. Di buntutnya, ada boks besar Givi yang isinya kira-kira jas hujan, sandal, plastik, laptop, rokok, air minum dan pentungan khas turing.

Basis Ninja 250R tahun 2011 adalah sporbike. “Itu sesuai dana dan konsep pemilik, saya hanya operator. Memang pemiliknya ingin motor nyaman. Sudah tua dia, tuh lihat saja rambutnya,” kata Mas Topo Goedhel Atmodjo, bos Tauco Custom (TC), sambil menunjuk pak Yani Surya Mulia sang pemilik motor.

Setang trail ada dua macam, universal dan fatbar. Universal dudukan setang (raiser) lama bisa berfungsi. Sedang fatbar bagian tengahnya gemuk. Namanya juga fat. Karena itu, dibikin ulang raiser atau pemegang setangnya sembari dibikin tinggi.

Mudah bagi  Mas Topo yang bukan Ta U’U, kalau itu Mas Joko. Pelat lembaran 3 mm, hanya dilihat berubah sendiri jadi raiser. Maklum pemain lama pandai pelat besi, sudah puya ilmu telepati melipat-lipat  pelat. Elmu pelatnya setara dengan Empu pembuat  keris. Terus, memang meninggikan raiser rata-rata disukai para maniak turing yang belum tentu pernah baca maniakmotor.com, sehingga jadi maniak turing. Itu untuk mengakali sudut kemudi  Ninja yang sama sekali tak diutak-atik alias masih berbasis sport bike.

Lampu depan, gak usah dipikirin, nanti nempel sendiri juga. “Sembarangan, ini namanya estetika modif. Semua harus dipikir matang-matang ketimbang beli jadi. Saya yang mikir,” kata Topo yang tiba-tiba marah pada reporter maniakmotor.com dari bengkelnya, di Jl. Kebagusan Raya No.99, Jakarta Selatan dengan logat Sragen-nya. Lha namanya juga pemodif, loe yang mikir dong, loe yang dibayar kok, hehehe becanda Mas Topo.

Cukup pakai full set lampu depan Honda BeAT, berikut seinnya, jadilah Ninja 250R kian tampil turing, tambah jauh dari basisnya.  Asal tahu saja, desainer Ninja lama dan baru namanya Keisi Fukumoto. Dia telah bertapa di gunung Fujiama agar dapat desain yang menggemparkan Indonesia.

Namun Topo ‘San’ cuek bebek dan tetap memahat batok lampu Beat dengan pelat 3 mm yang digerinda, dibor, dan dipalu kenteng. Sebab di situ sekaligus rumah panel instrumen Ninja aslinya. Bila Mas Topo ini hidup di Jepang, dia pasti sudah bertentangan terus dengan Fukumoto San. Mereka kurang sepaham dengan gagasan. Topo San alirannya merusak, tapi mempebaiki kembali.

Bergeser pada rangka tubular. Asli ini hanya tempelan alias aksesoris yang menambah estetika tampang turing. Bahannya dari pipa seamless, panjang 6 meter, dan diameter ¾ untuk dua sisi. Dianyam rapi lewat bantuan alat rol manual berupa gergaji, palu, penggaris dan las asitilin. “Kalau lagi wawancara jangan sambil ngopi. Pipa ini melindungi mesin, saat jatuh. Tidak sebatas tampilan, paham nggak loe,” lanjut Mas Topo sembari nyeruput kopi, karena yang dari tadi bekerja modif anak buahnya.

Lantas rangka ditambahkan sirip dari pelat yang tinggal garap. Sim salabim... Adib.

MODIFIKASI LAINNYA:

Modifikasi Kawasaki Ninja 250, Ninja Stiker 900 ribu

Modifikasi Kawasaki ER-6n, Dompet Harus Moge Turing

Modifikasi Vixion, Bukan YZF R250, Tapi M1 Rossi 2013

Modifikasi Yamaha Scorpio (Deus), Termahal Di Dunia, Rp 120 Jeti

Modifikasi Suzuki Satria FU Drag Bike (Dwi Batank), Volumetrik 200 cc, Time 7.5 Detik


Data Modifikasi

Ban depan                         : Battlax 120/60-17

Ban belakang                     : Battlax 180/55-17

Pelek belakang                   : Chemco 4.5 inchi

Setang                              : AHRS

Setang                              : AHRS

Segitiga dan raiser             : Custom

Rangka tubular                  : Pipa Seamless TC

Knalpot                             : TC Custom

Selang rem                       : KTC

Segitiga                            : Custom

Lampu depan                    : Honda BeAT

Tauco Custom                   : Pin bb 294e9df8

BAGIKAN